PELIBATAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN



PELIBATAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN

Jika Pelibatan keluarga pada pendidikan telah dapat dilaksanakan sejatinya ada energy postif yang dihasilkan. Energy postif itu adalah suasana kebatinan yang dihasilkan pada saat ada dalam kebersamaan anatara  keluarga dan sekolah. Sekolah menjadi rumah kedua para siswa, Perasaan bahagia menjadi indicator utama yang tercipta sehingga menjadi big push (dorongan Besar) berbetuk sinergitas semua komponen pendidikan yang berkualitas, dan kulitasnya dapat mengahantarkan anak bangsa belajar dengan tuntas yang pada akhirnya dapat membetuk generasi cerdas.


 OLEH :
JOKO BUDI SANTOSO
Keluarga Cemara Menginsiprasi.  
            Bisakah kita rasakan jika anak tidak lagi hormat pada orang tua, kepala batu, egois, susah diatur, susasah dinasehati,dan tidak patuh. Tentu kita sepakat bahwa kondisi ini sungguh menyakitkan bukan? Jika demikian  haruskah hal ini dibiarkan? Haruskah ini terus menjadi penderitaan para orang tua? Jawabnya tentu tidak. Maka mari kita cari jalan keluar mengatasi kondisi buruk ini. Kondisi buruk ini terindikasi akibat kurangnya peran orang tua dalam proses pertumbuhan kondisi kejiwaan anak.
            Jika kita pernah melihat film seri TV Keluarga Cemara tentu sangat berbading terbalik dengan kondisi diatas. Keluarga cemara menggambarkan kesahajaan sebuah keluarga dengan komunikasi yang mengalir dari semua bagian keluarga. Alur ceritanya sarat muatan edukasi tentang bagaimana keluarga menjadi bagian sentral dari transper nilai-nilai kehidupan yang diharapkan. Inilah merupakan contoh kongkrit bahwa peran keluarga dalam pendidikan sedemikian pentingnya.
            Setidaknya kisah keseharian keluarga cemara dalam serial telivisi itu dapat menginspirasi para orang tua untuk turut serta dalam keterlibatan mereka pada pendidikan anak. Harapannya adalah bahwa sikap anak yang tidak lagi hormat pada orang tua, kepala batu, egois, susah diatur, tidak bisa dinasehati,dan tidak patuh dapat ditemukan solusi penganannya. Jika kondisi ini dapat dilakukan maka, tidak akan ada penderitaan para orang tua terhadap prilaku buruk anak-anaknya.

Sinergitas Antara Keluarga Dan Sekolah
Tidak kurang-kurangnya penulis sebagai pengawas sekolah memberikan pemahaman pada praktisi pendidikan tentang UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Hal ini berkenaan dengan pengertian pendidikan yakni ; “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.” Undang-Undang ini membuktikan bahwa pemerintah telah memberi garis yang jelas tentang kaerah mana pendidikan itu dilaksanakan melalui usaha sadar dan terencana, akan tetapi untuk membentuk peserta didik yang secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia tidak bisa hanya dilalukan sekolah, diperlukan peran orang tua sebagai keluarga mereka untuk bersama sama dengan satuan pendidikan memberikan kontribusi tentang bagaimana menanamkan nilai-nilai kehidupan itu.

Sosialisai Mutu pendidikan dan Pendidikan keluarga
sektor 5 Haurgeulis- Kab. Indramayu

Sinergitas antara keluarga dan Sekolah akan memberikan dorongan yang kuat atas penanaman nilai-nilai kehidupan itu. Dorongan bisa berupa turut andil memberi suntikan moril dan materil pada proses pembelajaran yang dilaksanakan disekolah maupun dirumah, sehingga pada akhirnya membentuk peserta didik yang secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat tercipta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Jadi jangan biarkan pemerintah sendirian guna mencetak generasi emas putra bangsa yang dapat memanggakan Indonesia dimata dunia, untuk itu kesepahaman orang tua dengan arah kebijakan pendidikan sangat diperlukan sehingga tanggungjawab ini milik bersama terhadap harapan dalam keinginan memiliki putra bangsa yang membanggakan dan berakhlak mulia itu.


