PELANTIKAN BUPATI DAN PELANTIKAN HATI



PELANTIKAN BUPATI DAN PELANTIKAN HATI
Banyak pandangan akan banyak pula pilihan, banyak pilihan tentu akan banyak alternatif kesempurnaan tentang apa yang mau dan kita inginkan
Oleh:
JOKO INDRABATH

Acungan Jempol Buat Wanita Nomor Satu
Acungan jempol simbol rasa kagum akan capaian prestasi, itulah kalimat yang dapat saya tuliskan mengawali respon terhadap pelantikan bupati baru Kabupaten Indramayu hari ini, mengapa, karena ada bentuk apresiasi yang muncul dari peristiwa itu yakni sebuah prestasi dalam ujian eksistensi manusia pada ranah interaksi sosial politik dan reaksi hati pada konsep idialita hakekat kehidupan.
Pada dimensi interaksi sosial politik betapa saya mengaumi bahwasannya ada sosok wanita cantik mampu tampil perkasa dibalik sifat feminimnya yang elok. Sebagai seorang wanita yang notabene lebih sensitif hatinya daripada lelaki, justru tampil luar biasa untuk memilih menjadi pemimpin guna menghadpi segala kemungkinan nilai yang muncul ditengah akutnya masalah penyakit mental bangsa. Sejenak saya tertegun ada ibu yang rupawan tampil dilantik pada acara pelantikan Bupati dan wali Kota di Ibu Kota Jawa Barat.
 Banyak reaksi pada mementum acara ini, sejumlah kalangan bahkan sempat menghawatirkannya, isu dan rumor terus beredar seputar prosesi pelantikan, namun pada akhirnya lega hati ini ketika saya baru saja menyaksikan suksesnya acara pelanatikan Bupati di gedung merdeka Bandung yang di akhiri dengan makan siang bersama di Sindang Reret Resto Rabu 17 Februari 2016 siang tadi.
Pada Momentum ini saya melihat ada tiga hal substansial yang menarik untuk dikupas; pertama, pengakuan yuridis formal terhadap pemenang kontenstan Pilbub 2015, kedua, Proses mengalirnya pendidikan politik masyarakat Indramayu, ketiga sikap ketokohan elit masyarakat pelaku pilbub Indramayu.

Pengakuan Yuridis Formal Pemenang
Sebuah pengakuan kadang sulit untuk bisa dilaksanakan, setidaknya contoh pkasus ini merupakan logika berpikir sederhana yang penulis paparkan. Ketika ada orang kentut dalam keramaian jarang orang yang secara tegas menyatakan bahwa dirinyalah yang telah membuang gas berbau tidak sedap itu. Kenapa hal itu terjadi , Indikatornya bisa berupa rasa malu atas kealfaan atau mungkin karena tidak berani untuk mendapat julukan orang yang tidak terhormat dalam komunitas itu.
Sikap ini demikian memang  manusiawi, namun jangan dijadikan kambing hitam untuk membentuk kepribadian masyarakat, karena tentu saja sikap demikian akan membawa pada karakter masyarakat  yang  tidak elegan.
Pengakuan terhadap pemenang Pemilihan Bupati dapat di anologikan seperti hal diatas. Pengakuan terhadap kemenangan pasangan ANDI setidaknya harus disikapi secara bersama masyarakat Indramayu, mengapa karena kita tidak ingin diantara masyarakat Indramayu tergolong bukan orang yang menempati posisi elegan dalam memaknai  hidup berdemokrasi.
Kekecewaan wajar menghinggapi hati pihak yang kalah namun  tidaklah salah kalau saya mengatan bahwa orang yang bernilai tinggi itu derajatnya tinggi pula, jadi bersikap berani menerima kenyataan tentu saja akan meninggikan derajat seseorang. Menghadiri dan mengucapkan selamat pada acara pelantikan Bupati merupakan media yang cukup tepat untuk membawa eleganitas ketokohan kita di masyarakat.
            Tidak semua orang Indramayu dapat dengan mudah menjadi tokoh yang elegan dalam konteks pilbub kemarin. oleh karena itu pelantikan bupati secara sah harus di ditentukan melalui mekanisme yuridis formal oleh negara untuk menentukan pemenang pilbu oleh ketetapan uandang-undang,  agar bupati terpilih mendapat pengakuan dari semua masyarakat Indramayu.
Proses Mengalirnya Pendidikan Politik Masyarakat Indramayu
Air yang mengalir lebih menyegarkan dan menyehatkan dari pada air yang tergenang. Air mengalir membersihkan dari kotoran dan memberikan kehidupan sepanjang arah arus perjalanannya menuju muara, sedangkan air tergenang akan membentuk comberan dengan bau tidak menebarkan keharuman dan kesehatan.
Pendidikan politikpun harus senantiasa mengalir sehingga muaranya adalah kemapanan dan kedewasaan  masyarakat dalam melakukan aktifitas politik. Adanya perbedaan pandangan dan kepetingan mestinya bukan merupakan ancaman akan tetapi merupakan warna dari indahnya demokrasi.
 Ajakan penulis jika ingin menjadi tokoh masyarakat Indramayu adalah pemikiran; “jadilah air yang mengalair dalam pemikiran prespektif demokrasi bukan air yang mengenang dalam kamuplase dekorasi”. Hal ini berarti bahwa akan lebih mulia memberikan pendidikan berdemokrasi melalui sikap postif untuk mengucapkan selamat atas pelantikan Pasangan Ana Supana - Sependi sebagai Bupati Terpilih periode 2016-2021 daripada menghujatnya dengan berbagai alasan klise yang sebenarnya hanya mengaktulisasikan ketiberdayaan melawan firhah sukse karir politiknya,
Sikap Ketokohan Elit Masyarakat
Begitu pentingnya strata sosial dalam pandangan saya, maka demikian pula pola tikah laku elit masyarakat harus dapat memahami arti penting akan semua itu dalam rangka menuju kemuliaan kualitas hidupnya. Banyak pandangan akan banyak pula pilihan, banyak pilihan tentu akan banyak alternatif kesempurnaan tentang apa yang mau dan kita inginkan. Keinginan masyarakat Indramayu dalam pandangan saya sudah pada titik yang sama yaitu menuju Indramayu REMAJA sebagi visi dan misi yang hendak diejawantahkan. Jadi akan lebih sempurna jika sikap elit masyarakat Indramayu juga mengamini akan hal itu, sehingga masyarakat awam tidak kebinggungan mencari makna tentang Indramayu yang religius, maju dan sejareta. Lantikan bupati hendaknya disikapi sebagai starting point untuk memberikan sumbngan pemikiran dan kelteladanan dalam kancah demokrasi. Itulah menurut saya sikap elit masyarakat yang semestinya dilakukan, bukan terus memberi ruang pada rasa ketidakpuasan tentang hasil kinerja KPUD dan Lembaga negara lainnya menyoal Siapa yang menjadi orang Nomor Satu di Indramayu.
Pelantikan Ana Sufana menjadi orang nomor satu hendaknya dimaknai sebagai sebuah prestasi dalam ujian eksistensi manusia pada ranah interaksi sosial politik bukan dipandang sebagai dimensi perpanjangan dinasti, mari kita arahkan reaksi hati pada konsep idialita hakekat kehidupan yakni mencari kebenaran. Biarkan Makna pelantikan adalah makna kebenaran yang berkibar di bumi wilodra.
Selaras dengan semangat Pelantikan Bupati terpilih Indramayu mari kita lantik juga hati kita menjadi hati yang penuh warna pesona kemuliaan agar kesejahteraan bisa hadir diharibaan. Selamat Ibu selamat Indramayu.



Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar