Helmi Irhamni



UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN DAN MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT DENGAN MENERAPKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA DADAP KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU


oleh :
Helmi Irhamni
Zona 2
Kec. Juntinyuat


 
`Bab I
A.      Pendahuluan
Permasalahan yang tengah dihadapi oleh dunia adalah kemiskinan. Kemiskinan lahir bersamaan dengan keterbatasan sebagai manusia dalam mencakup kebutuhannya. Pada sebagian besar pendapat manusia mengenai kemiskinan pada intinya mereka berpendapat bahwa kemiskinan menggambarkan sisi negatif, yaitu pengamen yang membuat pengguna jalan raya tidak nyaman, pengemis, gubuk kumuh, penodongan, penjambretan, pencurian, dll. Dengan demikian kemiskinan identik dengan kotor, kumuh, malas, sulit diatur, tidak disiplin, sumber penyakit, kekacauan bahkan kejahatan.
Sebagai masalah yang menjadi isu global disetiap negara khususnya negara berkembang, wacana kemiskinan dan pemberantasannya haruslah menjadi agenda wajib bagi para pemerintah pemimpin negara. Peran serta pekerja sosial dalam menangani permasalahan kemiskinan sangat diperlukan, terlebih dalam memberikan masukan (input) dan melakukan perencanaan strategi tentang apa yang akan menjadi suatu kebijakan dari pemerintah.
Salah satu program pemerintah yang saat ini sedang berjalan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut merupakan ujung tombak pemerintah dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Program Keluarga Harapan adalah salah satu program pemerintah Indonesia dalam rangka menanggulangi angka kemiskinan. Program Keluarga Harapan yang biasa disingkat dengan PKH ini yaitu program yang memberikan bantuan langsung tunai kepada Keluarga Miskin yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam upaya peningkatan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Program Keluarga Harapan atau yang disebut PKH bertujuan membantu mengurangi angka kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat sangat miskin. Dalam jangka pendek bantuan ini membantu mengurangi beban pengeluaran Keluarga Miskin, sedangkan untuk jangka panjang dengan mensyaratkan pesertanya untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasi Balita memeriksakan kandungan bagi ibu hamil dan perbaikan gizi dan diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antar generas
 
Sebagai pekerja sosial yang bergerak di bidang PKH desa Dadap disini saya beserta teman-teman sejawat para pendamping PKH akan berusaha membantu pemerintah dalam menangani permasalahan kemiskinan, memberi masukan dan melakukan perencanaan strategis guna menurunkan angka kemiskinan dan mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dan sejahtera.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimana Upaya Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan Dan Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Dengan Menerapkan Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu?
c. Tujuan
 untuk mengetahui Upaya Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan Dan Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Dengan Menerapkan Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu?



                                                 Bab II
                                       PEMBAHASAN 
A.      PENGERTIAN KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, dan lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahan utamanya mencakup:
1.    Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.    Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
3.    Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayan yang memadai. Makna “memadai” disini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi diseluruh dunia.

B.      PENYEBAB KEMISKINAN
Penyebab kemiskinan sangat kompleks, sehingga perspektif dalam melihat berdasarkan
Persoalan real dalam masyarakat tersebut. Persoalan real dalam masyarakat biasanya karena adanya kecacatan individual dalam bentuk kondisi dari kelemahan  biologis, psikologis, maupun kultural  sehingga dapat menghalanginya untuk memperoleh peruntungan untuk dapat memajukan hidupnya. Kelompok yang masuk dalam golongan yang tidak beruntung, yaitu kemiskinan fisik yang lemah, kerentanan, keterisolasian dan ketidakberdayaan.
Pada umumnya di negara Indonesia penyebab-penyabab kemiskinan adalah sebagai berikut :
1.    Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia
Seperti yang kita ketahui lapangan pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Dengan demikian banyak penduduk yang tidak memperoleh penghasilan itu menyebabkan kemiskinan di Indonesia.
2.      Tidak meratanya pendapatan penduduk Indonesia
Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relative tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai pendapatan yang berlebih. Ini yang disebut tidak mertanya pendapatan penduduk di Indonesia.
3.      Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah
Banyak masyarakat indonesia yang tidak memiliki pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. Dan pada umumnya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyai memiliki ketrampilan yang memadai sehingga dapat memperoleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehinga kemakmuran penduduk dapat terlaksana dengan baik dan kemiskinan dapat di tanggulangi.
4.      Biaya kehidupan yang tinggi
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat.
5.      Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhi kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.
6.      Kurangnya perhatian dari pemerintah
Masalah kemiskinan bisa dibilang menjadi masalah negara yang semakin berkembang setiap tahunnya dan pemerintah sampai sekarang belum mampu mengatasi masalah tersebut. Kurangnya perhatian pemerintah akan masalah ini mungkin menjadi salahg satu penyebabnya.
7.      Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

C.   UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI KEMISKINAN
1.      Menjaga stabilitas bahan kebutuhan pokok. Program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin atau keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras, yaitu dengan cara :
a.      Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
b.      Stabilitas/kepastian harga komoditas primer.

2.      Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin
Program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat atau keluarga miskin, seperti ;
a.      Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan mikro (LKM) / koperasi Simpan Pinjam (KSP).
b.      Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajemen usaha mikro.
c.       Fasilitas sarana dan prasrana usaha mikro
d.      Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
e.      Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
3.      Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan dan prasarana dasar.

4.      Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin
Program tersebut bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan dan ekonomi. Program teknis yang dibuat oleh pemerintah seperti ;
a.      Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
b.      Menyediakan bantuan non tunai bersyarat  bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan ibu hamil, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan yang sederajat, penyandang disabilitas berat dan penyempurna pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Dengan Program Keluarga Harapan tersebut pemerintah berharap dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatan kesejahteraan masyarakat di negri kita tercinta Indonesia.

 
Bab III
PENUTUP


A.   KESIMPULAN
Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmi pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah saja, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Ketika terjalin kerja sama yang romantis maka akan tercipta suasana yang kondusif serta masyarakat yang kreatif dan inovatif sehingga menjadikannya lebih produktif.
B.      SARAN
Dalam menghadapi kemiskinan di zaman global diperlukan usaha-usaha yang lebih kreatif, inovatif, dan eksploratif. Selain itu, globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. Di dalam menghadapi zaman globalisasi ini mau tidak mau dengan meningkatkan kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, budaya, mentalitas, dan moralitas yang standarnya adalah standar global.


























 [I1]Bagaimana peran anda belum muncul disini
 [I2]Di ganti dengan jawaban dari rumusan maslah
Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar