UPAYA
PENANGANAN IBU HAMIL RESTI DALAM RANGKA
MENURUNKAN
ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI,
KELAS
IBU HAMIL RESTI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS
JATIBARANG TAHUN 2017
Oleh:
HERNI
MARLIAH
Sejak
2007, Indonesia tercatat sebagai negara dengan angka kematian ibu (AKI)
tertinggi di Asia Tenggara (UNFPA, 2013) dengan 228 kematian per 100.000
kelahiran hidup. Lima tahun kemudian, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
(2013) menunjukkan AKI di Indonesia berada pada angka 359 kematian per 100.000
kelahiran hidup. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari target kelima Millenium
Development Goals, yaitu pada 2015 mencapai 102 kematian per 100.000 kelahiran
hidup
Badan
dunia, United Nation Development Program, (Report 2015) meluncurkan kajian
Human Development Report 2015. Dalam indikator maternal mortality (kematian ibu
melahirkan) Indonesia berada pada posisi 190 (kematian) per 100.000
(kelahiran). Pemerintah melalui Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
2012 menyebut angka AKI di Indonesia masih 359 per 100 ribu kelahiran.
Target
AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran
hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) (yang berkaitan dengan kehamilan,
persalinan, dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih
cukup jauh dari target yang harus dicapai pada tahun 2015. Banyak Negara tidak
bisa mencapai sasaran yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals (MDGs)
seperti halnya Indonesia.
Terdapat empat persoalan menjadi
penyebab tingginya AKI. Hal tersebut mencakup hamil terlalu muda dalam usia
kurang dari 20 tahun, terlalu tua dalam usia lebih dari 35 tahun, terlalu rapat
dengan jarak kehamilan kurang dari tiga tahun, dan terlalu sering dengan anak
lebih dari dua. Selain empat persoalan terlalu tersebut, masih ada tiga
terlambat yang menyebabkan AKI masih tinggi. Hal tersebut mencakup terlambat
mengenal tanda bahaya, ambil keputusan, dan menuju fasilitas kesehatan. Faktor
medis tak menjadi penyebab tunggal dalan empat terlalu dan tiga terlambat.
Angka kematian Ibu dan Bayi di Jawa
Barat masih tinggi, tahun 2015 kematian ibu mencapai 823 orang dengan kematian ibu
hamil dan persalinan dan angka kematian bayi mencapai 4.124 kasus bayi. (sumber
: Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat). Kabupaten Indramayu selama tahun 2015 jumlah
kematian ibu ada 57 orang kasus dan kematian bayi ada 200 bayi kasus dan pada
tahun 2016 jumlah kematian ibu ada 43
orang kasus dan jumlah kematian bayi ada 198 kasus bayi sedangkan di wilayah
kerja Puskesmas Jatibarang jumlah kematian ibu pada tahun 2015 tidak ada kematian (nol) dan jumlah kematian bayi ada 2 kasus
bayi itupun dengan kelainan conginental (kelainan bawaan) , sedangkan tahun
2016 jumlah kematian ibu tidak ada kematian (nol) dan jumlah kematian bayi ada
2 kasus bayi dengan IUFD (Intra Uterine
Fetal Deadth) bayi meninggal di dalam rahim.
Dari uraian di atas mengingat masih
tingginya kematian ibu dan bayi, maka penulis tertarik untuk membuat makalah
dengan judul Upaya Penanganan Ibu Hamil Resti dalam rangka menurunkan
Angka Kematian Ibu dan Bayi, Kelas Ibu Hamil Resti di wilayah kerja Puskesmas
Jatibarang Tahun 2017.
Tujuan Umum
Untuk
mengetahui Upaya Penanganan Ibu Hamil resti dalam rangka menurunkan Angka
Kematian Ibu dan Bayi, kelas ibu hamil resti di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang Tahun
2017..
Tujuan Khusus
1.
Untuk
mengetahui upaya kegiatan menurunkan kematian ibu
2.
Untuk
mengetahui upaya kegiatan menurunkan kematian bayi
3.
Mamapu
melakukan kegiatan upaya menurunkan kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas
Jatibarang tahun 2017
Manfaat
1.
Bagi Bidan
Melatih
keterampilan dan kemampuan dan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja
bidan di masa yang akan datang serta sebagai bahan evaluasi dan menilai
kemampuan bidan agar lebih berkompeten dalam memberikan pelayanan yang bermutu
kepada ibu hamil.
2.
Bagi Pelayanan Kesehatan
Sebagai
bahan masukan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan asuhan
kebidanan kepada ibu bersalin, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan
ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB.
3.
