WIWIN NURYANTI



PERANAN WANITA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PROFESSIONALISME GURU HONORER MELALUI
PENDIDIKAN KARAKTER DI KECAMATAN TERISI

Oleh :

WIWIN NURYANTI



BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang

Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Kita sadari, bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis, sebab sampai kapanpun posisi atau peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun, mengapa? Karena, guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan lainnya.Banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dan sukses kelak. Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu, guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benar menjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya.Hakikat profesi guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan.

Wanita harus mempunya peran penting dalam kehidupan. Wanita harus berani tampil dengan gagasan-gagasan yang genius, jangan sampai ada sikap skeptisme terhadap wanita. Sementara persaingan global, menuntut anak bangsa untuk mampu memberikan ide-ide yang konstruktif. Ide bukan hanya untuk dirinya, golongannya melainkan untuk semuanya. Untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara, terlebih untuk wilayah yang kita tinggali khusunya Kecamatan Terisi.
B.      Rumusan Masalah
C.      Tujuan


     


 BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Peranan Wanita dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru
Untuk meningkatkan mutu sekolah memerlukan sekurang-kurangnya dua syarat yang tidak boleh tidak dipenuhi, pertama, penguasaan teori pendidikan modern, yaitu teori yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kedua, ketersediaan dana yang cukup. Sebagai seorang guru yang haruslah menguasai teori pendidikan dalam mendidik anak. Tapi bukan hanya menguasainya saja melainkan juga dapat mengaplikasikan ke berbagai bentuk. Salah satu bentuk teori adalah profesionalisme seorang guru. Dalam islam pekerjaan harus dilakukan secara professional, dalam arti harus dilakukan secara benar, (Dr. AhmadTafsir.113). 
Secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjutan dalam science dan teknologi yang digunakan sebagai perangkat dasar untuk diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan yang bermanfaat, dalam aplikasinya menyangkut aspek-aspek yang lebih bersifat mental daripada yang bersifat manual work. Sedangkan profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Orang yang profesional adalah orang yang memilliki profesi. Profesi itu sendiri ialah merupakan panggilan hidup dan keahlian seperti yang dikatakan oleh Waterink. Guru yang profesional adalah guru yang sadar akan menjadi pendidik dan memiliki dasar utama yaitu, "Rouping" atau panggilan hati nurani. 
Suatu bidang disebut profesi apabila memiliki cirri-ciri yakni "dedikasi" dan "keahlian". Menurut Mukhtar Luthfi dari Universitas Riau (lihat mimbar,3,1984:44), seorang disebut memiliki profesi bila ia memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) profesi harus mengandung keahlian, 2) profesi dipilih karena panggilan hidup dan dijalani sepenuh waktu, 3) profesi untuk masyarakat bukan untuk diri sendiri, 4) profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal, 5) profesi harus mempunyai klien yang jelas, yaitu orang yang membutuhkan layanan. Dari kriteria-kriteria diatas jelaslah bahwa profesionalisme seorang guru tidak dapat dianggap remeh dalam proses peningkatan mutu pendidikan. 
Mau diapakan siswa dan seperti apa siswa kelak, itu semua ada di tangan para guru. Hendaknya kita sadar akan pentingnya profesi guru. Guru tidak hanya sekedar memberi ilmu saja, akan tetapi mampu mendidik akhlak siswa, mampu membimbing siswa untuk menemukan bakat dan kemampuannya, mengajari siswa untuk bersosialisasi dan bisa mengarahkan siswa untuk mencapai cita-citanya. Seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang guru hendaknya “ ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,“ di mana guru harus dapat menempatkan diri sebagai teladan, penasihat, pembimbing dan motivator bagi anak didiknya. Tugas guru bukanlah tugas yang ringan karena di tangan kitalah nasib generasi penerus bangsa dipertaruhkan.
Peran wanita sebagi sebagai seorang guru, tentu ini merupakan tugas yang sangat berat, terlebih harus dihadapkan pada masalah pendidikan yang semakin kompleks. Banyak anak-anak sekarang yang masih dalam usia sekolah harus berhadapan dengan hukum. Tentu ini ada penyebab yang mengakibatkan hal demikian. Salah satu di antaranya adalah kemunduran karakter. Karakter anak sudah diracuni oleh media cetak dan elektronik yang sudah tak terbendung dampak negatifnya. Naluri wanita yang mengandalkan perasaan, harus memeras keringat memikirkan hal tersebut. Namun hal ini bukan merupakan sebuah masalah yang harus dihindari. Justru ini merupakan tantangan yang harus dihadapi, agar kita bisa membuktikan bahwa wanita pun sanggup menyelesaikan masalah yang serupa dengan dengan yang dihadapi oleh kaum pria.
Sebagai sebuah bentuk pengabdian seorang guru honorer, tentu tidak melihat berapa gaji yang diberikan setiap bulan. Karena kami sadar, tanggung jawab ini bukan hanya milik guru yang sudah berstatus pegawai negeri saja tetapi ini adalah tanggung jawab kita semua yang mempunyai prinsip yang kental dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun kita tidak tahu, apakah nasib guru honorer ke depan akan diberikan penghargaan yang tinggi melalui pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa kesulitan dalam “administrasi”. Dan kami rasa ini adalah manusiawi, seperti sebuah ungkapan dalam bahasa jawa, “jer basuki mawa beya”
C.      Pendidikan Karakter
Kemorosotan moral anak didik,  memaksa kita untuk lebih berperan akitif dalam pengajaran dan pendidikan. Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) adalah kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo-Juyuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berifikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik.  Nilai-nilai PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas.
Penguatan karakter ini juga selaras dengan motto Pemerintahan Kabupaten Indramayu, yang sudah berjalan jauh sebelum gerakan tersebut  lahir, yakni REMAJA (religius, maju, mandiri dan sejahtera). Dengan mendukung motto tersebut, dengan sendirinya program pencapaian anak didik yang berkarakter kuat, berakhlak mulia akan bisa terwujud.
Tidak salah, jika selama ini Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menggembor-gemborkan motto tersebut, karena ini adalah buah pemikiran yang genius yang bisa dicontoh oleh pemerintahan kabupaten/kota lain di Indonesia.

D.     Profesionalisme Guru Honorer di Kecamatan Terisi
Kemampuan, keahlian atau sering disebut dengan kompetensi profesional guru sebagaimana dikemukakan oleh Piet  A. Sahartian dan Ida Alaida adalah ‘’kompetensi profesional guru yaitu kemampuan penguasaan akademik atau mata pelajaran yang diajarkan dan terpadu dengan kemampuan mengajarnya sekaligus sehingga guru itu memiliki wibawa akademis.
Pada dasarnya, terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru  ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Pada hakikatnya guru merupakan profesi, yang mana profesi itu sendiri merupakan pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus, yang bertujuan memberi pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan mendapat imbalan tertentu .Sedangkan profesional sering diartikan sebagai suatu keterampilan teknis yang berkualitas tinggi yang dimiliki oleh seseorang. (Iskandar,2009)
Berangkat dari profesionalisme guru itu sendiri, kita sadar akan tugas yang harus diemban dan dilaksanakan di wilayah sekitar, dalam hal ini adalah di Kecamatan Terisi. Berbagai upaya telah dilakukan agar pendidikan di Kecamatan Terisi dari tahun ke tahun harus mengalami peningkatan. Sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Terisi bekerja sama dengan pihak terkait, misalnya UPTD Pendidikan, pemerintah desa, dan stake holder yang peduli dengan pendidikan bersinergi secar maksimal agar angka DO, tidak melanjutkan sekolah, kenakalan remaja bisa ditekan semaksimal mungkin agar tujuan pendidikan dapat tercapai sebagaimana tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan bangsa.
Guru honorer diberikan kepercayaan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan professional. Kompetensi dalam pekerjaan didapatkan melalui seminar-seminar, diklat dan kegiatan lain yang bersifat pro akktif dalam pendidikan.

BAB III
PENUTUP


A.     Kesimpulan
Peranan wanita dalam meningkatkan profesionalisme guru sangat penting artinya bagi dunia pendidikan. Wanita diberikan tempat yang sepadan dalam setiap kegiatan pendidikan. Banyak wanita yang kompeten dalam menangani hal-hal yang dihadapi kaum pria.
Guru honorer mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama dengan guru yang sudah meiliki status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab itu adalah resiko dari sebuah pekerjaan yang dipilih. Tentu saja, untuk menjadi guru yang professional harus melalui berbagai tahapan yang konstruktif agar tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-udndang Dasar 1945 dapat tewujud.

B.      Saran
Untuk mewujudkan cita-cita mulia dalam bidang pendidikan, tentu saja diperlukan upaya sinergis yang kuat. Untuk itu kami menyarankan kepada berbagai pihak yang berkompeten dalam kebijakan, agar guru,  khususnya guru honorer yang sudah berperan ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagi tenaga pendidik mendapatkan dukungan penuh dalam setiap langkah positif dan konstruktif agar peranan wanita mendapat penghargaan yang layak baik dalam bidang material  maupun immaterial.








Top of Form
Bottom of Form



Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar