MENCARI SOLUSI HILANGNYA INDRAMAYU DARI PETA
AKIBAT ADANYA TOL CIPALI DENGAN MEMBANGUN USAHA KECIL
PEMBUDIDAYAAN TANAMAN MANGGA
DI KABUPATEN INDRAMAYU
OLEH :
PUTRI ANA
PUTRI ANA
Indramayu kota yang dikenal dengan Buah Mangga secara perlahan bukan
semakin dikenal oleh dunia luar justru berbalik secara perlahan menghilang dari
peta dan bahkan semakin lenyap dari media.
Tol Cipali Salah Satu Penyebab Indramayu Hilang Dari Peta
Sejak dioperasikanya Tol Cipali,
disini awal Kota Mangga sedikit demi sedikit ditinggalkan, Jalur sibuk pantai utara
mendadak menjadi seperti kota mati, geliat roda ekonomi seakan tersumbat, Rumah
Makan, SPBU dan beberapa jenis usaha lain perlahan gulung tikar, bagaikan
sungai yang tidak lagi ter aliri air, buah mangga hanya berdebu terpapar debu
jalanan.
Ketika musim mudik tiba, harapan
warga pantura mendulang emas pun tiba, memanfaatkan moment dari seluruh pemudik
yang melawati pantura Indramayu, momen tahunan yang memberikan harapan bagi
warga Indramayu sekedar untuk memenuhi kebutuhan “ Lebaran “. Akan tetapi saat ini semua itu hanya cerita yang bisa
diwariskan kepada anak cucu Wiralodra.
Jangan Hanya Retorika
Dengan keadaan Kabupaten
Indramayu tercinta yang saat ini dialami, seyogyanya dibutuhkan sebuah
kerjasama segenap elemen masyarakat, bergandengan tangan yang erat antara
pemerintah dan masyarakat, bukan saling melemparkan tanggung jawab tapi
sinerginitas yang kuat adalah multi vitamin tepat untuk segera keluar dari zona
penat.
Butuh kerja nyata untuk
mempercepat perubahan, bukan hanya retorika semata, penghargaan selembar kertas
tidak bisa menjadi jaminan mengangkat kota mangga agar dapat dilihat dunia.
Kesejahteraan masyarkat, pembangunan infrastruktur, prestasi cucu wiralodra
dalam berbagai bidang, dan masih banyak cara lain yang harus di tempuh, sebagai
wujud pembuktian atas sebuah kesungguhan pada sebuah perubahan, akan tetapi hal
itu butuh kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, dukungan satu sama lain.
“ Luka yang ada ditubuh kita jangan selalu ditutupi karena suatu saat
itu yang akan membunuh kita sendiri“ Letak permasalahan yang terjadi di kota mangga
secara ksatria harus di akui bersama akan tetapi bukan untuk menguak kekurangan
melainkan sebagai upaya untuk saling melengkapi, upaya untuk saling membantu
dari sektor masing masing, maka akan dengan bangga melihat keberhasilan suadara
kita yang tak ayal itu akan mengangkat kota mangga.
UMKM Sang Pendobrak
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meski bidang ini hanya sebuah
unit usaha kecil, akan tetapi keberadaanya telah terbukti mampu menyelamatkan
bangsa Indonesia dari keterpurukan ekonomi pada saat krisis Moneter Tahun 1998
silam. UMKM adalah sebuah sosok kemandirian, sebuah sosok keuletan serta sosok
kepatuhan terhadap sebuah tanggung jawab, bukan semata tanggung jawab terhadap
diri sendiri (owner) tetapi tanggung jawab atas kemaslahatan bersama dan
merupakan bentuk berbagi kebahagiaan dengan sesama yang nyata. Tidaklah besar
keberadaanya tapi cukup mumpuni peranya serta dapat ditularkan kepada sesama
semangat juangnya.
Tidak berlebihan jika cara ini
salah satu yang ditempuh kota yang memiliki potensi alam besar dibidang
pertanian dan kelautan ini, karena diharapakan potensi alam yang ada kembali
dapat mendobrak prestasi serta
mengenalkan Indramayu kepada dunia,
terutama melalui budi daya mangga beserta olahanya, karena tidak dapat
dipungkiri Indramayu merupakan kota yang dapat menghasilkan mangga dengan
kualitas terbaik dibandingkan dengan kota lain.
Dengan dukungan teknoligi saat
ini pembudidayaan mangga khas Indramayu dapat dimaksimalkan, meskipun karakter
tanaman mangga yang bersifat musiman dan hanya 1 kali musim pertahun, akan
tetapi saat sekarang dengan dukungan teknologi musim mangga Indramayu dapat
terjadi beberapa kali dalam satu tahun bahkan dapat mencapi 3 kali dalam satu
tahun, sehingga hal ini dapat membantu petani mangga dalam memenuhi kebutuhan
stok buah mangga setiap tahunya.