Melurus Pendangan Orang Tua Pada Perannya 
            Jika Orang tua masih cenderung secara total mengandalkan sekolah sebagai satu satunya wadah untuk memberikan pendidikan yang baik pada anak mereka, itu merupakan pemahaman yang segera diluruskan. Dalam memberi respon akan fenomena itu pemerintah  membuat Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017  Tentang Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan. Harapannya adalah terciptanya sinergitas tadi sehingga keberhasil pendidikan dapat diejawantahkan.
            Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017  pasal 1 teentang ketentuan Umum menyebutkan bahwa; Pelibatan Keluarga adalah proses dan/atau cara keluarga untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Penyelenggaraan Pendidikan adalah kegiatan pelaksanaan komponen sistem pendidikan pada satuan atau program pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan agar proses pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Penguatan Pendidikan Karakter adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental.

Sosialisai Mutu pendidikan dan Pendidikan keluarga
sektor 2 Jatibarang Kab. Indramayu

            Ketentuan Umum Pememendikbud itu jelas menguatkan pemahaman bahwa sekolah jangan dibiarkan sendiri untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Diperlukan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental. Upaya ini telah dilakukan dinas Pendidikan Indramayu dengan megoptimalkan Peran pengawas sekolah melakukan sosialisai program ini pada setiap satuan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat melurus pendangan orang tua pada peranya terhadap anak di sekolah.

Respon Postif Sebagai Langkah Solutif
            Sebagai pengawas sekolah penulis telah melakukan tugas mensosialisasikan program ini melalui kegitan pembinaan di sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada setiap sector sekolah di kabupaten Indramayu yang terdiri dari 5 sektor. Pelaksanaanya dengan memberikan arahan kepada kepala sekolah bersama wakasek kurilum dan operator sekolah, mereka diharapkan dapat bahu-membahu mengawal program ini dan melakukan pelaporan secara online, sehingga masyarakat dapat melihat dan merespon proses penyelenggaraan pendidikan disekolah. Respon ini merupakan peran aktif orang tua pada keterlibatannya sebagai keluarga para siswa.
            Respon orang tua diharapkan adalah respon positif yang memberikan kontribusi moril maupun maretiil  penyelenggaraan proses pendidikan tersebut, bukan malah respon negatif yang cenderung memberikan kritik tanpa member langkah solutif. Orang tua harus memahami makna bahwa dukungan memberi moril dan materiil pada anak merupakan investasi imaretial bagi  keluarga agar anaknya dapat berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara. Jadi respon postif orang tua diperlukan sebagai langkah solutif memberi alternative pada pendidikan anak ditengan era globalisasi sangat kompetetif. 
            Respon postif itu akan terlihat jika para orang tua dapat membentuk paguyuban orang tua siswa. Paguyuban orang tua yang mampu menapilkan pentas seni akhir tahun merupakan wujud nyata keterlibatan keluarga dalam pendidikan. Selain itu upaya untuk dapat merealisasikan kelas inspiratif bagi siswa juga merupakan bagian penting keterlibatan keluarga dalam pendidikan lainnya. Kelas inspirtif itu adalah menampilkon tokoh yang dapat menginspirasi para siswa di kelas, harapannya adalah para siwa bisa sukses seperti tokoh yang ditampilkan itu.
            Jika Pelibatan keluarga pada pendidikan telah dapat dilaksanakan sejatinya ada energy postif yang dihasilkan. Energy postif itu adalah suasana kebatinan yang dihasilkan pada saat ada dalam kebersamaan anatara  keluarga dan sekolah. Sekolah menjadi rumah kedua para siswa, Perasaan bahagia menjadi indicator utama yang tercipta sehingga menjadi big push (dorongan Besar) berbetuk sinergitas semua komponen pendidikan yang berkualitas, dan kulitasnya dapat mengahantarkan anak bangsa belajar dengan tuntas yang pada akhirnya dapat membetuk generasi cerdas.
            Melihat betapa Pentingya Pelibatan keluarga pada pendidikan untuk membetuk generasi cerdas. Semua pihak semestinya siapkan energy untuk bersama-sama melakukan upaya itu, agar dapat mencetak anak yang hormat pada orang tua, tidak kepala batu, tidak egois, gampang diatur, mudah dinasehati,dan patuh.

            Jika kita ingin perangi Kondisi buruk sikap anak yang menjadi penderitaan bagi para orang tua, maka pelibatan keluarga dalam pendidikan merupakan jalan keluar mengahatasi komdisi buruk ini. Peran Orang tua dalam proses pertumbuhan kondisi kejiwaan anak akan membentuk keyakinan, bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Jadi mari menjadi kaya dengan memiliki keluarga yang sempurna, karena disana ada surga yang terlihat pada jiwa anak berakhak mulia yang berguna bagi dirinnya, keluarganya, masyarakatnya, dan negaranya. Amiiiiinnnn.
Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar