MENUJU
KURSI JABAR 2018
(seri 1)
Kepatuhan atau ketaatan structural terhadap pemerintah yang saya maksud
adalah secara
umum dapat diartikan sebagi citizenship
behavior yang merujuk pada 3 elemen utama yaitu,
kepatuhan,loyalitas, dan partisipasi. Kepatuhan dan loyalitas merupakan
definisi citizenship dalam pengertian yang luas, sehingga esensi dari citizenship
behavior adalah partisipasi. Dalam partisipasi, perhatian terutama
ditujukan pada arena nasional, arena komunal, dan arena organisasional.
OLEH:
JOKO BUDI SANTOSO,
SPD.M.A.
PILIHAN
BERDASARKAN KETAATAN STRUKTURAL
Kepatuhan
struktural akankah menjadi alasan membidik cagub.dan wagub
Sebagai warga negara yang baik
dan warga masayarakat yang bijaksana tentunya taat terhadap aturan hokum. Hokum
adalah menjadi alat ukur sejauh mana nilai kepatuhan dan kedudukan kita didalamnya.
Warga indramayu baik dikalangan swasta` mauapun pemertinthan taat terhadap
kebijakan pemerintah daerah merupakan
salah satu insrtment yang dapat menjadi indicator kategori warga yang baik.
Menyoal pesta demokrasi jawa barat yang akan digelar, maka ketaatan itu
memasuki babak ujian, yaitu bagaiana warga Indramayu mau memiih pemimpin sesuai
dengan amanat pimpinan Indramayu atau tidak.
Kepatuhan akan
kebijakan atasan merupakan pengejawantahan ketaatan struktual yang mencerminkan
bentuk dedikasi dan layolitas sebagai bagian integral atas oragisasi
pemerintahan regional jawa barat. Jika kadar loyalitas dan dedikasi merupaka
parameter atas makna ketaatan structural maka ketika kepala darah Indramayu
memberikan anjuran agar memilih bupati dari putra daerah Indramayu sudah
selayaknya hal itu agar menjadi referensi istimewa bagi warga Indramayu untuk
datang ke TPS memilih pasangan yang dianjurkan tersebut.
Apakah Makna Jika
Gubernur Dan Wakilnya Wong Dewek
Dalam organisasi jika komunikasi
berjalan dengan baik maka hampir dapat dipastikan rasa nyaman akan mengalir
bersama kesejahteraan yang di dapat para komponen organisasi. Pada oranisasi
pemerinthan para kepala dinas kabupaten,
dinas kecamatan sampai dengan kepala desa dan para perangkatnya tentunya yang amat merasakan pembagian roti
bernama kesejahteraan itu. Komunikasi efektif itu tententu didasari alasan
rational jika pemimpin organisasi itu dari kalangan sendiri, sekilas nampaknya
seperti membangun neo nepotisme di
alam reformasi, namun hal ini menjadi fenomena menarik dalam prespektif politik
praktis, mengapa hal ini bisa terjadi karena ada hunbungan historis phsikologi
yang dilatar belakangi oleh persamaan nasib sebagai putra daerah pada georafis yang sama,
investasi poltik berupa material dan non material. Hal lain yang memperkuat kondisi tersebut
adalah bahasa dalam ranah teoritis disebut
language of friendship atau bahasa
pekawaanan sehingga ada asumsi jika wong
dewek sing dadi wis pasti keciptretan rejeki. Pun demikian kondisi tersbut harus disertai dengan kudu kelingan karo purwa daksina. Jika
tidak akan menjadi kacang lupa kan kulitnya.
Oraganisai yang dibangun
berdasarakan ranah politik tentu sangat rentan dengan perubahan. Konstalasi
politik menjadi referensi utama untuk mengambil langkah startegis dalam
penetapan pilihan mengapa? Karena pada role
of the game politik adalah keputusan kolegial bukan keputusan individu.
Alas an lain seringnya terjadi perubahan keputusan politik adalah logika
politik bahwa dalam politik tidak ada kawan yang abadi namun yang abadi adalah
kepentingan. Situasi inilah yang
dilakukan oleh orang yang kita pilih sebagai pemimpin kadang tidak
sesuai harpan pemilih dan orang dekatnya.
Kepatuhan atau ketaatan structural terhadap pemerintah yang saya maksud
adalah secara
umum dapat diartikan sebagi citizenship
behavior yang merujuk pada 3 elemen utama yaitu,
kepatuhan,loyalitas, dan partisipasi. Kepatuhan dan loyalitas merupakan
definisi citizenship dalam pengertian yang luas, sehingga esensi dari citizenship
behavior adalah partisipasi. Dalam partisipasi, perhatian terutama
ditujukan pada arena nasional, arena komunal, dan arena organisasional.
Pilkada jabar siapapun pemenangnya akan ditentukan akumulasi
dari banyaknya partisipasi masayarakat dalam manyalurkan hak suaranya. Siapa
dari semua pasangan calon yang paling banyak partisipanya itulah gubernurkita nanti. Salah satu
diantara latar belakang dari parisipasi terhadap pasangan calon gubernuryang
menang tadi dapat ditentukan oleh alternative alasan menentukan pilihan
berdasarkan ketaatan structural.
Pilihan
berdasarkan ketaatan structural biasanya dapat dieksplor oleh calon incamben
mengapa? Karena structural yang dimksud disini lebih kepada para birokrat atau
aparateur Negara dalam keperintahan...Ketaatan structural dalam pilkada jabar
mempunyai makna yang relative berbeda sebab bedasarkan citizenship behavior partisipasi. Bergantung pada arena nasional,
arena komunal, dan arena organisasional. Berdasarkan hal ini maka masyarakt
Indramayu tergolong kepada area komunal dalam daerah pemilihan jawa barat
sehigga bngunan ketaatan sruktural yang relevan adalah bagaimana masyarakat
indramayu memahami bahwa yang dimaksud ketaatan structural adalah patuh teradap
haluan politik Kepala Daerah Indramayu. Ketika ada calaon yang dijagokan oleh pemimpin Indramayu untuk dapat
banyak berbicara pada tingat pemerintahan provinsi jawa barat, maka bukti dari
ketaan strukturannya adalah mendudukng pasangan tersebut.
Ketaatan
Structural Akankah Menentukan Kemenangan Pemilihan
Kemenangan dalam sebuah ajang pemilihan calon pemimpin
tidak hanya ditentukan oleh satu factor saja. Ketaatan struktulal hanya bagian
kecil dalam instrument untuk meraih kemenangan, banyak hal diperlukan untuk
dapat keluar sebagai pemenang, dalam logika sederhana ada pemeo yang sudah
akrab di telinga sebagian orang bahwa
kemungkinan karier seseorang baik dalam jabatan structural, fungsional dan
jabatan politik ditentukan oleh 3D
(garis tangan, campur tangan, dan tanda tangan ). Berdasarkan hal itu saya
merusaha mendekatkanya aspek rasionalitas dan tinjuan empiris. Garis tangan
merupakan indicator yang datang dalam ranah spiritual keagamaan, jika Tuhan sudah
menghendaki maka apa yang terjadi sudah merupakan referensi mutlak dari dimensi
langit yang tidak dapat diigkari oleh logika berfikir manusia. Artinya apapun
kodisi seseorang dari kalangan selebritiskah, tokoh masyarakatkah, ataupun
hanya orang biasa dengan komptensi yang pas-pasan jika Allah menghendaki maka
ia keluar menjadi yang terpilih. Camput tangan, merupakan kontribusi
dari pihak lain yang meiliki pengaruh besar pada komunitas kita berada, dikalangan
bikrorat bisa dicontohkan pimpinan seseorang dalam bekerja, atau orang yang
dituakan karena memiliki karismatik dan pengkultusan masayarakat. Pilkda jabar
campur tangan lebih mengarah pada sejauhmana para calon memiliki tim sukses handal
untuk dapat mendongkrat popuaritas jagonya melalui berbagai cara dan
kreatifitasnya. Tanda tangan adalah hal terakhir berupa dukungan
fasiiatas`berdasarkan kajian formal pimpinan dalam organisasi yang relevan
dengan bidang kerja dan profesionlitas seseorang
Pada
akhirnya Pilihan berdasarkan ketaatan struktural yang diupayakan masyarakat bukan
merupakan satu-satunya yang dapat menghantarkan Calon dan wakil gubernur yang
didukung dalam pilkada Jabar muncul sebagi pemenang, akan tetapi hanya sebagai bagian dari suatu
system nilai pada area komunal dalam
daerah pemilihan jawa barat baik formal maupun non formal yang hendaknya
dipenuhi agar tidak dipersalahakan
secara normative. Ketaatan struktural berguna sebagai referensi utama dalam memilih pimpinan bagi
komunitas yang berangkutan, apabila ultimate
goalnya adalah kemenangan maka ketaatan structural berfungsi sebagai instrument goal semata artinya
diperlukan instrument lain yang berfungsi sebagai modal agar dapat memenangi
pilkada jabar. Semakin banyak modal dari pasangan calon gubernur maka semakin besarlah
peluang untuk menang. Selamat berjuang wahai calon idaman. Semoga engkau bisa
menang.

0 komentar:
Posting Komentar