Bagi klien
Mendapatkan
pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan saat bersalin sehingga
kesehatan ibu dan bayi terpantau secara maksimal dan apabila terjadi komplikasi
dapat terdeteksi secara dini.
Upaya untuk menurunkan
kematian ibu dan bayi secara umum yaitu Program
Maternal and Child Health (program
Kesehatan Ibu dan Anak), Safe Motherhood, Gerakan Sayang
Ibu, dan Making Pregnancy Safer (kehamilan yang aman)
Kegiatan untuk
menurunkan kematian ibu dan bayi di kabupaten Indramayu diantaranya: dulu Si
Irma Ayu : Sistem Informasi Rujukan Maternal Neonatal versi Indramayu dan sekarang Si Bayu (Selamatkan Ibu dan bayi
Indramayu).
Sedangkan kegiatan
di Puskesmas Jatibarang dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi
adalah:
1.
Pendataan ibu hamil Resti
Semua ibu
hamil termasuk ibu hamil resti didata dan dicatat sebagai dokumen penting baik
yang ada di bidan desa maupun rekap di puskesmas.
2.
Pertemuan Kelas Bumil Resti di Puskesmas
Kegiatannya
mengumpulkan semua bumil resti di puskesmas untuk mendapatkan pendekatan,
penyuluhan 10 menit setiap hari Rabu, observasi kehamilan, konseling gizi,
pemberian PMT Pemulihan bumil KEK dan Anemia, minum susu ibu hamil bersama, minum Fe bersama, pemeriksaan USG, Pemeriksaan
laboratorium, pemeriksaan IMS dan dilakukan mobile klinik (VCT) serta memberi penjelasan mengenai tanda-randa
bahaya bumil resti dengan 21 penapisan yaitu :
1)
Riwayat
Bedah sesar
2)
Perdarahan
pervaginam selain dari lendir bercampur darah ( Blood Show )
3)
Kehamilan
kurang bulan ( 37 minggu )
4)
Ketuban
pecah dengan mekonium yang kental
5)
Ketuban
pecah bercampur dengan meconium disetai tanda-tanda gawat janin
6)
Ketuban
pecah lama > 24 jam
7)
Ketuban
pecah dengan kehamilan < 37 minggu
8)
Tanda-tanda
atau gejala-gejala :
Ø Temperatur tubuh 38oC
Ø Menggigil
Ø Nyeri abdomen
Ø Cairan ketuban yang berbau
9)
Ikterus
10)
Anemia
berat
11)
Tekanan
Darah > 160 / 110 ( PEB )
12)
Tinggi
Fundus Uteri > 40cm
Ø Makrosomi
Ø Kehamilan kembar
Ø Poly hidramnion
13)
Gawat
janin dengan DJJ < 100 atau > 180 / menit
14)
Primipara
pada persalinan faseaktif dengan palpasi kepala janin masih 5/5
15)
Presentasi
bukan belakang kepala (sungsang,lintang, dsb)
16)
Tali
Pusat menumbung
17)
Presentasi
Ganda ( majemuk )
18)
Tanda
dan gejala syok
19)
Tanda
dan gejala partus lama
20)
20.Tanda dan gejala persalinan dengan
Fase laten yang memajang (fase laten > 8 jam,kontraksi teratur > 2 kali
dalam 10 menit ) Partograf mengarah garis waspada
Ø Pembukaan serviks < 1 cm
perjam Kurang dari 2 kontraksi / 10 menit
21)
Penyakit
kronis : kencing manis, jantung, asma berat, TBC, kesulitan bernafas
Tujuannya
agar bumil pada waktu mau persalinan sudah siap-siap kemungkinan dirujuk dan
semua keluarga mendukung. Hal yang perlu disiapkan sarana transportasi, donor
darah bila diperlukan
3.
Antenatal Care
ANC (Antenatal Care)
adalah pelayanan yang diberikan oleh ibu hamil secara berkala untuk menjaga
kesehatan ibu dan bayinya. Pelayanan antenatal ini meliputi pemeriksaan
kehamilan, upaya koreksi terhadap penyimpangan dan intervensi dasar yang
dilakukan (Dep. Kes. R.I, 1997).
Tujuan ANC
1)
Tujuan umum
Menurunkan atau mencegah kesakitan,
serta kematian maternal dan perinatal.
2)
Tujuan khususnya adalah sebagai berikut
:
a.
Memonitor kemajuan kehamilan guna
memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang normal
b.
Mengenali secara dini penyimpangan dari
normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan
c.
Membina hubungan saling percaya antara
ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik,
emosional, serta logis untuk menghadapi kelahiran dan kemungkinan adanya
komplikasi.
Manfaat ANC (Antenatal Care)
1)
Ibu dalam kondisi selamat selama
kehamilan, persalinan dan nifas tanpa trauma fisik maupun mental yang merugikan
2)
Bayi dilahirkan sehat, baik fisik maupun
mental Ibu sanggup merawat dan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya
3)
Suami istri telah ada kesiapan dan
kesanggupan untuk mengikuti keluarga berencana setelah kelahiran bayinya.
Frekuensi kunjungan ANC (Antenatal
Care)
Pelaksanaan antenatal care dilakukan minimal 4 kali,
yaitu
1)
Minimal 1 kali pada trimester satu
(sebelum usia kehamilan umur 14 minggu)
2)
Minimal 1 kali pada trimester kedua
(usia kehamilan 14-28 minggu)
3)
Minimal 2 kali pada trimester ketiga
(usia kehamilan 28-36 minggu / lebih dari 36 minggu)
4)
Minimal untuk ibu hamil dengan resti
dilakukan pemeriksaan 1minggu sekali mengingat ada penyakit peserta pada
kehamilan.
Pelayanan ANC (Antenatal Care)
Pelayanan
antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional (dokter spesialis
kebidanan, dokter umum, tenaga kebidanan) untuk ibu selama masa kehamilannya
sesuai dengan standart minimal pelayanan antenatal meliputi 10T
1)
Ukur tinggi badan
2)
Timbang berat badan
3)
Ukur tekanan darah
4)
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)
5)
Penentuan letak janin (presentasi janin)
dan penghitungan denyut jantung janin
6)
Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid)
7)
Tablet Fe (pemberian tablet besi minimal
90 tablet selama masa kehamilan )
8)
Tes Laboratorium
9)
Konseling
10)
Tata laksana atau mendapatkan pengobatan
4.
PNC
(Post Natal Care) Kunjungan setelah melahirkan minimal 4
kali
5.
Maping/Notifikasi
Setiap bidan desa
mempunyai peta bumil resti dan diberi tanda khusus agar mempemudah
identitifikasi bumil pada waktu persalinan.
6.
Pembinaan
Rutin oleh kepala Puskesmas
Minimal setiap bulan ada pertemuan khusus bidan untuk
membahas persoalan tentang bumil resti dan bayi dan masalah yang berkaiatan
dengan kesehatan ibu dan anak dan bila diperlukan ada pertemuan khusus .
Kesimpulan
Upaya untuk menurunkan
kematian ibu dan bayi secara umum yaitu
Program
Maternal and Child Health (program
Kesehatan Ibu dan Anak), Safe Motherhood, Gerakan Sayang
Ibu, dan Making Pregnancy Safer (kehamilan yang aman)
Kegiatan untuk menurunkan kematian ibu dan bayi di kabupaten indramayu diantaranya
: Si Irma Ayu dan Si Bayu
Sedangkan upaya
untuk menurunkan kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang
adalah :
1.
Pertemuan Bumil Resti di Puskesmas
2.
ANC yang adekukat (10 T) dan PNC yang
berkesinambungan
3.
Maping (pemetaan bumil resti)
4.
Pembinaan oleh kepala Puskesmas
Saran
1.
Mendorong para ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan
nifas pada Bidan atau petugas kesehatan lainnya;
2.
Mendorong para ibu melahirkan ditolong oleh petugas
kesehatan.
3.
Mempersiapkan suami ibu hamil untuk mendukung kehamilan
dan persalinan.
4.
Mendorong diadakannya tabulin (tabungan ibu
bersalin/biaya persalinan) dan dasolin (dana social ibu bersalin melalui aparat desa)
5.
Mempersiapkan angkutan bagi ibu hamil atau ambulan
desa.
6.
Mempersiapkan calon donor darah.
7.
Mendorong para ibu dan petugas kesehatan menggunakan
Buku KIA sebagai sumber informasi dan alat untuk pemeriksaan dan pencatatan
kesehatan ibu dan anak.
8.
Mendorong para ibu mengikuti Kelas Ibu Hamil, Pertemuan
Ibu hamil resti dan Kelas Ibu Balita.
9.
Membantu kesiagaan petugas kesehatan.
Dengan berbagai upaya strategis yang dilakukan mudah-mudahan
kasus kematian ibu dan kematian bayi akan bisa ditekan seefektif mungkin, baik
di Kaupaten Indramayu dan khususnya di wilayah Puskesmas Jatibarang.
Lampiran foto kegiatan
1.
Penyuluhan ibu hamil di puskesmas

2.
Minum susu bersama
Minum susu bersama

0 komentar:
Posting Komentar