Pada tahun tahun sebelumnya
permasalahan yang terjadi pada petani mangga adalah ketimpangan antara stok
buah mangga dengan permintaan pasar, yakni pada saat musim mangga belum tiba
maka permintaan pasar akan meningkat dan harga mangga pun meroket, sedangkan
ketika musim mangga tiba tidak jarang terjadi kesenjangan antara kemampuan
pemasaran dengan buah mangga yang harus segera dipetik dari pohon, dan hal ini
berakibat pada ribuan kilo bahkan ratusan ribu kilo dalam sehari buah mangga
jatuh dari pohon dan rusak bahkan membusuk, sehingga buah mangga tidak dapat
dimanfaat dengan maksimal, dan ironisnya lagi satu satunya cara pada saat itu
untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan membuat olahan dodol mangga.
Berangkat dari permasalahn
diatas, peran UMKM untuk memanfaatkan buah bangga menjadi makanan olahan sangat
besar, buah mangga yang bersifat musiman tersebut harus diolah menjadi makanan
yang dapat bertahan lama, selain dalam rangka pemanfaatan buah mangga ketika
mengalami panen yang melimpah, juga sebagai bentuk upaya agar keberadaan mangga
dapat dinikmati walaupuan bukan pada musimnya, yakni melalui makanan olahan
yang menggunakan bahan baku dari buah mangga. Sedangkan makanan olahan yang
dapat menggunakan buah mangga sebagai bahan dasar adalah sirup mangga, dodol
mangga, jus mangga segar, keripik mangga, Semprong Mangga, Manisan Mangga, dan
lai sebagainya.
Sektor Wisata Kota Mangga
Dalam upaya pengembangan sektor
wisata, Buah Mangga juga dapat dijadikan ide utama sebagai segmen usaha, yakni
dengan konsep Taman Wisata Buah Mangga.
Dengan memadukan antara sektor wisata dan kuliner olahan mangga, konsep
wisata ini dapat menyuguhkan konsep liburan dengan materi pendidkan, hiburan
dan kuliner, tentu semuanya berkaitan dengan Kota Mangga.
Pada segmen Pendidikan, Taman
Wisata ini dapat menghadirkan berbagai jenis mangga yang disertai contoh
tanaman mangga beserta sejarah serta rasa dari buah itu sendiri. Hal ini akan
menjadi sebuah informasi dan ilmu pengetahuan buat para pengunjung, dan sebagai
segmen pengunjung dapat menyasar pada anak sekolah bahkan juga dapat dijadikan
bahan penelitian mahasiswa.
Pada segmen hiburan pada Wisata
Taman Buah Mangga, dapat menghadirkan berbagai kesenian khas Kota Mangga
seperti, Tari Topeng, Berokan, Genjring Umbul, Pawai Gadis Ngarot dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk menu kuliner selain menghadirkan berbagai makanan olahan
mangga, juga dapat menyajikan berbagai kuliner serta jajanan khas Indramayu
seperti , Pindang Gombyang, Burbacek, Kue Blengep, Kue cikak, dan lain – lain.
Selain itu juga dapat bekerjasama dengan pengrajin craft Indramayu untuk
membuat berbagai souvenir Kota Mangga sebagai oleh oleh kota Mangga tercinta.
Dengan sedikit merubah pola pikir
warga Indramayu, sejatinya Indramayu mampu bangkit dari keterpurukan ini,
dengan keberanian untuk mengeksploitasi berbagai potensi alam yang ada,
sehingga tercipta produk – produk unggulan yang dapat dijadikan magnet untuk
menarik pelancong agar masuk ke Indramayu.
Buah mangga yang terlanjur
melekat sebagai ikon kota Indramayu, sudah selayaknya menjadi
potensi yang harus dikembangkan secara maksimal, tanah subur Indramayu telah
mendukung secara penuh untuk mengoptimalkan sektor ini, tinggal bagaimana
kemampuan serta kemauan warga Indramayu untuk memanfaatkanya.
“Ketika kesempatan menghilang
bukan berarti tidak ada peluang, karena potensi masih dapat dikreasi, dimanfaatkan
dan dioptimalkan sehingga akan tercipta nafas baru penyambung kehidupan, ketika
Kota Mangga telah lenyap dari peta saatnya anak cucu wiralodra berbicara,
berkreasi untuk negeri, berkarya untuk bangsa, sehingga kota mangga kembali
Berjaya.”

0 komentar:
Posting Komentar