BAB 1 PENDAHULUAN




UPAYA DINAS PENDIDIKAN INDRAMAYU MEMBENTUK MUTIARA BANGSA MELALUI PENDEKATAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN INDUSTRI PARIWISATA


Bab I
Pendahuliuan


1.1  Latar Belakang

Krisis multidimensional bangsa Indonesia telah dijawab oleh kabinet kerja Jokowi dengan jargon revolusi mental. Kinerja pemerintah telah di laksanakan pada departemen masing-masing, nanum pada kenyataan  masih belum terlihat hasilnya. Krisis yang sangat menojol adalah krisis moral dan kreativitas bangsa. Kriminalitas dan lemahnya eksplorasi potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam. Tiga hal itu   masih menjadi isu sentral mengapa bangsa ini masih tertinggal dengan Korea, China, dan Jepang sebagai sesama bangsa Asia.
Krisis moral sering menuding Dinas pendidikan kurang menjalankan fungsinya. Berdasarkatan data yang ada bahwa ; Indonesia mengalami krisis pendidikan dengan hasil pendidikan yang konsisten berada di peringkat bawah dalam beberapa riset internasional. Karena itu, pemerintah diminta untuk mengakaji secara serius dalam menemukan masalah mendasar yang terjadi antara kebijakan dengan praksis pendidikan di lapangan, termasuk di dalam ruang kelas (Jakarta, 27/01/2013, Kompas.com). Dinas Pendidikan Indaramayu merasa perlu untuk segera melakukan kajian ini, karena Indramayu termasuk daerah yang paling rentan dengan persoalan nilai-nilai kehidupani dan kreatifitas ini.
Salah satu factor yang muncul adalah investasi masyarakatnya pada dunia pendidikan. Menurut Ujang Suratno Rektor Unwir Indramayu, bahwa salah satu penyebab turunnya kesadaran masyarakat Indramayu dalam menyekolahkan anak-anaknya, karena daya beli mengalami penurunan. Apabila daya beli masyarakat mengalami penurunan maka dampaknya, kewajiban untuk menginvestasikan anak-anak di dunia pendidikan akan ikut menurun. Hal itu dapat dilihat dari masih minimnya jumlah siswa baru di beberapa sekolah.
Penurun kesadaran masyarakat pada investasi pendidikan tentunya menjadi masalah yang cukup serius karena berdampak langsung pada kondsi prilaku sumberdaya manuisa Indramayu. Isu miring tentang praktik pembegalan sampai dengan prostusi menjadi viral di opini public nusantara. Sumber data yang menujukan adanya isu itu adalah NEWS. Com  Kamis 16 Februari 2017. Menininformasikan bahwa  ada begal sepeda motor tewas seketika di tangan massa. Namun, 4 pelaku lainnya lolos dari sergapan warga. Kejadian bermula saat korban, Yuni Haryanto (49) dan Arief Rahman (23), masing-masing mengendarai motor, melaju beriringan melintas di Jalan Raya Pantura, Desa Karanganyar, Blok Cilet, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sumber lain berasal dari Republika.CO.ID, Indramayu Rabu, 26 July 2017,memberikan data bahwa Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu mengamankan pasangan suami istri (pasutri) berinisial Car (58 tahun) dan istrinya Id (43 tahun), warga Desa Lajer, Kecamatan Bangodua, Kabupetan Indramayu. Mereka terungkap menyediakan tempat prostitusi dan perempuan sebagai pekerja seks komersil (PSK). Hal ini jelas menujukan betapa kabupaten Indramayu masih rentan dengan persoalan krisis moral.
Upaya yang dilakukan Pemerintah kabupaten Indramayu sudah banyak dilaksanakan melalui program-program yang digulirkan. Program Nang Nok Indramayu, Pemilihan Srikandi Indramayu, dan Bea siswa bagi siswa yang tidak mampu. Semua program baik itu ternyata belum dapat menjawab permasalah yang ada.
Kabupaten Indramayu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, kabupaten yang terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 315 desa dan kelurahan itu memiliki potensi yang luar biasa.Potensi daerah hampir ada pada setiap bidang seperi: SDA memiliki sumber dan pengolahan minyak bumi, potensi pantai dan Hutan dengan wilayah luas. Wilayah itu dapat dilihat dari bagian barat yang berbatasan dengan kabupaten Sumbang, sebelah selatan dengan kabupaten Majalengka dan sebelah timur dengan kabupaten Cirebon.Kondisi ini adalah modal yang cukup luar biasa untuk menampilkan wajah Indramayu di komunitas kabupaten-kabupaten di Nusantara.
Kabupaten Sleman, Gunung kidul , Blitar Jatim, Malang, merupakan kabuapaten yang sudah banyak mencuri perhatian Nasional bahkan Internasional. Lalu kenapa Indramayu belum dapat menyita pehatian semperti kabupaten tersebut? Sebuah pertanyaan yang arif untuk kita cermati bersama dan memberikan kontribusi untuk bisa setara bahkan melebihi mereka. Ada hal yang setidaknya diperlukan sebagai jawaban terhadap pertanyaan tersebut, yaitu  dengan keinginan yang keras untuk bisa melakuan perubahan dan gebrakan yang kongrit.
Kabupaten Blitar bisa mencuri perhatian lewat situs sejarah bung karno, kediri dengan sungai BratasnyaIndramayu dikenal dengan kota mangga, kota pesisir pantai, namun gaung akan potensi itu di tenggelamkan oleh citra negatif sebagai pengahasil RCTI (Randa Cilik Turunan Indramayu), Begal, dan Tawuran. Citra negatif itu masih melekat dalam pandangan masyarakat pada umumnya
Saat ini kita harus mengakui kita belum setara dengan kabupaten lain yang telah maju selangakah daripada kabupaten Indramayu. Kabupaten lain banyak muncul pada percaturan nasional bahkan internasional karena berhasil mengakat citranya melalui budaya, kodisi georgrafis dan situs peninggalan sejarahnya. Apa yang dkabupaten lain angkat adalah mengeksplor bidang pariwisatanya. Upaya itu dapat dilakukan akrena mereka meliki mutiara yang hebat dari tingkat kecerdasan masyarakatnya yang dihasilkan dari kualitas outcame pendidikannya
Berkaca dari kabupaten lain diatas maka dipandang perlu antara dinas pendidikan dan pariwisita melakukan suatu bentuk sinergitas program. Jika hal ini dapat dilakukan maka diharapkan dapat mencetak manusia Indramayu yang memiliki kecerdasan, sehingga mereka kreatif dan dapat menggali potensi yang dimiliki. Potensi mereka akan dapat dibentuk menjadi setra industry menarik pada bidanag pariwisata yang dapat menumbuhlan kemampuan daya beli mereka. Bila ini terjadi maka pemuda ganteng indramayu  tidak alan melakukan pembegalan dan para perempuan cantiknya menjual diri menjadi PSK. Mereka  tentu akan lebih terhormat menjadi pemandu wisata untuk menjawab  alas an tuntutan kebutuhan ekonomi.
Paparan diatas menjadi hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam, karena Indramayu sesungguhnya punya banyak potensi yang bisa menjawab persoalan tersebut. Potensi SDM yakni banyak wanita cantik, pemuda yang gagah, seni tradisional yang menawan, kerajinan rakyat yang indah, keelokan pantai, kunliner, hasil alam dan potensi menarik lainnya.       Sebagai wong dermayu kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, diperlukan langkah kongkrit untuk bangkit dan menujukan profil Indramayu yang sesungguhnya.
Pendidikan dan sector Pariwisata merupakan dua bidang yang memerlukan sentuhan serius untuk menjawab persoalan tersebut. Dua bidang itu masing masing mempunyai peran yang sangat strtegis, bidang pendidikan bagaimana bisa berperan memberikan pencerahan tetang cara berpikir dengan nilai budi pekerti yang baik, sedangkan bidang pariwisata menjadi wadah bagi pengembangan jiwa interprneurshif masyarakat Indramayu menghadapi tantangan global.
Mata Indonesia dan dunia harus mengetahui bahwa Indramayu punya sosok perempuan Hj Anna Sopanah yang jelita dan mampu tampil sebagai pemimpin wong dermayu selama 2 periode, pernah pula punya sejarah dengan keperkasaan wiralodra dan keindahan seni budaya lewat tembang dermayon dan tarlingnya yang fenomenal. Serupa tapi tak sama ketokohan Bupati terkini dan Wiralodra menjadi bagian yang mempunyai nilai kajian luar biasa. Kedua sosok ini mampu tampil sebagai pahlawan untuk bangunan kehidupan masyarakat Indramayu. Hal yang perlu dilakukan seakarang adalah kita mencari momentum untuk sebuah penggoncangan kembali ingatan kita melawan lupa dengan menguak keperkasaan wiralodra dalam konten modern. Keagungan wilralodra dan nyi Endang Darma Ayu adalah muitara yang pernah dimiliki bangsa, namun potret keterpurukan dalam krisis moral ini seakan membuat mutiara itu hilang.
Persoalan mutiara yang hilang menjadi salah satu indicator dari Krisis multi dimensional negri ini. .makna perjuangan seakan hilang seiring hilangnya keindahan mutiara-mutiara bangsa itu. Rasanya kita harus mengigat kembali tentang ruh pembukaan UUD 1945. Petikan kalimantnya yakni ; “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaanIndonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.Kini pintu gerbang kemerdekaan tetah dibuka oleh semnagat perjuangan  dengan lebar,  namun mengapa kebahagiaan dan kemakmuran belum terejawantahkan.
Kalimat retoris diatas seakan menggugat keadilan darah para pejuang untuk sampaikan pesan. “Wahai genarsi muda jadilah kembali muitara yang indah sehingga indah pula wajah negeri mu.” Pesan ini mestinya dijawab dengan keinginan dan kerja keras dengan mencari bentuk formula yang dapat menyelesaikan krisis multidimensional itu.
Berdasarkan hal diatas maka Dinas pendidikan Indramayu membuat Langkah Kongrit guna menujukan jati diri Indramayu itu. Kajian tentang hal ini  dituangkan dalam upaya dinas pendidikan membentuk mutiara bangsa dengan pendekatan thematik untuk meningkatan industri pariwisata. Upaya ini diharapkan dapat menjadi obat atas Fenomena yang membuat indramayu seperti kehilangan mutiara cantik sejati. Setelah upaya dilakuakan diharapkan kecantikan haqiqi segera terbentu  pada dataran nilai hidup yang tinggi para warganya.
Langkah untuk segera berbenah diri merupakan langkah tepat untuk mengubah opini, kencatikan mesti ditempatkan kembali kedalam bentuk asli, mutiara bangsa dari indramayu jangan sampai hilang dan layu, pesonanya hendaknya dibangun, dirawat dan dijaga, agar tumbuh berkembang dengan nilai hidup mulia
Upaya ini berangkat dari pemikiran untuk membuat formula alternative prihal  muitara cantik indramayu yang hilang itu. Harapannya adalah segera ditemukan kembali keindahan dan pesonanya sehingga amanat membukaan UUD 1945 bisa terealisasikan.
Formula hebat itu bernama Program Mutiara bangsa dengan leading sector dinas Pariwisata kabupaten Indramayu. Tujuan dari program ini diantaranya bagaimana Indramayu dapat menyedot perhatian para pelancong untuk bisa melihat dari dekat potensi dan keindahan indramayu secara komperhenshif.
Keberhasilan sebuah program yang menjadi formula alternative penanggulangan krisis multidimensional yang juga menyentuh masyarakat Indramayu itu sangat ditentukan oleh pendekatan kajian yang tepat, oleh karena itu  pendekatan thematic menjadi alternative pilihan tepat. Jika ini dilaksanakan maka  menyelesaikan perosalan pembagunan kebahagiaan dan kemakmuran warga Indramayu pada khususnya dan nusantara pada umumnya. Formula ini menjadi pembelajaran bagi anak bangsa agar mimpi mendapatkan kembali keindahaan mutiara yang hilang menjadi kenyataan.
Pendekatan ini didasari oleh psikologi Gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan/keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek ((efek keterpaduan) yang ditimbulkan sebagai hasil keterpaduan tersebut.
Berdasarkan psikologi Gestalt  itu maka generasi muda terutama usia sekolah harus diberikan treatment tentang keluhuran nilai kearifal local budaya Indramayu. Nilai nilai kearifan local itu dapat dijumpai pada kondisi budaya dan alam Indramayu.
Kondisi alam dan budaya Indramayu tentu saja menjadi bagian dari potensi wisata, maka sudah sangat tepat jika dinas pariwisata menjadi leading sector program ini. Namun Dinas Pariwisata tidak bisa jalan sendiri oleh sebab itu diperlukan  sinergistas dengan sector lainya seperti ; dinas pendidikan, dinas industry perekonomi rakyat dan pariwisata indramayu,. Jika ini dilaksanakan maka akan terjadi sinergistik efek ((efek keterpaduan) yang ditimbulkan sebagai hasil keterpaduan tersebut.
Keterpaduan pendidikan generasi muda yang berisi tentang keluhuran budi nilai local Indramayu. Nilai lokal yang digali dari  budaya dan potensi alam Indramayu ini diharapkan mengahasilkan kreatifitas pada pemuda. Hasil dari kreasi pemuda diantaranya akan menumbuhkan jiwa interprenuership yang di ilhami oleh pontesi wisata,kuliner serta sentra indsutri kerajianan.
Logika pendekan thematik ini tentu saja akan menjadi pendekatan yang efektif agar dapat lepas dari persoala Minimnya eksplorasi Keindahan Potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam indramayu.

Tidak baik untuk terus meratapi apa yang terjadi, kita harus belajar lewat pengalaman pahit dari factual problem Indramayu. Segera satukan langkah untuk melakukan pengembangan pembagunan generasi muda sebagai mutiara bangsa dengan pendekatan thematic.
Indramayu melakukan langkah ini dengan menggali  potensi wisata yang ada. Hidden goal nya adalah terjadinya senergitas potensi kecantikan manusia dan alam Indramayu, sehingga membuat para pelancong dari penjuru dunia tertarik tentang keindahan indramayu. Kondisi ini sudah pasti dapat mementahkan asumsi negatif tentang Indramayu karena mereka akan mengetahui kecantikan Indramayu yang sesungguhnya.
Pendekatan thematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatukan berbagai rangkaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok persoalan. Hal ini sejalan dengan proses belajarnya Indramayu untuk mencul kepermukaan sebagai daerah yang ayu.
Terjerembabnya kecantiakan wanita  Indramayu pada lembah nilai hidup  hitam hendaknya dijadikan pengalaman belajar. Hal ini mernjadi pokok persoalan yang segera diselesiakan. Berdasarkan factual problem itu, maka Sektor pendidikan genereasi muda dan sector  wisata menjadi dua dimensi yang dapat dipadukan sehingga terjadi saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya kearah upaya memulihkan kecantikan Indramayu yang sesungguhnya.
Jadi membentuk mutiara bangsa Indramayu melalui  optimalisasi sector pariwisata dengan pendekatan thematic adalah solusi. Latar belakangnya tergali  dari minimnya potensi dan kreasi selama ini.
Pada akhirnya Dinas Pendidikan berusaha mewujudkan Kepedulian dengan membantu upaya cerdas Bupati sebagai pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Mutiara Bangsa, dengan membuat kajian ilmiah dengan judul: Upaya Dinas Pendidikan Membentuk Mutiara Bangsa Dengan Pendekatan Thematik Untuk Meningkatan Industri Pariwisata. Dengan demikian diharapkan dapat terjadi peningkatan  prestasi dari usaha mencari, merawat, dan menjaga  semua potensi masyarakat yang dimiliki.

1.2 Fokus Kajian
            Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka focus kajian ini adalah:
Bagimana Upaya Dinas Pendidikan Indramayu Membentuk Mutiara Bangsa Melalui Pendekatan Thematik Untuk Meningkatan Industri Pariwisata.
1.3  Tujuan Kajian
Tujuan kajian ini dimaksudkan:
Untuk Mengetahui Upaya Dinas Pendidikan Indramayu Membentuk Mutiara Bangsa Melalui Pendekatan Thematik Untuk Meningkatan Industri Pariwisata
1.4  Manfaat Kajian
Manfaat kajian ini adalah sebagi berikut:
1.4.1        Bagi dinas pendidikan Indramayu menjadi pedoman dalam bagaimana Membentuk Mutiara Bangsa Melalui Pendekatan Thematik Untuk Meningkatan Industri Pariwisata
1.4.2        Bagi dinas Pariwisata Indramayu Untuk Mengetahui Meningkatan Industri Pariwisata Dengan Pendekatan Thematik
1.4.3        Bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu meningkatkan prestasi kinerja Dinas Pendidikan dam Dinas Pariwisata Membentuk Mutiara Bangsa dalam Meningkatan IPM melalui Industri Pariwisata Indramayu.
1.5  Sistematika Penulisan Kajian
1.5.1        Bab 1 Pendahuluan
1.5.2        Bab 2 Kajian Teori
1.5.3        Bab 3 Waktu Kajian
1.5.4        Bab 4 Deskripi Wilayah Kajian
1.5.5        Bab 5 Pembahasan Masalah
1.5.6        Bab 6 Pentup : Simpulan dan Rekomendasi








Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar