Oleh:
JOKO
INDRABATH
Karakter Pentagonis Milik Ibu
Masih ingat sandiwara radio tahun 80 -an yang
berjudul Ibuku Malang Ibu Ku Sayang? Sandiwara radio ini tokoh sentralnya
adalah Baskoro yang diisi vokal oleh
Feri Fadli yang yang juga dabber (
Pengisi suara) dari Brama Kumbara dalam Sandiwara Saur Sepuh.
Kisah karya Adi Suhastra itu merupakan tuangan
warna kehidupan dalam kemasan intertaiment
yang jujur, mengapa? karena segala alur ceritanya akan gampang ditemukan persamaannya
dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Karakter antagonis Pongah dan serakah
ditampilkan oleh tokoh Sosongko dan Sonny anak benggal korban dari hancurnya
ikatan keluarga, sementara tokoh pentagonis nampak dari Bapak yang sabar dan
tawakal terlihat dari peran ayah Baskoro, ibu yang lebut penuh kasih sayang
dibawakan oleh Maria Unthu dengan sempurna, serta pemuda cerdas dan berbakti
pada orang tua ditampilkan oleh Baskoro dan adiknya yang jenius Damayanti.
Kisah sandiwara radio ini menjadi sebuah insipirasi
bagi saya untuk coba melihat sosok Bupati terpilih pada karakter tokoh
pentagonis yakni sosok ibu yang lembut dan penyayang. Dua karakter dasar itu
nampak saya rasakan ketika berada sangat dekat dengan beliau. Wajahnya yang ayu
meluluhkan amarah sendu dendam, kelembutan pribadinya melunturkan dasyatnya
angkara di jagat raya.
Berdasarkan itu saya pastikan wong dermayu
tidak salah pilih untuk memberikan mandat kepada Ibu Anna Sopana sebagai Bupati
Indramayu kembali, karena karakter Ibu Bupati adalah karakter yang pentagonis
sehingga apa yang ditampilkan pasti akan terasa manis dalam membawa Indramayu
kepada kebijakan pemerintah yang lebih dinamis.
Keakraban Bupati Terpilih
Dengan UPTD Kab. Indramayu di Oemah Kampung Gunung Kidul (foto; Indrabath)
Membangun Dialektika Politik
Keakraban Ibu dengan para keluarga besar UPTD
Kabupaten Indramayu merupakan gambaran nyata bahwa beliau sangat dekat dengan
kita rakyatnya. Tidak ada stratifikasi sosial dalam intarkasi selama perhelatan
wisata keakraban itu berlangsung. Jarak antara bawahan, rakyat dan orang nomor
satu di Indramayu terhapus oleh senyum dan tawa dalam temu akrab bersamanya di
Jogjakarta.
Apa yang dilakukannya sangat alami tanpa
tendensi, saya bisa pastikan melalui minimnya tindakan protokoler yang
dilakukan oleh Petugas Kedinasan Bupati, hal ini menurut saya adalah wujud
kongrit bangunan dialektika politik yang dikedepankan untuk menagkap serta
bersikap atas aspirasi rakyat Indramayu.
Menangkap Dan Bersikap Aspiratif
Jarak yang jauh antara pemimpin yang dipimpin
merupakan indikator kuat terjadinya konflik politik dalam sebuah Institusi. Hal
ini menimbulkan tersumbatnya proses komunikasi sehingga yang muncul kepermukaan
adalah miss persepsi pada sebuah
langkah implementasi kebijakan yang diusung pimpinan.
Komunikasi sangat diperlukan dalam setiap
dimensi kebijakan, baik melalui kebijakan dalam sosialisasi program maupun
pertemuan informal yang dilakukan. Komunikasi inilah yang pada akhirnya akan
bisa menagkap segala bentuk aspirasi, Oleh karena itu saya melihat langkah Ibu
sudah lebih baik karena segala aspirasi itu langsung disikapi dengan bukus pribadi yang
berkarakter pentagonis.
Keakraban ditengah beberapa komunitas seperti
Keluarga Besar Disdik Indramayu, UPTD, PGRI, dan KPUD merupakan bukti yang
tidak bisa terelakan tentang langkah strategis bupati dalam menagkap dan
bersipat aspiratif.
Kedekatan Meninggikan Elganitas
Kedekatan Bupati dari berbagai kegiatan yang
saya ikuti merupakan penjabaran dari filosofi tentang air, karena air yang mengalir
lebih menyegarkan dan menyehatkan dari pada air yang tergenang. Air mengalir
membersihkan dari kotoran dan memberikan kehidupan sepanjang arah arus
perjalanannya menuju muara, sedangkan air tergenang akan membentuk comberan
dengan bau tidak menebarkan keharuman dan kesehatan.
Keakraban Bupati Indramayu yang tampil sebagai
sosok seorang ibu menciptakan susana menyegarkan dan menyehatkan dalam
dilalektika politik. Sikapnya terhadap kemenangan pada pesta demokrasi dengan tidak
menunjukan eporia secara berlebihan telah memberikan pendidikan politik. Hal
ini merupakan sikap yang luar bisa menujukan kelas ketokohannya dalam
masyarakat, karena dapat menciptakan aliran nafas politik yang bermuara pada kemapanan dan
kedewasaan masyarakat Indramayu dalam melakukan
aktifitas politiknya.
Langkah ini jelas akan menghantarkan Ana Sophana pada derajat yang lebih tinggi
pada deretan elit masyarakat Indramayu karena telah dapat meninggikan
eleganitas pribadinya dalam dimensi politik melalui kedekatan dalam berkomunikasi
ala seorang ibu.
Penampilan ibu bupati dalam setiap acara publik
setidaknya dimaknai sebagai inspirasi wong dermayu dalam membentuk dan
menumbuhkan cinta pada kehidupan, sebab hidup tanpa cinta hampa rasanya,
demikian juga saat ini jika ibu tiada maka kami akan kehilangan hidup yang
lebih bermakna.
Bentuk Insprisasi kecil yang bisa di jadikan
bekal dari semua pada demensi kehidupan kita adalah, mari mendekat dan merapat
agar inginmu segera kau dapat. Apa lagi yang lebih mudah untuk kita
berkomunikasi dengan sesama, lau mengapa kita sulit untuk berbagi rasa, karena
sekelas Bupati pun sangat mudah bercengkrama dan berbagi cerita, mari hidup
bersama sehingga kita bisa bahagia berlama-lama karena pasti menumbuhkan cinta
bersama didalamnya.
.
0 komentar:
Posting Komentar