MENJEMPUT CITRA IMPIAN INDRAMAYU
Oleh :
Joko Indrabath
Kolaborasi
Apik
Setiap individu maupun kelompok akan
berusaha mengapai apa yang diinginkan, ketika mereka melakukannya maka ini
adalah sebuah upaya dalam bentuk kinerja, dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata upaya berarti usaha,ikhtiar untuk mencapai
suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar.
Berdasarkan hal
itu itu,maka
kata upaya memiliki kesamaan arti dengan kata usaha, dan demikian pula dengan
kata ikhtiar, dan upaya dilakukan dalam rangka
mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar.
foto: Joko Indrabath bersama Ali Hasa Kadis , Hj. Sri Sekdis dan Para Kabid Dinas Pendidikan Indramayu
Jadi Upaya membangun daerah dalam hal ini adalah ikhtiar
yang dilakukan dalam rangka mencapai suatu maksud mengahapus Citra
negatif yang masih melekat dalam pandangan masyarakat pada umumnya. Cara yang
dilakukan dengan memecahkan persoalan,
mencari jalan keluar menyelesaikan citra negatif sebagai pengahasil RCTI
(randa ciliki Turunan Indramayu), Begal, dan Tawuran.
Berdasarkan hal diatas maka setidaknya upaya membagun daerah
dapat dilakukan melaui momentum tanggal 17 Agustus 2017. Pada hari itu Indramayu harus dapat menampilkan tiga makna
yaitu: pertama ditujukan kepada public tentang 17 prestasi pemerintah yang
dilakukan Bupati. Kedua, peringatan HUT RI ke-72 pada tanggal 17 menjadi acara
sacral kirab pusaka atau artefac
sejarah yang di arak lewat keindahan Sungai Cimanuk dan di akhiri pendopo
sebagi pusat pemerintahan. Ketiga, tahun 2017 dapat member media bagi pekerja
seni dan pengelolaan potensi wisata indramayu untuk menggelar perunjukan kreasi
seni tradisional dan modern dalam kolaborasi yang apik, dengan demikian Harapan
terujudnya citra positif yang bisa membanggakan warga Indramayu bukan menjadi
mimpi belaka.
Keseluruhan Persepsi
Semua
orang maupun organisasi pasti sangat mendambakan Citra yang baik dalam
kehidupan ini, untuk itu mari kita dalami pengertian citra itu sendiri. Ada
beberapa definisi citra yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:Kotler
(2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and
impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker
& Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of
people think and know about or object “.Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987
; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and
understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat
diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam
diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah
diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur
melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui
secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek,
bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai
dari objek tersebut.
Bedasarkan
hal diatas persepsi dan pemahaman terhadap gambaran Citra Indramayu yang muncul
adalah belum segemilang kabupaten Malang, Sleman, dan DIY. Hipotesa ini adalah didapat dari kesan atau respon public
pada tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi kehebatan Indramayu.
Suatu
citra bisa sangat kaya makna atau sederhana saja. Citra dapat berjalan stabil
dari waktu ke waktu atau sebaliknya bisa berubah dinamis, diperkaya oleh jutaan
pengalaman dan berbagai jalan pikiran asosiatif. Setiap orang bisa melihat
citra suatu objek berbeda-beda, tergantung pada persepsi yang ada pada dirinya
mengenai objek tersebut atau sebaliknya citra bisa diterima relatif sama pada
setiap anggota masyarakat, ini yang biasa disebut opini publik.
Pada
masa kepemimpinan Irianto MS Saefudin Citra bisa berubah dinamis yakni
keberhasilan Bupati Indramayu menekan
angka tawuran di Indramayu secara signifikan dan hingga saat ini dapat berjalan
stabil dari waktu ke waktu.
Pada
akhirnya Indramayu merindukan citra gemilang itu muncul kembali, mengapa?
Karena ada persepsi public terhadap satu
hal yang dibentuk melalui kebijakan yang dilahirkan dan proses informasi yang
diperoleh. Seperti yang dikemukakan Assael ( 1987 ; 162 ) yaitu : “ An Image
is a total perception of the subject that this formed by processing information
from various sources over time “. Citra merupakan keseluruhan dari persepsi
seseorang terhadap satu hal yang dibentuk melalui proses informasi yang
diperoleh dari berbagai sumber.
Demensi Jenis Citra
Indramayu
dapat di kaji dari demensi Jenis citra
yaitu: citra bayangan (mirror
image),citra yang berlaku (current image),citra
yang diharapkan (wish image), citra majemuk (multiple image), citra
perusahaan (corporate image).
Citra bayangan (mirror image), Citra bayangan
adalah suatu citra yang melekat pada orang–orang
dalam atau anggota organisasi pada suatu /organisasi. Sosok seperti wiralodra Nyi Eandang darma adalah figure
orang klasik Indramayu yang memiliki citra bayangan tokoh heroic. Citra bayangan sering melekat pada para pimpinan
organisasinya, dalam hal ini Yance dapat dikategorikan “Orang–orang dalam“
organisasi sering menganggap bahwa citra organisasi di mata masyarakat adalah
positif bahkan seringkali terlalu positif. Anggapan “orang–orang dalam“
organisasi tentang citranya yang positif di masyarakat. Cintra banyanagn seringkali tidak selalu tepat atau tidak sesuai dengan
kenyataan yang sesungguhnya sedang terjadi
kondisi inilah yang saat ini terjadi di Indamayu bahwa sosok heroic itu belum
muncul lagi kepermukaan.
Citra yang berlaku adalah
suatu citra atau pandangan yang melekat
dari pihak – pihak luar / eksternal tentang suatu
organisasi. Kabupaten Indramayu dalam prespektif
nasional belum mengorbit seperti kabupaten lain di Indonesia, indicator yang
fdalam pandangan ini adalah sedikitnya orang yang mau berkunjung ke wilayah ini
dalam kegiatan pariwisata, belajar, dan bekerja. Seperti citra bayangan, citra yang
berlaku juga tidak selamanya / seringkali jarang
sesuai dengan kenyataan, karena hal
tersebut terbentuk berdasarkan pengalaman atau
pengetahuan dari orang – orang luar tersebut
yang biasanya tidak punya informasi yang
memadai tentang organisasi yang bersangkutan.
Citra tersebut cenderung negatif sehingga
bisa punya dampak bagi citra buruk
organisasi. Kondisi ini memiliki persamaan
dengan pandangan negative tentang dinasti keluarga pada Pemerintahan Kabupaten
Indramayu yang tidak
punya informasi yang memadai tentang kondisi sebenarnya di Indramayu. Kondisi ini
seringkali kurang disadari oleh pihak penyelengga pemerintahan kabupaten oleh karena
itu public relations harus secara simultan
menginterpretasikan sikap – sikap pihak luar
terhadap Kabupaten Indramayu
yang bisa saja keliru memperkirakan pandangan
khalayak eksternalnya itu, maka
Program 171717 adalah salah satu ikhtiar menempatkan Indramayu pada kondisi
yang pas.
Citra yang diharapkan adalah
suatu citra yang diharapkan / diinginkan
oleh pihak manajemen banyak organisasi.
Citra ini juga tidak sama dengan
citra yang sebenarnya. Biasanya
citra yang diharapkan ini
lebih baik atau lebih
menyenangkan daripada citra yang ada.
Namun secara umum, bahwa citra yang
diharapkan adalah suatu hal yang selalu
identik dengan hal – hal yang baik.
Jadi citra yang diharapkan
adalah suatu program yang
dirumuskan dan kemudian dilaksanakan guna
menyambut sesuatu hal yang relatif baru
khususnya pada suatu hal dimana khalayak
eksternal ( target khalayak ) organisasi belum
memiliki informasi yang memadai mengenai
hal yang dimaksud.
Program 1717 adalah upaya pengelola kabupaten Indramayu untuk menuju harapan tentang kegemilangan prestasi
Kabuapten guna mengangkat citra daerah Indramayu tampil lebih tinggi dalam
dimensi nasional.
Citra
majemuk adalah suatu citra yang beraneka
ragam yang belum tentu sama dengan citra
organisasi atau lembaga
secara menyeluruh. Bisa dikatakan bahwa
jumlah citra yang dimiliki suatu lembaga sama banyaknya dengan
jumlah anggota organisasi yang dimilikinya.
Untuk mengantisipasi masalah – masalah yang
mungkin akan timbul, di
Kabupaten Indramayu variasi citra tersebut harus dieliminis
seminimal mungkin dan citra lembaga harus ditegakkan.
Citra Lembaga / institusi adalah
merupakan citra dari sebuah organisasi
secara menyeluruh. Penjabaran citra perusahaan
bukan hanya dilihat secara parsial dari
sudut citra atas produk atau pelayanan
semata – mata. Karena citra lembaga
merupakan sebuah proses perjalanan kepemerintahan Indramayu yang kemudian
menghasilkan sebuah penilaian secara
menyeluruh tentang organisasi yaitu citra Pemerintah Daerah. Indikator citra antara lain
sejarah atau riwayat hidup Kabupaten yang gemilang, kinerja
keuangan yang pernah diraih, keberhasilan program - program pemda, hubungan industrial
yang baik, partisipasi dalam memikul
tanggung jawab sosial dsb. Dunia Harus tahu bahwa Indramayu bisa hebat, sehebat harapan
wong dermayu untuk maju menjemput impian.
0 komentar:
Posting Komentar