MOMENTUM CIMANUK BERKUMANDANG
Ciptaan:
Joko Indrabath 2016
Kali cimanuk yang
luka,
dalammu senilai dua
belas juta,
itu kata kawanku jika mampu menulismu dalam puisi juara.
itu kata kawanku jika mampu menulismu dalam puisi juara.
Ada
setumpuk batu berbungkus lumpur kotor di hulu dekat Garut menuntun ku pilu.
Betapa
tidak ngilu hatiku karena saudaruku disana tersirami oleh marahmu
Diantara lembutnya lumpur pasir mengigil.
Aku bertanya ada apa
dengan mu sampai memanggil.
Marahmu pada Pasundan
Raya,
Kala
mangsa penghujan tiba,
airmu
sampai kedalam jantung Indramayu Remaja.
Engkau
melumat Pilangsari. sukagumiwang, Jatibarang Tukdana
Aku tak akan lupa kau
lepaskan isimu
pada musim hujan
tahun lalu
Sejenak hati beristirahat diantara teriak bisu
warga Dermayu tahun lalu
Mereka bertanya
padamu apakah banyak dosa-dosa itu harus segera disapu.
Cimanukku…..,
Engkau
hanya mengelang berlalu
bersama
bulan diujung minggu.
Titi mangsa senantisa berjalan bersama irama hidup yang
berbeda dibilik hati
Persoalan sesuap masih
tetap masalah basi,
karena selalu
terulang kembali menjadi alasan kekejaman itu terjadi,
Kejahatan
terus meraja dijalan
Begal
dan perampasan adalah saudara kembar yang berbeda derajat kebengisan
Harga motor begitu mahal senilai nyawa anak wiralodra,
sementara penjarah
kerah putih begitu Berjaya
karena mampu
membeli hokum melalui meja makan mengundang selera
kuahu
sedih mu karena semuat terlena
betapa
kecilnya engkau dimata mereka
Sementara aku tahu
bahwa dirmu marah karena tak sejajar dengan Brantas yang menjadi kereta senja
membawa manusia melanglang dari Jakarta
ke Kediri dan arah sebaliknya
tak sejumawa serayu
yang mengangkat Banyumas kepermukaan nusantara.
Tak sewibawa Bengawan
Solo yang melegenda dengan gemilang
hanya karena seorang Gesang,
sampai ke negeri sakura dan kencir angin di diseberang.
Cimanukku…,
Aku
tahu kamu rindu untuk menaruh airmu diwaduk yang indah dekat dermaga,
sehingga
dapat mengaliri sawah di bumi Endang Darma.
Diammu adalah hasrat
kuat untuk menjadi hebat
karena engkau
dirawat dengan hangat
Putra
Indra dan Putri Ayu
harusnya
tetap berpadu bahu membahu,
agar indah bukan
hanya pada saat pesta milad tiba,
namun setiap saat bagai pesona aroma surga
pada detik kehidupan keluarga setiap desa Indramayu Jaya.
Cimanukku…..,
Engkau
mungkin benci pada tikus kantor
yang
membuat budi pekerti jadi kotor
sehinnga
lahir bayi yang bernama koruptor
karenanya
ada lobang besar
di
lumbung padi milik wiralodra yang tak berpagar.
Baru saja pesta milad usai dihelatkan,
engkau tampak dipuja pada pesta yang diatasnamakan
Sejatinya
dibilik hati ada bisikan
tentang
rindu nyanyian
anak
negri berkaolaborasi
lewat
seni diatas panorama hamparan sungai asri,
sampai
muara laut Indramayu Raya mari menari,
hingga duta wisata berkumandang datang,
melihat eloknya sudut pandang
Cimanukku…...
Engkau
bukan dua belas juta juta yang ditawarkan,
tapi
tujuh belas kemuliaan yang didambakan.
Tunggu
aku di momentum tujuh belasan
pada
saat kemerdekaan melenium ke -17 diusiakan,
disana
ada semangat mengakatmu menjadi setara dengan keindahan pemberian Tuhan
Engkau
bukan lagi hanya menjadi ngaran TV musiman
atau
nama sebuah rumah makan ,
melainkan
menjadi jati diri sungai yang tak
terluka karena menjadi lintasan sumber kehidupan
alirannya
kupertegas guna melanjutkan perjuangan.
Kini
saat momentum cimanuk berkumandang
agar
semua berani datang untuk menjadi pemenang

0 komentar:
Posting Komentar