TITIN KOMARIAH




TITIN KOMARIYAH

UPAYA PERBAIKAN GIZI IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN       MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MARGADADI KECAMATAN INDRAMAYU TAHUN 2017




BAB I
PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Upaya Perbaikan Gizi merupakan regulasi dari Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan melakukan upaya perbaikan gizi perseorangan dan gizi masyarakat pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia dengan prioritas kepada kelompok rawan gizi. Gizi merupakan unsur yang sangat penting dalam membentuk kualitas manusia, oleh karenanya berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan untuk meningkatkan gizi.  
Manfaat dari perbaikan gizi adalah meningkatkan status gizi, peningkatan mutu konsumsi makanan, serta penanggulangan terhadap masalah gizi, sehingga diharapkan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya dalam keadaan sehat. Sasaran dalam perbaikan gizi ini adalah seluruh individu baik bayi, balita, remaja, manusia dewasa, maupun usia lanjut. Masalah gizi banyak ditemui pada golongan ibu hamil, misalnya Kurang Kalori Protein (KKP), anemia gizi, defisiensi vitamin A dan yodium. Sebagian besar masalah disebabkan oleh faktor ekonomi dan pendidikan keluarga, namun tidak dipungkiri bahwa faktor sosial budaya mempengaruhi secara nyata gambaran menyeluruh masalah gizi di daerah pedesaan. Sikap dan kepercayaan ibu hamil pada budaya leluhur yang mengatakan bahwa selama hamil dilarang makanan tertentu karena akan mengakibatkan kelainan pada anak yang dikandungnya masih sangat dipercaya dan ditakuti. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat zat–zat gizi pada makanaan akan sangat berpengaruh dengan cara pengolahan dan penyusunan menu makanan sehingga gizi yang diharapkan tidak didapatkan. Ibu hamil harus menerapkan menu empat sehat lima sempurna.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perkembangan otak berlangsung pesat pada saat janin berada dalam kandungan ibu. Kekurangan gizi pada masa kehamilan akan menyebabkan bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang mempunyai resiko tinggi terhadap kematian bayi atau lebih lanjut mengalami pertumbuhan dan perkembangan dibawah normal.
Kekurangan berbagai macam zat gizi selama kehamilan akan mempengaruhi status gizi ibu hamil. Kenaikan berat badan yang rendah selama kehamilan dan Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kurang gizi pada ibu hamil yang merupakan penyebab langsung retardasi pertumbuhan intra uteri. Status gizi yang buruk memberikan kontribusi pada tiga penyebab kematian ibu yang utama yaitu perdarahan, toksemia gravidarum dan infeksi.
Mengingat pentingnya hal tersebut, oleh karenanya penulis menangkat tema makalah ini sebagai langkah dalam menendukung pelaksanaan dan implementasi dari Permenkes Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi terutama dalam pasal 12 ayat (2) butir (d) yang menyatakan tentang ibu hamil, nifas dan menyusui merupakan alah satu kelompok rawan gizi, maka untuk itulah saya mengambil judul makalah “ Upaya Perbaikan Gizi Ibu Hamil Melalui Pemberian Makanan Tambahan dan Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu Tahun 2017”.

B. Identifikasi Masalah
1.      Faktor penyebab masalah kurang gizi yang menimpa ibu saat hamil merupakan faktor yang berperan atas tingginya kejadian BBLR di Wilayah Kerja pada UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.
2.      Prevalensi ibu hamil risiko KEK karena kekurangan gizi di Kerja pada UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indrmayu masih tinggi, sehingga perlu diketahui penyebab terjadinya KEK pada ibu hamil melalui catatan pangan yang dikonsumsi.
3.      Kondisi fisik yang kurang memungkinkan untuk menjalani kehamilan yang normal karena usia ibu masih terlalu muda, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat.
4.      Status ekonomi yang kebanyakan menengah kebawah mempengaruhi pola makan ibu hamil dalam memilih bahan makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

C.  RUMUSAN MASALAH
      Rumusan masalah dalam malah ini adalah bagaimanakah Upaya Perbaikan Gizi Ibu Hamil Melalui Pemberian Makanan Tambahan dan Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu Tahun 2017?

D.  TUJUAN
a..  Untuk mengetahui Upaya Perbaikan Gizi Ibu Hamil Melalui Pemberian Makanan Tambahan  (PMT) dan Kelas Ibu Hamil



BAB II
LANDASAN TEORI
           
Kehamilan adalah suatu kejadian yang hampir semua ibu pada umumnya sudah mengerti bagaimana seharusnya ia lebih menjaga kondisi tubuh demi untuk kelancaran kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan. Jika sebelumnya ia makan hanya untuk dirinya sendiri, kini ia harus mencukupi kebutuhan gizinya untuk janinnya pula. Normalnya, sang ibu mengalami peningkatan berat badan selama kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang optimal akan berdampak baik pada kehamilan maupun output persalinannya kelak. Dengan berat badan yang ideal untuk seorang ibu hamil, pertumbuhan janin pada umumnya akan berlangsung normal. Komplikasi timbulnya gangguan kesehatan dan penyakit lain juga bisa dihindari. Hal ini pun memberikan efek pada pasca persalinan yaitu kesehatan ibu selama laktasi.







Gambar 1.1. Ibu Hamil

Sebelum dan selama kehamilan seorang ibu pasti membutuhkan asupan yang lebih dari biasanya, oleh karena itu seorang ibu perlu mengatur dan memerhatikan kebutuhan gizinya. Usia kehamilan sangat menentukan kebutuhan gizi yang akan diperlukan. Apabila terdapat suatu macam zat gizi yang tidak terpenuhi dengan baik, maka anak akan menyebabkan terjadinya kelainan cacat bawaan pada anak.
Pada masa kehamilan muda, tambahan gizi dalam bentuk vitamin dan mineral sangat diperlukan, sedangkan kebutuhan akan kalori dan protein sangat diperlukan pada minggu kedelapan sampai kelahiran. Terdapat beberapa hal dalam memenuhi gizi ibu pada saat masa kehamilan, yaitu kebutuhan gizi pada ibu hamil. Setiap gizi ibu hamil memiliki perbedaan dalam memcukupi kebutuhan gizinya. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kesehatan ibu, dan status gizi ibu sebelumnnya. Seorang ibu hamil yang memiliki kekurangan gizi dapat menyebabkan anak yang dilahirkan dapat memiliki berat badan yang rendah, mudah sakit-sakitan, dan memengaruhi kecerdasannya. Sehingga ibu hamil harus pintar dalam mengatasi dan mengantisipasi akan hal demikian yang memungkinkan anaknya lahir dengan berat badan yang rendah.

A.     Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu Hamil
Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil digolongkan menjadi dua kelompok yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Penulis, akan menguraikan satu persatu mengenai materi-materi tentang asupan gizi /makanan tambahan yang dibutuhkan bagi ibu hamil, antara lain:
       
1.    Zat gizi makro
        Ada beberapa macam zat gizi makro, antara lain: karbohidrat, lemak, dan       protein.

1.1.  Energi
      energi didapat dari karbohidrat, lemak, dan protein, masing-masing zat gizi memiliki komposisi tersendiri terhadap pemenuhannya menjadi energi. Karbohidrat memberikan asupan 60-75% dari jumlah energi total, protein memberikan asupan 10-15% dari kebutuhan energi total,sedangkan lemak memberikan asupan 10-25% darikebutuhan energi total. Apabila seseorang memiliki berat berat badan yang kurang dari berat badan ideal, maka kebutuhannya di tambah sebesar 500 kkal. banyaknya energi yang harus dipersiapkan selama kehamilan hingga terjadi persalinan memerlukan sekitar 80.000 (dibulatkan) atau dibutuhkan 300 kkal setiap harinya diatas kebutuhan wanita yang tidak hamil. Nilai itu didasarkan keseimbangan antara protein dan lemak yang tertimbun dalam tubuh untuk pertumbuhan ibu dan janin. Terdapat perbedaan kebutuhan ibu hamil dalam setiap semesternya, hal tersebut dinyatakan dalam perbedaan tambahan energi per trimester.

1.2.  Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Karbohidrat yang terdapat dalam suatu makanan dapat berupa zat pati, sukrosa, laktosa, dan fruktosa. Pemenuhan karbohidrat harus seimbang dalam sumbangannya kepada energi, tidak kurang dan tidak lebih. Karbohidrat yang dikonsumsi secara berlebih akan mengakibatkan terjadinya konversi hidratarang yang berlebih itu menjadi lemak sehingga dapat menimbulkan kegemukan (obesitas), sedangkan asupan karbohidrat yang tidak mencukupi akan mengakibatkan tidak cukupnya glukosa yang tersedia untuk menghasilkan energi, sehingga lemak digunakan hingga taraf yang melampaui keadaan normal.

1.3.      Lemak
Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi untuk ibu pada saat ibu melahirkan. Kebutuhan lemak akan ibu hamil sangat penting. Karena digunakan sebagai cadangan energi selama dan setelah proses melahirkan hingga menyusui. Oleh karena itu ibu hamil harus mengonsumsi lemak dalam jumlah yang seimbang, tidak boleh lebih ataupun kurang. Kelebihan dalam mengonsumsi lemak dapat mengakibatkan kegemukan. Pilihan jenis asam emak yang baik adalah lemak yang tidak diproduksi dalam tubuh melainkan diperoleh dari berbagai makanan. Asam lemak esensial adalah asam lemak linoleat, yaitu asam lemak yang tidak jenuh, serta omega 3. Asam lemak ini sangat baik untuk perkembangan otak saraf janin. Sumber lemak memiliki dua jenis, yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak hewani termasuk didalamnya adalah gajih yang berasal dari berbagai hewan seperti sapi, kambing, unggas, juga mencakup lemak yang berasal dari hasil hewan baik itu dari unggas ataupun bukan, seperti telur, susu, beserta produk olahan lainnya, mentega, keju dan krim.

1.4.        Protein
Terdapat dua macam sumber protein yang diperlukan tubuh sebagai zat pengatur, yaitu protein nabati dan protein hewani. Selain digunakan sebagai pengatur, protein dalam tubuh juga digunakan sebagai sumber energi. Berdasarkan fungsi pokoknya, protein pada ibu hamil berfungsi sebagai pembangun jaringan tubuh pada janin, sehingga asupan protein yang tidak sesuai atau kurang mengakibatkan janin yang dikandung mengalami PJT (pertumbuhan janin terhambat). Selain itu juga bayi dapat mengalami mengalami BBLR, keguguran, dan cacat bawaan.

2.            Zat gizi mikro
Ada beberapa macam zat gizi mikro, antara lain: vitamin dan mineral

2.1.    Vitamin
Vitamin merupakan unsur gizi yang dibutuhkan dalam tubuh demi tercapainya gizi seimbang, walaupun vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh bejumlah sedikit, akan tetapi sangat penting untuk menunjang sebuah kehamilan dan menciptakan bayi yang berkualitas. Vitamin dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu, vitamin larut air dan larut lemak. Vitamin yang termasuk kedalam vitamin larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. sedangkan vitamin yang larut air adalah vitamin C dan B kompleks. Ada berbagai jenis vitamin, semua vitamin sangat penting bagi pertumbuhan. Tetapi ada pula vitamin yang sangat penting dan dibutuhkan pada masa kehamilan, sehingga jumlahnya tidak boleh kurang dari anjurannya. Vitamin tersebut antara lain:

2.1.1. Vitamin A
Vitamin A memiliki peran yang penting selama masa kehamilan. Selain berperan penting dalam membantu pertumbuhan tulang dan gigi, melindungi tubuh dari kanker, dan mencegah kematian pada bayi (Ari Istiany dan Rusilanti, 2013: 56). Peran vitamin A antara lain juga untuk pembentukan mata, rambut, kulit, organ dalam, fungsi rahim, dan membantu dalam pertumbuhan jaringan sel dan jaringan tulang. Walaupun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu yang sedang hamil, tetapi mengonsumsi vitamin A secara berlebih juga tidak dianjurkan sebab dapat mengakibakan teratogen Kekurangan mengonsumsi vitamin A dalam jangka panjang dapat mengakibatkan buta senja, kelainan membran mukosa dan xeropthalmia (kelainan pada mata yang mengakibatkan mata kering dan pelunakan pada kornea).

2.1.2. Vitamin B1 (Thiamin)
Kekurangan vitamin B1 dalam jangka panjang menyebabkan penyakit beri-beri

2.1.3. Vitamin B2 (riboflavin)
Vitamin B2 memiliki fungsi sebagai konstituen dalam sejumlah enzim yang terdapat dalam proses reduksi dan oksidasi yang terjadi pada jaringan tubuh. Akibat kekurangan vitamin B2 akan terlihat pada kulit, khususnya pada kulit muka, dan juga pada mata. Erupsi kulit seperti malam di sekitar hidung dan bibir. Keadaan ini karena juga merupakan kekurangan vitamin B1.
2.1.4. Vitamin B3 (niasin)
Fungsi vitamin B3 adalah sebagai koenzim yang dibentuk oleh niasin. Sedangkan niasin dibutuhkan tubuh untuk aktifitas metabolisme, terutama metabolisme glukosa, lemak, dan alkohol. Selain itu niasin juga berfungsi memperlancar peredaran darah, memperlancar sistem pernapasan, mengurangi sakit kepala, menjaga kesehatan kulit, dan kerja sistem saraf. janin memelihara kesehatan bibir, mata, tengorokan, kulit, ramut, dan organ dalam
2.1.5.   Vitamin B12 (kobalamin)
Vitamin B12 merupakan vitamin yang sangat jarang ditemukan dalam tanaman berbeda dengan vitamin B kompleks lainnya, tetapi vitamin ini banyak dijumpai di makanan yang berbahan dasar daging ataupun olahan daging. Vitamin B12 berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, keberfungsian sel sumsum tulang sistem pernapasan dan saluran cerna. Begitu pentingnya vitamin B12, sehingga apabila sampai mengalami defisiensi maka akan mengalami anemia pernisiosa. Gejala yang ditimbulkan oleh anemia pernisiosa adalah rasa letih dan lemah yang hebat, depresi, mengantuk, mudah tersinggung, dan pucat.

2.1.6.   Vitamin C
Fungsi vitamin C yaitu bekerja sebagai antioksidan, ikut membantu enzim dalam menjalankan fungsinya didalam metabolisme tubuh, membantu dalam membentuk kolagen, metabolisme protein, mempercepat penyembuhan luka, membantu penyerapan zat besi, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap bahaya infeksi, dan mencegah kanker.

2.1.7.    Vitamin D
Vitamin D memberikan andil yang besar dalam kehamilan, sehingga apabila seorang ibu mengalami defisiensi vitamin D selama kehamilan maka akan mengakibatkan gangguan metabolisme kalsium pada ibu dan janin. Kejadian ini biasanya dialami oleh ibu yang bermukim ditempat yang mendapatkan sinar matahari, sehingga sintesis vitamin D oleh kulit tidak terjadi. Di Amerika sumber vitamin D berasal dari susu yang telah ditambahkan vitamin D.

2.2.         Asam Folat
Sekitar 24-60% wanita kekurangan asam folat baik di Negara berkembang ataupun Negara maju. Asam folat merupakan jenis vitamin yang masuk kedalam vitamin B9, dan termasuk vitamin larut air, sehingga tidak dapat disimpan dalam tubuh. Kekurangan asam folat yang parah dapat mengakibatkan anemia megaloblastik, karena asam folat berfungsi dalam metabolisme makanan menjadi energi, pematangan sel darah merah, sintesis DNA,dan  pertumbuhan sel.

2.3.          Mineral dan Air
Terdapat berbagai macam jenis mineral yang dibutuhkan, mineral ini tidak disintesis sendiri oleh tubuh sehingga harus mengonsumsi makanan yang mengandung mineral untuk memenuhinya. Walaupun mineral yang dibutuhkan oleh tubuh sedikit tetapi memiliki peran yang penting. Jenis mineral yang banyak dibutuhkan oleh ibu hamil adalah kalsium, fosfor, magnesium, besi, dan yodium. Terdapat 65% air yang terdapat dalam tubuh. Air merupakan komponen yang paling penting yang berasal baik berasal dari makanan maupun minuman. Kehilangan air dapat terjadi melalui urine, feses, keringat, dan udara pernapasan
Ada macam- macam jenis mineral yang dibutuhkan selama kehamilan, antara lain:

2.3.1.     Kalsium
Konsentrasi kalsium serum pada janin lebih besar dari pada ibu. Kalsium pada fetus digunakan untuk pembentukan tulang. Pada dasarnya setengah
kalsium dalam darah bersama albumin turun selama kehamilan. Kalsium mengandung mineral yang penting untuk perumbuhan janin dan membanu kekuatan kaki dan punggung.

2.3.2.     Phosphor
Phosphor sangat penting untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan sumber asupan ini akan mengakibatkan pengambilan simpanan pada ibu, dan penurunan kesehatan ibu. Fosfor yang dikonsumsi kemudian diambil dari tulang ibu hamil dan selanjutnya ditansfer ke janin.

2.3.3.     Besi
Besi berfungsi sebagai pertumbuhan tulang janin bersama dengan kalsium dan protein. Besi juga berfungsi untuk mengebangkan jaringan tisu, terutama otak dan jenis kelamin. Besi adalah komponen pembentuk hemoglobin darah yang berfungsi mengangkut oksigen. Besi juga dibutuhkan untuk kekebalan janin terhadap berbagai penyakit infeksi, membantu pertumbuhan dan perkembanan otak janin dan daya tahan ibu.
2.3.4.     Magnesium
Janin memerlukan 1 gr magnesium. Konsentrasi magnesium meningkat selama kehamilan dengan RDA 320 mg dan 50% dari magnesium diserap oleh ibu. Magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak.

2.3.5.     Yodium
Menurut Arisman (2010), kekurangan yodium selama hamil mengakibatkan janin mederita hipotiroidisme yang selanjutnya berkembang menjadi kretinisme karena peran hormon tiroid dalam perkembangan dan pematangan otak menempati posisi strategis.







B.           Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Hamil dan Janin
            Status gizi ibu yang rendah dapat dipengaruhi oleh:

1.      Keadaan Sosial dan Ekonomi
Keadaan ini dikaitkan dengan adanya kemiskinan dari suatu keluarga akibat dari rendahnya pendidikan, sehingga tingkat konsumsi pangan dan gizi menjadi rendah, buruknya sanitasi dan hygiene. Pengaruh keadaan sosial dan ekonomi terhadap status gizi ibu hamil adalah, apabila seseorang dengan keadaan ekonomi yang berkecukupan maka kemungkinan besar akan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, apalagi dengan adanya pemeriksaan secara rutin, maka kecukupan makanan yang dikonsumsi akan jelas terpantau.

2.      Kebiasaan dan Pandangan Wanita terhadap Makanan
Wanita yang sedang hamil dan berkeluarga biasanya akan memerhatikan kecukupan gizi dari anggota keluarga yang lain. Padahal ibu hamil sendiri itulah yang seharusnya mendapatkan perhatian tentang gizi itu sendiri dan penanganannya harus serius mengenai penambahan gizi yang dibutuhkan.

3.        Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan
Pengetahuan yang dimiliki oleh sorang ibu akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan dan juga akan berpengaruh pada perilakunya. Ibu dengan pegetahuan gizi yang baik kemungkinan akan memberikan gizi yang cukup pada bayinya hal ini lebih penting lagi apabila ibu memasuki masa ngidam, yang biasanya perut enggan dimasuki makanan apapun yang bergizi, karena rasa mual yang dirasakan, justru akan memilih makanan dengan rasa segar dan asam. Walaupun dalam kondisi yang demikian apabila seorang ibu memiliki pengetahuan yang baik maka ibu tersebut akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan gizinya dan juga bayinya.

4.            Jarak Kelahiran yang Terlalu Dekat
Jarak antara dua kelahiran yang terlalu dekat atau kurang dari setahun dapat menyebabkan buruknya status gizi ibu hamil, sehingga beresiko untuk melahirkan bayinya dengan berat badan lahir rendah atau bayi premature.

5.            Usia Kehamilan Pertama
Ibu hamil yang memiliki usia muda atau remaja cenderung memiliki berat badan yang kurang selama hamil. Selain itu tubuh remaja yang sudah mengalami kehamilan pada umumnya belum terlalu matang untuk kondisi yang demikian. Hal tersebut dapat mengakibatkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan lahir rendah atau BBLR, selain itu pula ibu akan mengalami kesulitan pada saat melahirkan. Usia 25- 32 tahun adalah usia yang paling baik untuk hamil dan menjalani proses melahirkan.
Semakin muda ataupun semakin tua usia ibu hamil akan berpengaruh terhadap gizi yang diperlukan. Usia muda memerlukan tambahan gizi yang cukup banyak karena selain digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri juga harus berbagi dengan janin yang sedang berada dalam kandungan. Sedangkan usia ibu yang tua juga memerlukan energi yang besar karena organ yang terdapat dalam tubuh sudah melemah dan diharuskan untuk bekerja secara maksimal, maka memerlukan tambahan energi yang cukup guna mendukung kehamilan yang sedang berlangsung.

6.            Status Kesehatan
Status kesehatan seseorang mungkin memengaruhi tergadap nafsu makannya. Seorang ibu yang dalam keadaan sakit otomatis akan memiliki nafsu makan yang berbeda dengan ibu yang dalam keadaan sehat. Namun setiap ibu harus selalu ingat bahwa gizi yang akan ia dapatkan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dua orang, yaitu ibu hamil itu sendiri dan sang calon bayi.

C.       Bahan Makanan yang Cocok untuk Ibu Hamil
1) Bahan Makanan yang Dianjurkan
Seorang wanita harus memenuhi kebutuhan gizinya yang cukup untuk diri dan bayinya. Ibu hamil memerlukan nutrisi yang lebih banyak untuk memenuhi gizi keduanya, berikut ini merupakan daftar AKG gizi ibu hamil dan sumber bahan pangannya:

Kebutuhan
Banyaknya
Sumber
Kalori, kkal
2535
Lemak,karbohidrat,protein(nasi,kentang, jagung,          minyak,
lemak hewan, terigu, ubi- ubian)
Protein, gr
60
Ayam, telur, daging, ikan, susu, tempe, tahu, kacang- kacangan
Kalsium, mg
900
Ikan teri,   susu,dan         hasil olahannya, sayuran hijau kacangkacangan
Besi, gr
46
Hati, daging, beras tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau
Fosfor, mg
620
Gandum, biji bunga matahari, biji labu, beras, kacang-kacangan
Yodium, ug
175
Nanas, ikan, strawberry, sayuran hijau, kacang tanah
Seng, mg
20
Gandum, telur, jamur, daging merah, telur, ikan, biji-bijian, dan kacang-kacangan lainnya
Vitamin   C,
mg
70
Jambu biji, jeruk,nanas,semangka,mangga,papaya, apel, strowbery, asparagus, dan sayuran hijau
Asam Folat,
ug
300
Hati ayam, susu, sayuran hijau, asparagus, biji bunga matahari, jamur, kedelai, kacang polong, sereal, melon, pisang, lemon, strawberry, dan jeruk
Vitamin B12, mg
2,3
Daging,hati, susu, jamur,telur,yogurt,ikan,dan seafood
lainnya.
Vitamin  B3,
mg
10,6
Biji-bijian,brokoli,jamur,asparagus,ikan,daging,kacang
kacangan, dan sayuran hijau
Vitamin  B2,
mg
1,2
Susu          dan      produk olahannya,sayuran hijau, buah-buahan ,kacang-kacangan, biji-bijian, hati dan telur
Vitamin  B1,
mg
1,1
Daging, kacang-kacangan, biji-bijian, padi-padian, semangka, mangga, pisang, jagung, wortel, buncis, kacang panjang, dan tomat
 Vitamin    A,
Mg

700
Hati  ayam, sayuran berwarna seperti wortel, buah-buahan
berwarna merah, mentega, kuning telur, dan minyak ikan

Tabel 2.1. Daftar AKG Gizi Ibu Hamil

Jika seorang ibu hamil memiliki kekurangan terhadap asupan gizinya, maka akan berakibat buruk bagi bayi yang dikandungnya. Begitu pula apabila ibu memiliki kelebihan asupan gizi, hal itupun tidak baik bagi perkembangan sang janin.

2) Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan
Dalam memenuhi gizinya, ibu hamil harus pintar dalam mengelompokan bahan makanan yang harus dikonsumsi dan yang tidak boleh dikonsumsi. Berikut adalah bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi:
a).   Makanan yang miskin zat gizi tetapi kaya kalori, seperti gula, lemak, permen, kue-kue bermentega, dan krim kental. Bahan makanan ini dapat menyebabkan obesitas dan mengenyangkan
b).   Makanan yang mengandung garam dengan konsentrasi tinggi, seperti kornet, ikan asin, dan sayuran kalengan. Hal ini dapat memicu kenaikan tekanan darah
c).       Alkohol, kopi, dan minuman bersoda yang dapat memicu timbulnya hipertensi
d).       Makanan yang diolah tidak sempurna dan mentah. Seperti ikan salmon mentah, steak setengah matang, telur mentah atau setengah matang, dan susu segar. Makanan tersebut dikhawatirkan masih mengandung bekteri yang berbahaya, seperti bakteri Listeria monocytogenes penyebab keguguran, bakteri E. coli yang dapat merusak usus dan sel ginjal, serta bakteri Salmonella penyebab keracunan
e).    Makanan yang mengandung zat aditif sintetis, seperti penyedap rasa,    pewarna, pengawet, pemberi rasa, pemanis, dan penambah aroma (aneka            essens)
f).    Makanan yang terlalu manis

D.     Program Makanan Tambahan Pemulihan
1). Sasaran Program
Berdasarkan Depkes RI tahun 2012, Sasaran Pemberian Makanan Tambahan ibu hamil adalah ibu hamil yang berisiko KEK dengan pita LiLA < 23,5 cm. Untuk menentukan sasaran penerima PMT Pemulihan, balita dan ibu hamil dengan kriteria tersebut di atas perlu dikonfirmasi kepada Tenaga Pelaksana Gizi atau petugas puskesmas.

2). Prinsip Program Makanan Tambahan Ibu Hamil
a).   PMT Pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal dan tidak diberikan dalam bentuk uang.
b).   PMT Pemulihan hanya sebagai tambahan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh balita dan ibu hamil sasaran sehari-hari, bukan sebagai pengganti makanan utama.
c).   PMT Pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil sasaran sekaligus sebagai proses pembelajaran dan sarana komunikasi antar ibu dari balita sasaran.
d).   PMT pemulihan merupakan kegiatan di luar gedung puskesmas dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dapat diintegrasikan dengan kegiatan lintas program dan sektor terkait lainnya.
e). PMT Pemulihan dibiayai dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Selain itu PMT pemulihan dapat dibiayai dari bantuan lainnya seperti partisipasi masyarakat, dunia usaha dan Pemerintah Daerah.

E.    Pola Makan Pada Ibu Hamil
Pola makan adalah suatu informasi mengenai jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi seseorang atau sekelompok orang pada waktu tertentu, sehingga penilaian konsumsi pangan dapat berdasarkan pada jumlah maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Pola makan yang disesuaikan berkaitan lebih utama dengan waktu dan cara makan. Masalah jenis makanan dan zat nutrisi yang terkandung didalamnya adalah sebuah ketetapan yang harus dipenuhi. Tinjauan medis mengatakan bahwa sebaiknya dalam memenuhi peningkatan kebutuhan asupan gizi yang ada ibu hamil melakukannya secara bertahap. Prinsipnya makan sedikit-sedikit tetapi sering lebih diutamakan dibandingkan makan besar sekaligus. Selain itu perlu diperhatikan perubahan umum yang terjadi dalam kehamilan seperti betambahnya berat badan yang sebagian besarnya terdiri dari cairan.
Tujuan penataan gizi pada ibu hamil adalah menyiapkan:
a.  Cukup kalori, protein yang bernilai biologis tinggi, vitamin, mineral, dan cairan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi ibu, janin, dan plasenta.
b. Makanan padat kalori dapat membentuk lebih banyak jaringan tubuh bukan lemak
c.  Cukup kalori dan zat gizi untuk memenuhi pertambahan berat badan yang dianjurkan selama kehamilan
d. Perencanaan dan perawatan gizi yang diatur sedemikian rupa yang memungkinkan ibu hamil untuk memperoleh dan mencukupi kebutuhan gizinya sehingga dapat menjalani kehamilan yang seharusnya
e. Perawatan gizi yang dapat mengurangi atau menghilangkan reaksi mual dan muntah secara berlebihan
f.  Perawatan gizi yang dapat membantu pengobatan yang dapat menyulitkan selama proses kehamilan berlangsung
i.    Mendorong ibu hamil sepanjang waktu untuk menerapkan kebiasaan makan yang baik yang dapat diturunkan untuk kebiasaan anaknya kelak.

F.    Menu Seimbang untuk Ibu Hamil dan Janin
Hal yang mendasari harusnya mengonsumsi makanan seimbang pada ibu hamil adalah masa kehamilan merupakan masa terjadinya wanita dalam keadaan hamil mengalami stress fisiologis karena terdapat penyesuaian tubuh ibu terhadap perubahan fisik tubuh. Penataan makan pada ibu hamil sebenarnya sama dengan ibu yang tidak hamil, namun baik kualitas maupun kuantitasnya harus mengalami peningkatan melalui pola makan dan kebiasaan makan yang baik. Pola makan dan kebiasaan makan yang baik adalah menu makanan yang seimbang dengan jenis makanan yang bervariasi.
Dalam penyusunan menu seimbang dapat dilakukan dengan melakukan perencanaan. Yaitu:
1. Perencanaan menu seimbang bagi ibu hamil
(1)   Zat tenaga
(2)   Zat pembangun
(3) Zat pengatur
2. Persentase pembagian makanan dalam sehari
(1)   Makan pagi            : jam 07.00     : 25%
(2)   Selingan pagi        : jam 10.00     : 10%
(3)   Makan siang          : jam 12.00     : 25%
(4)   Selingan siang      : jam 15.00     : 10%
(5)   Makan malam        : jam 18.00     : 25%
(6)   Selingan malam    : jam 20.00     : 10%

G.    Pengaturan Makanan Selama Hamil
Selama masa kehamilan, sangat dibutuhkan asupan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi dan diperlukan dalam menjada kesehatan dan meningkatkan kecerdasan janin. Oleh karena itu, agar ibu dan janin tetap mendapat asupan gizi, berikut beberapa saran yang bisa dilakukan:
a)   Jangan biarkan perut kosong.
b)   Pilih makanan yang hangat- hangat karena bisa membuat lambung yang terasa perih seperti terelaksasi.
c)   Saat bangun pagi, jika belum nafsu makan, maka makanlah biscuit dan teh hangat. Namun begitu, ibu harus tetap mencoba sarapan.
d)   Bila ibu sering merasa kembung, hindari makanan yang dapat memicu kembung antara lain kacang tanah yang biasa berada didalam bumbu kacang.
e)   Batasi masakan bersantan, ketan, nangka, sayur nangka, sayur asem, buah­buahan yang asam atau dapat mengiritasi lambung.
f)    Penting untuk menghindari rokok, cuka, kopi, juga narkoba karena akan membahayakan ibu maupun janin.
g) Umumnya ibu hamil memuthkanlebh banyak darah, untuk itu ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, dan kacang-kacangan lainya, telur, ikan, daging. Jangan lupa minum obat penambah darah sesuai anjuran dokter.
h) Penting pula bagi ibu hamil untu makan buah-buahan segar seperti jeruk, apel, papaya, dan sebagainya. Buah-buahan berfungsi untuk menyuplai vitamin.
Kurang energi pada ibu hamil harus sangat dihindari dalam masa kehamilan. Hal tersebut akan memengaruh keadaan bayi kedepannya yang memungkinkan tidak sesuai harapan. Ibu hamil dan janinnya rentan terhadap dampak krisis energi yang sedang terjadi. Asupan nutrisi pada ibu hamil sangat berpengaruh pada kehamilan. Kehidupan manusia dimulai sejak berada dalam rahim ibu. Sejak saat itu, manusia kecil telah memasuki masa perjuangan hidup yang sala satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mempunyai konsekuensi kurang meguntungkan dalam kehidupan berikutnya.






















BAB III
PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN

Pernyataan yang terdapat dalam program pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat disebutkan bahwa salah satunya terfokus pada kesehatan ibu dan anak serta perbaikan gizi. Sasaran yang menjadi prioritas utama adalah golongan rawan gizi seperti ibu hamil yang mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) dan Anemia gizi. Tetapi pada penulisan makalah, penulis hanya menekankan pada permasalahan golongan rawan gizi ibu hamil yang mengalami KEK dan anemia gizi.
Sejatinya, ibu hamil yang sehat dan cukup gizi tentunya akan menghasilkan bayi yang sehat pula serta memiliki kematangan organ yang sesuai dan tidak memberikan cacat seumur hidup bagi janin dalam kandungannya. Sumber daya manusia ibu hamil yang cukup gizi dan berkualitas sangat diperlukan untuk membangun Indonesia pada umumnya dan menjadi generasi penerus kebanggaan bagi masyarakat Indramayu dimasa yang akan datang. Sedangkan ibu hamil yang mengalami KEK cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah, kondisi bayi dengan berat badan rendah dapat terjadi karena akibat prematur ataupun pertumbuhan janin yang terhambat. Hal tersebut berpengaruh terhadap kualitas bayi yang dilahirkan karena dapat memiliki beberapa kekurangan, yaitu bayi akan mengalami BBLR, PJT, cacat bawaan, atau organ yang tidak berfungsi secara maksimal.
Keadaan ibu hamil dengan KEK maupun BBLR tersebut dapat diantisipasi dengan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan pegaturan pola makan. Pengaturan pola makan disini berdasarkan pada bagaimana ibu mengatur jumlah dan jenis bahan makanan yang dikonsumsi dalam beberapa waktu. Karena pada dasarnya apabila ibu hamil masih bekerja maka ibu akan memilih bahan makanan yang cepat dalam pengolahannya dan apabila ibu mempunyai anak maka akan mengutamakannya dibandingkan dengan makanan yang dibutuhkannya sendiri. Karena apabila ibu mengonsumsi suatu zat gizi lebih
atau kurang dengan anjuran yang ditetapkan maka akan sangat berpegaruh terhadap tumbuh kembang dan pertumbuhan janin.
Penulis menilai pentingnya memberikan informasi mengenai syarat makanan sehat bagi ibu hamil agar janin yang dikandungnya mendapatkan asupan gizi yang baik, antara lain:
  • Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu hamil dan pertumbuhan bayi
  • Menyediakan semua kebutuhan ibu hamil dan janin (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral)
  • Mendukung metabolisme tubuh ibu hamil dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.

Penulis menyadari, dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi, maka hal tersebut memberikan sebuah ultimatum bagi penulis maupun bagi institusi kami di UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu agar secara komprehensif melakukan tindakan-tindakan dan langkah-langkah untuk menunjang dan melaksanakan amanah dari peraturan perundang-undangan tersebut. Untuk itu baik secara pribadi maupun secara institusi akan melakukan beberapa langkah-langka, antara lain:
a.     penyelengaraan dan fasilitasi gizi bagi ibu hamil;
b.     penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk bagi ibu hamil;
c.      memenuhi kecukupan dan perbaikan gizi pada masyarakat terutama pada keluarga miskin, rawan gizi, dan dalam situasi darurat berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
d.     meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi bagi ibu hamil melalui kelas ibu hamil , dan
e.      Membuat Peraturan Daerah ataupun Peraturan Bupati/Keputusan Bupati mengenai Upaya Perbaikan Gizi untuk kelompok rawan gizi khususnya untuk ibu hamil, sesuai dengan tema makalah yang penulis buat,
Hal ini tentunya harus di sinkronisasikan dan diselarakan dengan seluruh isi dan pasal-pasal yang tertuang dalam Permenkes Nomor 23 Tahun 2014, sehingga tidak terjadi kontradiksi dalam hal kewenangan dan otoritas yang di miliki oleh Pemerintah Daerah sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Dengan adanya Peraturan Daerah / Peraturan Bupati / Keputusan Bupati tersebut, penulis menganggap bahwa dalam menjalankan tugas fungsi kedepannya akan memiliki payung hukum yang jelas dalam melaksanakan implementasi dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014.
Tentunya hal tersebut tidak mudah, namun penulis berkeyakinan apabila ada kemauan dari seluruh stakeholder insya allah akan terwujud suatu Peraturan Daerah / Peraturan Bupati / Keputusan Bupati yang mengatur secara khusus dan spesifik tentang berbagai program peningkatan gizi di wilayah Kabupaten Indramayu.
Penulis menyadari, untuk melaksanakan hal tersebut tentunya penulis dan seluruh stakeholder harus memiliki data-data statistik kelompok rawan gizi serta harus memiliki standar angka kecukupan gizi yang akan dicapai, dan tentunya hal tentunya dibutuhkan perhitungan dan perencanaan yang matang dan cermat dalam hal penyediaan pangan /gizi bagi ibu hamil dengan mencantumkan informasi nilai gizi pada label pangan untuk asupan tambahan gizi bagi ibu hamil.
Sebagai informasi, penulis saat ini bekerja sebagai Bidan pada UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu, yang dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya seringkali berhadapan dengan permasalahan ibu hamil. Ada 2 hal utama yang seringkali terjadi permasalahan pada ibu hamil yatiu permasalahan Kurang Energi Kronis (KEK) dan ibu hamil anemia gizi. Saat ini penulis memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai  ibu hamil yang anemia gizi dan terdata oleh penulis sampai dengan bulan April 2017 tercatat sebanyak 37 ibu hamil yang menderita anemia gizi.
Penulis sampai saat ini hanya mampu melakukan tindakan penanganan yang ringan dengan  memberikan tablet tambah darah dan tambah asupan gizi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) misalnya berupa biscuit, susu, kacang hijau ataupun makanan bergizi lainnya dan memberikan bimbingan dan penyuluhan melalui kelas ibu hamil. Selebihnya penulis hanya mampu memberikan rujukan dan memberikan informasi, padahal untuk kasus-kasus tersebut seharusnya penulis melakukan tindakan kuratif berupa tindakan pengobatan. Penulis menyadari betul, kemampuan yang belum maksimal dalam melakukan tindakan kuratif (pengobatan) bagi ibu hamil. Hal tersebut menjadi keprihatinan bagi penulis, untuk itulah penulis mengangkat tema ini agar dapat menjadi motivasi bagi penulis melalui sumbangan pemikiran agar dapat di respon oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk membuat suatu regulasi daerah yang selaras dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014.

Gambar 3.1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
berupa Biskuit bagi Ibu Hamil

Selain dari itu penulis juga melakukan penyuluhan dan motivasi pada ibu hamil melalui kunjungan rumah dan kelas ibu hamil serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Aktivitas lainnya yang juga penulis lakukan yaitu, melakukan pelayanan di posyandu-posyandu, pembinaan kader-kader posyandu dan memberikan rujukan ke puskesmas/Rumah Sakit (RSUD) bagi ibu hamil yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Gambar 3.2. Pelayanan Pemeriksaan Pada Ibu Nifas
dan Pemantauan Gizi Ibu Nifas


Gambar 3.3. Pelayanan Posyandu untuk Ibu Hamil dan Balita
Gambar 3.4 Kelas Ibu Hamil


Gambar 3.5. Pemantauan Rutin terhadap Gizi Ibu Hamil

Gambar 3.6. Kelas Ibu Hamil dan Bimbingan untuk Para Kader Posyandu

Permasalahan yang seringkali muncul terkait tingginya angka KEK dan anemia gizi di wilayah kerja UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu adalah karena tingkat kesadaran dan ketaatan yang rendah bagi ibu-ibu hamil dalam melaksanakan saran dan arahan yang telah disampaikan oleh para petugas kesehatan berkaitan dengan gizi ibu hamil. Selain itu juga seringkali terjadi permasalahan akibat penyimpangan perilaku sosiial yang mengakibatakan Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), sehingga ibu hamil cenderung menyembunyikan kehamilannya sehingga berdampak pada janin dan gizi ibu hamil.

ambar 3.7. Bayi Cacat Akibat KTD dan kurang gizi saat  Ibu Hamil


Rendahnya dukungan dari suami/keluarga dalam memberikan dukungan berupa asupan gizi yang cukup juga memicu tingginya angka KEK dan Anema gizi bagi ibu hamil. Selain itu juga rendahnya tingkat ekonomi ibu hamil merupakan faktor lain yang mengakibatkan tingginya angka KEK dan anemia gizi.
Memperhatikan hal tersebut, penulis mencoba melakukan beberapa langkah-langkah berupa tindakan, dan program kerja yang nantinya akan dipublish secara konyinyu melalui secara online melalui website dari UPT Puskesmas Margadadi.
Penulis mencoba memberikan gambaran informasi mengenai upaya-upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan perbaikan gizi bagi ibu hail, antara lain :

1. Upaya promotif
Yaitu upaya promosi kesehatan yang di tujukan untuk meningkatkan status gizi  atau derajat gizi yang optimal, sasarannya adalah kelompok ibu hamil. Tujuannya agar Ibu hamil mampu meningkatkan gizi nya, sehingga kelompok ibu hamil yang sehat akan meningkat dan kelompok ibu hamil kurang gizi akan menurun. Salah satu bentu bentuk kegiatannya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara asupan gizi dan makanan tambahan untuk meningkatkan kadar gizi bagi ibu hamil maupun janinnya.
Untuk, itu harus dillakukan beberapa pelatihan bagi penulis dan rekan-rekan penulis yang agar menambah wawasan bagi penulis, antara lain pelatihan berupa :
    


Melakukan Pelatihan-Pelatihan :
1. Pelatihan kelas ibu hamil
2. Pelatihan  konseling Ibu Hamil
3. Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Janin
4. Pelatihan Tatalaksana Gizi Buruk
5. Pelatihan pengelolaan Program Gizi Puskesmas
6. Dan beberapa pelatihan gizi lainnya yang dilakukan untuk meningkatkan      kemampuan bidan dalam melaksanakan program gizi bagi ibu hamil

Membuat Pedoman Program Gizi
Pedoman-pedoman yang harus dimiliki oleh oleh bidan /petugas gizi Puskesmas adalah :
1. Buku Surveilans Gizi
2. Buku Pegangan Kader Posyandu
3. Buku Manajemen pemberian Vitamin A
4. Buku Manajemen Pemberian Tablet Fe
5. Buku Pedoman Pemberian ASI
6. Buku Pedoman Pemberian Garam Beryodium
7. Buku Standar Pemantauan Pertumbuhan Janin

Membuat catatan Output Program Gizi
Beberapa Output dari Program Gizi adalah
1. Jumlah Ibu Hamil dari  keluarga miskin
3. Jumlah Ibu Hami Balita yang mendapatkan Kapsul Vitamin A
4. Jumlah  Ibu Hamil yang mendapatkan tablet F3 dengan 90 tablet selama          kehamilan.
5. Gambaran Status Gizi Janin
6. Gambaran Konsumsi Gizi
7. Gambaran penggunaan Garam Beryodium
8. Laporan hasil Investigas dan Intervensi Gizi buruk. Dan beberapa laporan         lainnya.
Selain itu juga, menurut penulis menyarankan sebaiknya Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu khususnya di UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu memiliki Program penanggulangan gizi buruk bagi ibu hamil melalui Program Jangka Pendek, Menengah dan Panjang, yaitu :



Jangka pendek
a.    Upaya pelacakan kasus melalui penimbangan bulanan di posyandu
b.    Rujukan kasus KEP dengan komplokasi pengakit di RSUD
c.    Pemberian asupan gizi bagi ibu hamil di usia kehamilan 0-6 bulan
d.    Pemberian kapsul vitamin A
e.    Pemberian makanan tambahan (PMP)
f.     Pemulihan bagi ibu hamil gizi buruk dengan lama pemberian 3 bulan
h.    Promosi makanan sehat dan bergizi bagi ibu hamil

Jangkah menengah
a.    Revitalisasi Posyandu
b.    Revitalisasi Puskesmas
c.    Revitalisasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

Jangkah panjang
a.    Pemberdayaan masyarakat menuju Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
b.    Integrasi kegiatan lintas sektoral dengan program penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan.

2. Upaya preventif
Yaitu upaya promosi perbaikan gizi yang dilakukan bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya KEK dan Anemia Gizi. .Sasarannya adalah kelompok ibu-ibu hamil rawan gizi, tujuannya untuk mencegah kelompok ibu-ibu hamil rawan gizi agar tidak jatuh atau menjadi sakit, bentuk kegiatannya adalah dengan melakukan imunisasi, pemeriksaan antenatal care, postnatal care, perinatal, dan neonatal.

3. Upaya kuratif
Yaitu upaya promosi perbaikan gizi untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan, sasarannya adalah kelompok ibu-ibu hamil rawan gizi terutama penyakit kronis, tujuannya agar mampu mencegah penyakit tersebut tidak lebih parah, bentuk pengobatannya adalah melalui pengobatan.

Penulis seringkali berhadapan dengan permasalahan ibu-ibu hamil terutama terkait dengan KEK dan Anemia Gizi. Agar tidak terjadinya kesalahan yang fatal dalam mengambil tindakan-tindakan, penulis mengenali mengenali dulu tanda-tanda gizi buruk bagi ibu hamil, antara lain:
a.    Wajah seperti orang tua
b.    Sering disertai: penyakit infeksi (diare, umumnya kronis berulang, TBC)
c.     Tampak sangat kurus (tulang terbungkus kulit)
d.    Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgar-baggy pants)
e.    Perut cekung
f.     Iga gambang
g.    diare kronik atau konstipasi (susah buang air)

4. Upaya rehabilitatif
Yaitu upaya promosi perbaikan gizi  untuk memelihara dan memulihkan kondisi atau mencegah kecacatan, sasarannya adalah kelompok ibu-ibu hamil kurang gizi yang baru sembuh dari penyakit, tujuannya adalah pemulihan dan pencegahan agar tidak terjadi kecacatan bagi janinnya. Setelah dilakukan rehabilitatif, penulis tanda-tanda kecukupan gizi pada ibu hamil, antara lain :
a.    Berat badan normal sesuai tinggi dan bentuk tubuh
b.    Postur tegak, tungkai dan lengan lurus
c.    Pencernaan nafsu makan baik
d.   Jantung detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai dengan usia
e.   Otot kenyal, kuat, sedikit lemak dibawah kulit
f.    Syaraf perhatian baik, tidak mudah tersinggung, refleks normal serta mental stabil
g.   Vitalitas umum, ketahanan baik, energik, cukup tidur dan penuh semangat
h.   Tungkai kaki  tidak bengkak, normal.
i.     Keadaan umum responsive dan gesit
j.    Rambut menkilat, kuat, tidak mudah rontook, kulit kepala normal
k.   Kulit liciin, lembab dan seegar
l.    Muka dan leher warna sama, licin, tampak sehat, segar
m.  Bibir licin, lembab, tidak pucat, tidak bengkak
n.   Mulut tidak ada luka, selaput merah
o.  gusi merah normal, tidak ada pendarahan
p.  Lidah merah norrmal. Licin tidak ada luka
q.  Gigi tidak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, bersih, tidak ada pendarahan, lurus         dagu normall
r.    Mata bersinar, bersih, konjungttiva tidak pucat, tidak ada pendarahan
s.   Kelenjar tidak ada pendarahan dan pembesaran
t.    Kuku keras dan kemerahan

Setelah 4 tahapan tersebut dilakukan ( Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif) , penulis berharap tidak ada lagi ibu-ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia Gizi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Margadadi Kecamatan Indramayu. Penulis berharap dengan hadirnya makalah ini akan membuka wawasan khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Selain itu juga penulis sangat mengharapkan peran aktif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk segera membuat regulasi sebagai tindak lanjut dari implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi.
Semoga dengan hadirnya makalah ini, membuat kita semua sadar begitu pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil, agar terciptanya generasi penerus bangsa yang memiliki kesempurnaan fisik dan kecerdasan otak sehingga mampu mengangkat martabat bangsa dan negara dapat sejajar dengan bangsa di negara-negara maju lainnya.

























BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari makalah diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya perbaikan gizi ibu hamil melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan kelas ibu hamil dapat dilakukan dengan cara :
1.    Memberikan kesadaran bagi ibu hamil agar meningkatkan asupan gizi  baik berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin ataupun asupan gizi lainnya;
2.    Memberikan penyuluhan dan bimbingan bagi ibu hamil dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi melalui kegiatan kelas ibu hamil;
3.    Tradisi kuno masyarakat yang melarang bagi ibu-ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan tertentu yang membuat ibu hamil kurang gizi, hendaknya mulai ditinggalkan;
4.    Asupan gizi bagi ibu hamil sangat berpengaruh erat dengan janin yang dikandungnya agar bayi yang dilahirkan tidak mengalami cacat bawaan, oleh karenanya ibu hamil harus mampu meningkatkan pemberian makanan sehat dan menghindarkan diri dari makanan-makanan yang dappat memberikan efek negatif bagi janin yang dikandungnya;

B.     Saran
1. Diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya bidan ( sebagai profesi dari penulis) agar dapat memberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan melalui kelas ibu hamil mengenai gizi seimbang pada masa kehamilan agar dapat mengurangi kekurangan gizi pada ibu hamil.
2.  Bagi ibu hamil agar rajin memeriksakan kehamilannya secara rutin (minimal 1 bulan sekali) untuk menjaga agar kenaikan berat badan tetap terjaga dengan cara menimbangs badan.
3.  Ibu hamil sebaiknya selalu mengkonsumsi setidaknya dua gelas susu sehari atau santaplah hasil produksi ternak lainnya.
4. Bagi ibu hamil sebaiknya makan makanan yang benar-benar bergizi agar ibu dan janinnya selalu sehat, melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
5. Sebaiknya ibu hamil segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat jika terjadi tanda-tanda komplikasi kehamilan agar dapat segera memperoleh penanganan.
Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

1 komentar: