Hj. Nurhayati



UPAYA  WANITA DESA KROYA UNTUK MEMBUKA WAWANSAN PEREMPUAN INDRAMAYU AGAR TIDAK  HANYA MENYOAL DSK  (DAPUR SUMUR KASUR) MELALUI  PENJUALAN  PRODUK KEBERSIHAN KELUARGA



Oleh :
Hj. Nurhayati

Menyoal wanita Indramayu
Wanita Indramayu tidak dapat dipungkiri masih berkutat pada tiga persoalan  dalam hidupnya. Masalah itu adalah persoalan Dapur Sumur Kasur. tiga masalah ini menjadi indikasi semakin tertinggalnya mereka oleh kaum pria, hal ini karena para perempuan Indramayu masih melakuakan pemahaman bahwa pekerjaannya hanya berkisar soal DSK tadi. Kondisi  lain yang menjadi masalah di kecamatan Kroya adalah jauahnya jarak dari kota sehingga pola pikir para wanitanya cenderung sederhana.
 Seiring dengan perkembangan jaman bahwa informasi begitu mudah datang ketempat mereka maka ada hal menarik pada karakter para perempuan di kecamatan ini. Karakter baru yang muncul di tengah kebiasaan mereka adalah gaya hidup galamour orang-orang kota.
Gaya hidup mewah dan sikap materialistis menjadi pemicu lahirnya dorongan keinginan mereka untuk pergi ke kota Jakarta atau Bandung untuk bekerja sebagai wanita pekerja seks komersial. Keputusan ini mereka ambil demi menjawab kebutuhan hidup diri dan keluarganya dari tututan mempertahankan keberlangsungan hidup mereka.
Kebanyakan dari mereka memang berwajah cantik. Inilah yang akhirnya kecamatan Kroya menjadi daerah pemasok wanita cantik dengan stigma negative itu, namun demikian masih banyak pula wanita lain yang tetap menjadi norma dan masih bertahan dengan padangan lama yakni berkutat dengan masalah  DSK itu.
Para wanita ini setia mendampingi suami yang berpenghasilan pas- pasan. Karena sang suami yang hanya menjadi buruh tani, dagang atau merantau ke kota sebai pekerja serabutan. Mereka hidup seadanya untuk tetap mempertahankan citra sebagai wanita mulia meski dengan keterbatasan kemampuan ekonomi.
Hal inilah di perlukan langkah berani dari wanita untuk tampil mengatasi kesulitan ekonomi tersebut. salah satu diantaranya bagaimana dia dapat berwiraswasta. menjadi agen penjualan penjualan  produk kebersihan keluarga menjadi salah satu alternative yang memungkinkan mereka keluar dari masalah ekonomi tersebut.
Berdasarkan hal diatas maka saya tertarik untuk membuat tulisan dengan focus kajian bagaimanana  upaya  wanita desa kroya untuk membuka wawansan perempuan indramayu agar tidak  hanya menyoal dsk  (dapur sumur kasur) melalui  penjualan  produk kebersihan keluarga


Munculnya Ide Kreatif
Latar belakang yang menjadi inspirasi saya melakukan kegiatan ini adalah bermula dari  melihat aktifitas orang menjajakan suatu produk pembersih kebutuhan kelauarga. Keunikan akan hal tersebut mengundang saya untuk mengikuti jejak mereka melakukan usaha yang sama.
Alasan mengapa hal ini dilakukan adalah bahwa usaha ini ternyata memiliki peluang dengan  prospek yang  bagus. Pandangan saya ini akhirnya mendorong ide kreatif untuk segera mewujudkan usaha ini dibarengi dengan kemauan yang keras untuk dapat mandiri mengatas kesuliatan hidup di desa kami.
Sampai saat ini dari ide kreatif tersebut akhirnya bisa menghantarkan perbaikan keberlangsungan ekonomi kelauarga kami.
Cikal Bakal  usaha
Kota Cirebon menjadi tempat pertama saya mengeluti usaha ini. Toko yang menjual beberapa jenis sabun menjadi cikal bakal ritisan usaha ini. Bermodalkan uang sebesar Rp. 500.000 ( Lima ratus ribu rupiah) saya nekat memulainya.
Hal pertama yang dilakukan menjalankan usaha ini adalah dengan mengadakan Sosialisasi pada tetangga bahwa saya melakukan usaha penjualan segala kebutuhan alat pembersih  rumah keluarga. Berkat segenap daya upaya yang luar biasa akhirnya produk usaha saya laku diminati oleh beberapa kolega di lingkungan dertekat kami.
Usaha saya tidak berhenti sampai disitu, melalui media  internet saya mendapat informasi tentang pusat produksi barang dagangan kami. Kota Bogor adalah merupakan tempat pusat barang itu diproduksi.
Kota Bogor ternyata menjadi pusat  perusahaan yang memproduksi barang jualan kami. Dari kota inilah akhirnya usaha ini bergeark kepada partai yang lebih besar, karena Belanja dalam  jumlah besar maka kami pun mendapat pelayanan yangb besar pula dari perushaaan yakni dengan angkut bok besar yang di fasilitasi oleh  pabrik untuk mendistribusikannya kewilayah kami.
Perjuangan Memerlukan Pengorbanan
Berakit rakit kehulu berenag ketepian itu kata syair lagu bung haji Rhoma Irama yang diartikan bahwa hidup harus mau bersakit sakit dahulu baru bersenang - senang kemudian.
Gambaran ini sama seperti kondisi saya saat itu, dengan meminjam uang  di bank sebesar Rp.250. 000.000, (dua ratus lima puluh Juta) kami  gunakan dana tersebut untuk modal usaha.
Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mendapatkan modal usaha itu. Kami harus beresiko kehilangan rumah sebagai jaminan untuk mendapatkan dana pinjaman bank tersebut. Jangka waktu pijaman 5 tahunadalah resiko yang diambil.
Kini masa pinjaman baru berlangsung selama 1 tahun, namun kewjiban seteron per bulan bukan menjadi maslah yang memeberatkan karena usaha ini dapat menghasilkan keutungan 10 juta bersih selama satu bulan.
Proses Perijinan
Proses perijinan  Ijin usaha  ini adalah melalui kerjasama denganperusahaan. Jumlah Pembelian senilai  50 jutat keatas akan dibantu proses periijinnnya. Dan perusahaan telah melakukan itu sehingga Usaha kami diakui secara legal sebgai distributor resmi di wilayah Indramayu.
 Untuk mendukung ipaya perushaan itu membrikan lesensi kepada kami maka  diberikan kewajiban bahwa15 hari kerja harus melakukan kegiatan  belanja ulang pada perusahaan tadi, Itulah prose perijinan yang akhirnya dapat melegalkan usaha ini.
Menarik Peluang Kerja
Pada perjalanan keberdaan usaha kami telah dapat  menarik tenaga kerja. Awal bisa menarik tenaga kerja  dengan batuan  saudara, lalu  kemudian memberdayakan tetangga. Kini ada  2 sampai 3 orang tetangga yang bisa diserap potensi kerja nya di usaha ini.
 Sitem  pembayaran dengan metode putus artinya bahwa kariawan yang bekerja tidak terigkat dengan gaji regular melainkan mereka mendapat upah sesuai yang dapat mereka kerjakan dalam sehari.
Jenis pekerjaan yang dilakukan mereka adalah menuagkan isi cairan pembersih kedalam botol berukut menempelkan merek usaha pada kemasannya. Setiap botol yang dikerjakan mereka mendapat insentive atau upah sebesar  RP. 250,- (dua ratus lima puluh rupiah). Mereka dapat melakukan sebanyak 320 kemasan dalam sehari. Jam kerja mereka dimulai  dari jam 08.00 sampai dengan jam 15.00. pekerja ini melakukan aktifitasnya  kerja secara part time tergantung ketersediann barang di ruamah.
Peran Keluarga
     Suami sebagai kepala keluarga berperan juga membantu usaha ini. Puji sujkur kehadirat Tuhan YME berkat usaha ini kami biasa menyekolahkan anak di pondok pesantern Cipari Kuningan. Disamping itu untuk bakti  sosial pun telah dilakukan  melalui menjadi donatur masjid di tempat kami.
Peran suami sebagai kepala keluarga sangat  mebantu penjualan. Dia menjadi motivasi ketika usaha saya menemui tantangan berupa ketidak percaayaan masarakat akan  produk bagus kami.
Melaui berapa Tester botol dalam kemasan kecil akhirnya mereka pun kini percaya dengan produk kami.
Akhirnya besar harapan klami agar hal ini bisa mengispirasi para wanita indramayu untuk terus maju mandiri relijius dan sejahtera sebgaiaman Visi Kabupaten Indramayu. Selanjtnya melalui momentum lomba Srkandi Dharma ayu saya berharap agar produk diterima masyarakat luas.
Saya ucapkan terimaksih kepada masyarakat :Bogas, Haurgeulis,  Kroya, dan  Kandang haur . dan juga para penjual Kriditan yang telah menjadi agen aktif prodak kami pada  penghuni perumahan di kabuapten Indramayu.
Harapan saya  pengembangan usaha makin disukai masrakat. Untuk itu  Pesan saya untuk  perempuan indramayu jadi ibu jangah hanya tahu dapur sumur kasur ikut lebih baik anda datang bergabung agar kita semua dapat untung.
Akhirnya apa yang dipaparkan diatas adalah merupakan  upaya  wanita desa kroya untuk membuka wawansan perempuan indramayu agar tidak  hanya menyoal dsk  (dapur sumur kasur) melalui  penjualan  produk kebersihan keluarga. Semoga tulisan ini dapat mengispirasi para sreikandi indramayu untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri mengukir prestasi.


Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus