PERAN PENGAWAS SEKOLAH SEBAGAI PENGAWAL PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN INDRAMAYU


PERAN PENGAWAS SEKOLAH SEBAGAI PENGAWAL
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN INDRAMAYU

Indramayu REMAJA semestinya tetap dijaga, agar mulia masyarakat Indramayu raya, lewat pendidikan yang paripurna, untuk itu kesejahteraan pengawas sekolah menjadi soal utama untuk dicermati secara seksama, dan ditingkatkan dalam tempo sesingkat-singkatnya, agar mereka lebih dapat membina kepala sekolah, guru, dan tata usaha, sehingga mutu pendidikan Indramayu seperti remaja, berkilau nan cantik jelita, karena prestasinya yang membahana dimana-mana
Oleh:
Joko Budi Santoso, S.Pd, M.A.


Mutu Pendidikan Jadi Kambing Hitam
Mutu pendidikan masih sering menjadi sorotan dawasa ini, masyarakat sering melihatnya dari kualitas output yang dihasilkan satuan pendidikan. Para siswa ditenggarai belum dapat menujukan kualitas kelulusan yang membagakan. Salah satu indikator yang menjadi sorotan dalam hal ini adalah kualitas guru dan tenaga kependidikan.
Banyaknya orang tua siswa yang mengirimkan anaknya melanjutkan pendidikan diluar kabupaten Indramayu mencapai angka 20% sebagaimanan yang disampaikan Kadisdik Indramayu pada rapat dinas pendidikan  juli 2018. Hal ini mengindikasikan bahwa orang tua lebih percaya pada mutu pendidikan didaerah lain lebih baik dari pada kabupaten Indramayu. Apa yang menjadi penyebab akan fenomena ini mungkin tidak salah kalau orang tua beranggapan bahwa tidak hebatnya  kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi kambing hitam mutu pendidikan Indramayu.

Peran Pengawas Sekolah Terisolasi
            Secara impiris saya merasakan peran pengawas sekolah terisolasi pada kompetensi dan tupoksinya, sehingga ini juga dirasa menjadi indicator mengapa pendidikan Kabupaten Indramayu belum dapat melakukan prestasi tertinggi. Berkaca pada kondisi maka wajar kalau kualitas guru dan tenaga kependidikan dimanati masyarakat dewasa ini menjadi persoalan yang segera dibenahi. Untuk dapat melakukan hal itu tentunya peran pengawas sekolah diupayakan dapat berfungsi sebagaimana  seharusnya, mengapa? karena peran Pengawas Sekolah sangalah besar dalam perbaikan kualitas pendidikan Indonesia di Kabupaten Indramayu
Sekedar untuk merifres tentang peran pengawas ada baiknya saya uraikan tetang peranan pengawas sekolah secara yuridis, Pengawas sekolah melalui tugas pokok dan fungsi yakni melakukan pemenilaian dan pembinaan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0304/U/1980 tentang Struktur Organisasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menempatkan Pengawas Sekolah dan Penilik Sekolah sebagai tenaga dua fungsi. Maksudnya, mereka memiliki posisi jabatan struktural dan juga berposisi pada jabatan fungsional. Akan tetapi, dengan keluarnya Keputuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Nomor 118/1996 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, pengawas sekolah dan penilik sekolah (kemudian bernama Pengawas Sekolah ) murni menjadi pejabat fungsional. Jabatan struktural yang melekat padanya dilepaskan oleh keputusan itu itu. Sejak itulah Pengawas Sekolah bertugas sebagai penilai dan pembina bidang teknik edukatif dan teknik adminsitratif di Sekolah yang menjadi tanggung jawabnya.
Secara tegas dikatakan dalam Keputusan Menpan No. 118/1996 sebagai berikut, ”Pengawas Sekolah  adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan Pengawasan  pendidikan di Sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan Pra Sekolah, Dasar, dan Menengah.”
Inti tugas pokok dan fungsi Pengawas Sekolah adalah menilai dan membina. Subjek yang dinilai adalah teknis pendidikan dan administrasi pendidikan. Penilaian menurut PP 19/2005, bab I, pasal 1, ayat (17) adalah seperti betikut ini, ”Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.”  Sedangkan Kepmenpan No. 118/1996, bab I, pasal 1, ayat (8) menyatakan, ”Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan kriteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sekolah.”
Terkait dengan tugas menilai, seorang Pengawas Sekolah melakukan pengumpulan informasi tentang subjek dan objek kerjanya (teknik pendidikan dan administrasi). Informasi  itu kemudian diolah sedemikian rupa. Hasil olahan informasi itu digunakan  untuk mengukur atau menentukan derajat kualitas subjek. Hasil penilaian tersebut akan menginformasikan kepada Pengawas Sekolah bahwa teknik pendidikan di satuan pendidikan tertentu telah memenuhi tolok ukur (standar) yang ditetapkan atau sebaliknya. Begitu pula halnya dengan teknik administrasi.
Kepmenpan Nomor 118/1996, Bab I, pasal 1, ayat: (9)    Pembinaan adalah memberi arahan, bimbingan, contoh, dan saran dalam pelaksanaan pendidikan Sekolah. (10)  Memberikan arahan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di Sekolah yang diawasi dalam melaksanakan  tugasnya lebih terarah dan mencapai tujuan yang telah dirumuskan. (11)  Memberikan bimbingan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di Sekolah yang diawasi mengetahui secara lebih rinci kegiatan yang harus dilaksanakan dan cara melaksanakannya. (12)  Memberikan contoh adalah upaya Pengawas Sekolah yang dilaksanakan dengan cara yang bersangkutan bertindak sebagai guru yang melaksanakan proses belajar mengajar/bimbingan untuk materi tertentu di depan kelas/ruangan bimbingan dan konseling dengan tujuan agar guru yang diawasi dapat mempraktikkan model mengajar/membimbing yang baik. (13)  Memberikan saran adalah upaya Pengawas Sekolah agar sesuatu proses pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah lebih baik dari pada hasil yang dicapai sebelumnya atau berupa saran kepada pimpinan untuk menindaklanjuti  pembinaan yang tidak dapat dilaksanakan sendiri.

Berdasarkan paparan diatas maka peran pengawas terisolasi pada kewenangan tupoksinya karena belum dapat melakukan pemenilaian dan pembinaan secara maksimal, Hal ini karena sebagian besar peranya belum diberikan ruang untuk merekomendasikan hasil penilaian dan pembinaannya dalam menentukan kebijakan sebagai lembaga penjamin mutu pendidikan Kabupaten Indramayu.

Pentingnya Rekomendasi Pengawas Sekolah
Peran pengawas sebagai lembaga penjamin mutu pendidikan sangat strategis untuk menjawab factual problem mutu pendidikan Kabupaten Indramayu, maka rekomdenasi pengawas sekolah sangatlah penting untuk dijadikan referensi pengambilan kebijakan pendidikan.
Referensi pengawas dalam hal Pengambilan kebijakan pendidikan itu diatarannya adalah; rekrutmen Kepala sekolah satuan pendidikan, rekrutmen kebutuhan guru kelas dan mata pelajaran, penilian kinerja kepala sekolah dan guru, mutasi guru dan tenaga kependidikan, serta pengembangan satuan pendidikan di Kabupaten Indramayu.
Pada dataran paraktis seringkali kebijakan pendidikan dalam hal diatas tidak memperhatikan Rekomendasi Pengawas Sekolah, padahal yang tahu kondisi lapangan adalah pengawas sekolah bukan pejabat structural yang jarang berinteraksi dengan praktisi pendidikan pada setiap satuan pendidikan. Inilah mengapa kualiutas pendidikan pada pengamatan public masih jauh dari harapan, untuk menjawab factual problem tersebut maka rekonemdasi pengawas sekolah dalam pengambilan kebijakan pendidikan menjadi bagian yang sangat penting.

Kesejahteraan Yang Timpang.
Perestasi kerja setiap fungsi organisasi akan berbanding lurus dengan kesejahteraan setiap personil organisasi dalam sebuah sistem. Pengawas sekolah adalah lembaga yang dalam prespektif organisasi tentu saja tidak luput dari logika rasional ini. Maka kesejateraan pengawas sekolah juga menjadi indicator yang harus diperbaiki.

Data yang menunjukan ketimpangan kesejahretaan pengawas sekolah dikabupaten indramayu terlihat sekali berdasarkan informasi dari Latief, S.Pd seoranag wakasek kurikulum SMAN 1 Kandanghaur dan Dr.Asmadi pengawas sekolah SMA provisi. Ketimpangan ini terjadi ketika ditetapkannya alih kelola jenjang mendidikan SMA/SMK ke provinsi. Jika dinalar adilkah pengawas sekolah kabupaten hanya menerima tunjangan Rp. 700.000,- sedangkan guru biasa tanpa tugas tambahan di SMA/SMK saja tunjangan daerahnya Rp. 1.200.000,- dan guru dengan tugas tambahan sebagai wakasek Rp. 2.000.000, sedangakan tunjuangan untuk kepala sekolah Rp. 4.500.000,- dan Pengawas sekolah sebesar Rp.5.000.000,-. Sungghuh kondisi yang sangat Ironis.
Berdasarkan data diatas maka ketimapangan kesejahteraan ini sungguh sangat mengganggu kondisi kebatinan para pengawas sekolah Kabupaten Indramayu, karena pada dasarnya diantara mereka melakukan tugas dan fungsinya dalam wilayah yang sama yakni di Kabupaten Indramayu.

Indramayu Remaja Haruslah Di Jaga
Harapan untuk mendapatkan perbaikan Mutu pendidikan yang memberi garansi pada masyarakat itu masih bisa dilakukan, yaitu  dengan dapat mewujudkan, guru dan tenaga kependidikan dengan kualitas hebat. Oleh karena itu maka ada beberapa pointer penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah Indramayu yaitu;  kembalikan Peran pengawas sekolah dengan menempatkannya pada penjamin mutu pendidikan. Jadikan hasil kerjanya sebagai rehferensi membuat kebijakan pendidikan kabupaten Indramayu, berikan keadilan dengan meningkatkan tunjangan kesejahteraan sesuai dengan peran dan kedudukan strategisnya pada dinas pendidikan kabupten indramayu.
  Ketika beberapa poiter itu dapat diejawantahkan dan Kesejahteraan pengawas sekolah tidak lagi  timpang, tentu saja akan menumbuhkan kondisi kebatinan yang positif pada lembaga kepengawasan sekolah. Pengawas sekolah sebagai penjamin mutu pendidikan  dengan kondisi batin yang tenang dipastikan akan menghasilkan hasil kerja yang cermelang, maka berikan Pengawas sekolah ruang yang lebih besar untuk bekerja optimal dalam rekrutmen kebutuhan guru kelas dan mata pelajaran, penilian kinerja kepala sekolah dan guru, mutasi guru dan tenaga kependidikan, serta pengembangan satuan pendidikan di Kabupaten Indramayu sehingga ia akan menjadi pengawal dan penjamin mutu pendidikan Indramayu kedepan yang lebih maju.
Indramayu REMAJA semestinya tetap dijaga, agar mulia masyarakat Indramayu raya, lewat pendidikan yang paripurna, untuk itu kesejahteraan pengawas sekolah menjadi soal utama untuk dicermati secara seksama, dan ditingkatkan dalam tempo sesingkat-singkatnya, agar mereka lebih dapat membina kepala sekolah, guru, dan tata usaha, sehingga mutu pendidikan Indramayu seperti remaja, berkilau nan cantik jelita, karena prestasinya yang membahana dimana-mana. Amiiiiin.




Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar