BERLARI UNTUK REPUTASI INDRAMAYU



BERLARI  UNTUK REPUTASI INDRAMAYU
Jadi belum terlambat terus berlari untuk reputasi Indramayu,
hingga akhir waktupun masih gunakan daya kita demi harkat dan mimpi wong dermayu.
Taida yang mustahil jika itu tekat  menyongsong masa depan negeri,
maka jangan berhenti berlari menyosong hari bahagia datang lagi.
Oleh:
Joko Indrabath

Kabupaten Pesaing
Masih ingat lagu Gong 2000 yang berjudul Bus Kota dalam syairnya ; “kulari mengejar laju bus kota berlomba-lomba saling berebutan dan akhirnya akupun harus berdiri”. Lirik lagu ini menidentifikasikan adanya persaingan untuk dapat menggunakan suatu tempat di zona yang nyaman. Adanya kenyamanan yang didapat berbanding lurus dengan kepuasan individu dan atau kelompok individu pada organisasi yang sama yang jika kenyaman itu didapat, maka akan melahirkan sebuah reputasi eksklusif pada komunitasnya. Kenyaman itu didapat seletalah berhasil menyingkirkan semua pesaing bukan?
Foto: Panggung Gembira Jalan Sehat Hari Jadi Indramayu
. Reputasi Kabupaten Indramayu akan dikaji berdasarkan analogi perusahaan karena keduanya memili struktur yang sama dalam prespektif organisasi. Reputasi adalah sebuah konsep dalam public relations (PR) yang sulit didefinisikan secara tegas. Reputasi adalah intangible asset yang sulit diukur dan dijelaskan keberadaannya karena reputasi bukan sebuah produk yang dapat dilihat. Aset Indramayu adalah produk kebijakan pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakatnya, maka akan menghasilkan reputasi yang baik dapat memperkuat posisi Pemerintahan  ketika berhadapan dengan pesaing. Pesaing dalam hal ini bisa bersifat internal yakni para oposisi dalam ranah politik dan eksternal yakni Kabupaten lain di sekitarnya. Dalam bahasan ini penulis hanya akan mendalami jenis pesaing dari sisi ekstrenal yakni pesaing dari reputasi kabupaten lain.

Kabupaten Sleman, Gunung kidul , Blitar Jatim, Batu, Malang, merupakan kabupaten yang dijadikan contah sebagai kabupaten yang banyak mencuri perhatian Nasional bahkan Internasional. kabuapten tersebut mampu menyedot perhatian atas prestasi, kebudayaan, dan keberadaannya dalam komunitas nusantara.
Produk Kebijakan
Berdasarkan hal tersebut maka perlu ditampilkan produk kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten Indramayu dengan memperhatikan RPJMD Kabupaten Indramayu Tahun 2011-2015. Hal itu  merupakan penjabaran dari visi,misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Indramayu Tahun 2006-2025 serta memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014.
RPJMD Kabupaten Indramayu Tahun 2011-2015 dijabarkan dalam Pasal 13 tentang Visi Kabupaten Indramayu 2011-2015 adalah mewujudkan masyarakat yang religius, maju, mandiri dan sejahtera atau disingkat REMAJA(2) Setiap unsur di dalam rumusan visi di atas mengandung makna:a.religius bermakna mampu menerapkan ajaran agama; b.maju bermakna mampu menerapkan ilmu pengetahuan;c.mandiri bermakna mampu menerapkan prinsip kemandirian; dan d.sejahtera bermaknamampu memenuhi segenap kebutuhan hidup secara layak yang mencakup aspek sosial-budaya, ekonomi dan fisik.(3) Pencapaian taraf kesejah teraan merupakan perwujudan dari penerapan ajaran agama, ilmu pengetahuan dan kemandirian.

Mengawal Sapta Karya Mulih Harja
Pada  .Pasal 14 menjelaskan tentang Misi Kabupaten Indramayu 2011-2015 yang terangkum dalam rumusan Sapta Karya Mulih Harja, meliputi: (a).misi 1:Mengembangkan sumber daya manusia bermutu berbasis ajaran agama,ilmu pengetahuan dan budaya local ; (b).misi 2:Mengelola wilayah secara selaras, lestari, dan optimal; (c).misi 3:Meningkatkan peranan perempuan dalam pembangunan daerah berbasis kesetaraan gender; (d).misi 4:Menguatkan struktur perekonomian masyarakat;e.misi 5:Meningkatkan pendapatan asli daerah;f.misi 6:Menegakkan keamanan dan ketertiban umum; dan.misi 7:Memantapkan pemerintahan yang baik.
Renana Pembagunan Jangka Menegah Daerah Indramayu tersebut telah diguratkan dalam pasal 13 dan 14 diatas dengan jargon Sapta Karya Mulih Harja yang berati tujuh hasil karya untuk menuju kembali pada kesejahteraan. Hal ini merupakan ujud membangun reputasi melalui kinerja pemerintah yang setidaknya diberi aspirasi untuk sama-sama mengawalnya agar tetap dalam koridor tujuan mulia itu.
Reputasi Samakah  Dengan Image
Beberapa kalangan menganggap reputasi sama dengan image perusahaan, sedangkan kalangan yang lain menyebut bahwa reputasi memiliki perbedaan dengan image. Kennedy (1977) dalam Gotsi dan Wilson (2001) menyatakan bahwa image memiliki kesamaan dengan reputasi karena perusahaan pun membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk sebuah image. Sehingga perdebatan mengenai definisi image dan reputasi tidak diperlukan, selama publik dapat memahami konteks dalam memahami kedua konsep tersebut, atas dasar pandangan ini  maka image komunitas nasional tentang kondisi Indramayu yang akan menjadi focus kajian.
Image Kabupaten Indramayu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yang terdiri atas 33 kecamatan dengan jumlah 315 desa dan kelurahan itu memiliki potensi yang luar biasa. Potensi daerah hampir ada pada setiap bidang seperi: SDA memiliki sumber dan pengolahan minyak bumi, potensi pantai dan Hutan dengan wilayah luas. Kondisi ini adalah modal yang cukup luar biasa untuk menampilkan wajah Indramayu di komunitas kabupaten-kabupaten di Nusantara, namun hingga ada image bahwa Indramayu belum setara dengan kabupaten lain yang telah maju selangakah daripada kabupaten Indramayu. Hal ini di karerna adanya image bahwa Kabupaten lain banyak muncul pada percaturan nasional bahkan internasional karena berhasil mengakat citranya melalui budaya, kodisi georgrafis dan situs peninggalan sejarahnya. Kabupaten bisa mencuri perhatian namun Indramayu yang dikenal dengan kota mangga, kota pesisir pantai, namun gaung akan potensi itu di tenggelamkan oleh image sebagai pengahasil RCTI (Randa Cilik Turunan Indramayu), Begal, dan Tawuran.
Berdasarkan paparan diatas dapat ditegaskan bahwa Indramayu setidaknya dapat segera bangkit dari image negative sebagai kabupaten yang belum tampil maksimal luar biasa dalam dimensi nasional dan internasinal. Sector pengembangan Pariwisata dengan mengoptimalkan dan  memanfaatkan sumber daya Manusia dan Sumber daya Alam yang tersedia dapat menjadi starting point guna menuju arah membagun image positif itu.
Jadi belum terlambat terus berlari untuk reputasi Indramayu, hingga akhir waktupun masih gunakan daya kita demi harkat dan mimpi wong dermayu. Taida yang mustahil jika itu tekat  menyongsong masa depan negeri, maka jangan berhenti berlari menyosong hari bahagia datang lagi.


Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar