MENENTUKAN PILIHAN BERDASARKAN CINTA



MENENTUKAN PILIHAN BERDASARKAN CINTA
 Oleh:
JOKO BUDI SANTOSO, S.Pd.M.A.


Logiskah Memilih Karena Cinta
Logika sederhana mengapa cinta sering menjadai alasan utama yang menentukan pilihan adalah, ketika seorang mau memilih pasangan hidup baik sebagai istri ataupun suami maka cinta adalah unsur utama penyebab jatuhnya pilihan itu pada pasangan masing-masing. Mekipun demikian ada kemunkinan kecil jatuhnya pilihan itu dari factor lain,  karena cinta itu sendiri terkadang menjauhkan mereka untuk bersatu dalam bahtera. Menurut penulis hal itu adalah sebuah anomaly yang relative jarang terjadi. Demikin pula dalam kontek memilih gubenur jawa barat factor cinta merupakan  hal yang tidak dapat direkayasa oleh siapapun, meski banyak tim sukses dari pasangan-pasagan calon mencoba untuk memberikan pengaruh pada calon pemilih.
Upaya sebagian besar para ahli filsafat mengartikan cinta sering kali menemui kebuntuan dalam membawa difinisi cinta dalam ranah praktis, pasalnya bahasa cinta sering kali tidak menyentuh pada kontek yang realistis. Orang dibuat seperti diawang-awang untuk berimajinasi tentang makna cinta, namun pada kenyataanya jauh dari gambaran hidup yang dihadapi
Kenyataan yang berkecenderungan kontardiktif ini seolah  membenarkan pandangan saya sebagaimana cinta itu tidak dapat diartikan sempurna, karena dalamnya makna akan kata itu tidak dapat menguak kondisi kejiwaan seseorang pada pengalaman empiris di selama perjalanan hidupnya. Gambaran tentang suka cita yang dasyat tidak bisa ditujukan secara total dalam ekspresi seseorang dengan kegembiraan yang sebenarya terjadi didalam hati, ataupun sebaliknya peristiwa pahit yang dialami tidak akan dipahami oleh orang lain betapa getirnya yang dirasakan kita.
Berdasarkan logika berfikir datas penulis berasumsi bahwa pada hakekatnya cinta itu adalah aktfitas alamiah yang belum dan telah terjadi pada pengambilan sikap untuk;  melakukan pilihan, merasakan kesenangan, menemukan kedamaian, dan pemenuhan akan harapan
Benarkah Menentukan Pilihan Pemimpin Itu Aktifitas Alamiah
Melakukan pilihan adalah aktifitas alamiah yang pasti akan terjadi pada diri setiap aktifitas manusia baik di bidang sosisal budaya, ekonomi, bahkan politik, seperti halnya di bidang politik pelaksanaan pilkada jabar pada kekatnya menentukan pilihan pemimpin jawa barat bukan? Ya, karena itu harus dimaknai sebagai kecintaan warga jawa barat akan semangat pengejawantahan salah satu indicator pendidikan kareakter bangsa yang demokratis.
Pengambilan sikap untuk merasakan kesenangan juga dapat menjadai alasan orang melakukan itu karena cinta,  biasanya hal-hal yang menyangkut kesenangan akan banyak membutuhkan biaya. Momentum pilkada dengan anggaran yang cukup besar dapat diibaratkan pemenuhan akan kebutuhn menyenangakan bagi warga jawa barat baik yang memilih dan yang akan dipilih. Untuk itu msayarakat jawa barat bertanggung jawab akan biaya yang besar itu berdaya guna dan berasil guna.
Menemukan kedamaian alasan lain kenapa orang memilih berdasarkan cinta, damai bisa diartikan ketika kita berkomunikasi dan bersosialisai pada suatu komintas tidak ada tekanan-tekanan baik secara fisik atupun phsikis. Kecenderungan orang bila tertekan pasti akan tidak merasa nyaman, maka ia tidak akan pula merasakan kedamian, dan pada akhirnya ia akan mengambil sikap untuk memilih figure yang mendatangkan kedamain.
Pemenuhan akan harapan adalah fakor berikutnya yang akan menjadi penetapan dari alternative pilihan, mengapa?  Setiap orang pasti punya harapan akan kehidupan yang lebih baik. Seorang remaja memilih pasangannya berdasarkan rasa cinta tentunya dia berharap akan hidup membangun bahtera dengan bahagia karena dilandasi rasa kasih sayang yang ada pada cinta mereka. Demikiaan pula warga Jawa Barat tentunya memiliki harapan agar dipimpin oleh gubernur dan wakilnya yang dapat menampung segala aspirasi masyarakat jawa barat. Persoalannya kemudian adalah bisakah warga jawa barat melabuhkan hatinya atas dasar cinta untuk salah satu pasangan calon itu?
Adakah Alasan Menjatuhkan Cinta
Banyak hal yang melatar belakangi kenapa orang jatuh cinta atau mencintai dan dicitai. Menurut penulis ada dua latar belakang yang bisa dijadikan bahan analisa secara logis yaitu alasan yang rasional dan irasionnal. Dua alasan ini yang menjadi logika membangun persamaan asumsi tentang alasan mengapa orang jatuh cinta atau mencintai dan dicintai dalam kontek pemilihan gubernur jawa barat dalam hal menentukan pilihan pemimpin berdasarkan cinta.
Alasan rasional  orang jatuh cinta atau mencintai dan dicintai adalah latar belakang sejarah yang sama. Pernah bergaul baik suka dan duka merupakan indicator kuat pada muara cinta dalam hubungan social antar individu. Pepatah jawa mengatakan wit ing treno jalara soko kulino artinya cinta akan tumbuh karena terjalin kebiasaan hidup bersama, dan kebiasaan hidup bersama itu sangat dimungkinkan ketika kita tinggal dalam daerah atau lingkungan yang sama. Semakin kecil lingkunagan kita berinteraksi maka semakin special kita mengenalnya dengan demikian cinta mungkin akan hadir dalam dirinya. Lihat saja sorang pria hanya mengenal seorang gadis maka segala perhatian dan kasih sayangnya akan tercurankan kepadanya, meski tidak menutup kemungkinan lain yang bisa saja  terjadi. Sekarang mari kita refleksikan apakah calon gubernur jawa barat sudah terbiasa hidup bersama kita baik langsung ataupun tidak langsung. Langsung dimaknai sebagai hubungan komunikasi melalui percakapan dan hubungan sosial lainnya, sedangkan tidak langsung diasumsikan sebagi hubungan yang terjadi melalui media dan kebijakan yang dilahirkan yang berpengaruh pada kehidupan kita. Sosok Daneil Mutaqien bagi warga Pantura adalah refresentasi dari tinggal dalam daerah atau lingkungan yang sama, sedangkan sosok Ridwal Kamil merupakan refrensentasi  dalam hubungan social antar individu karena komunikasi sosial dia yang baik dengan masyarakat pantura.
Alasan yang irasionnal dalam cinta adalah dilatar belakangi dari anehnya rasa cinta yang tidak bisa diukur secara logika. Menurut saya ketika berbicara dalam hal rasa maka usur relatifitas sangat mungkin terjadi, misalnya rasa pedas itu enak tapi tidak semua orang suka pedas,dan  rasa itu juga kadang tanpa alasan jelas mengapa kita menyukai sesuatu pada yang sepantasnya tidak harus kita cintai. Hal inilah yang menurut penulis kenapa orang jatuh cinta atau mencintai dan dicitai dengan alasan yang irasional. Dalam kontek pilkada jabar bisa jadi pemenanangnya adalah calon diluar perhitungan kita karena ditentukan oleh tumbuhnya rasa cinta yang serta merta datang dihati pemilih dengan tanpa alasan yang jelas. Namun sesungguhnya mereka sudah punya alasan mengapa memilih gubernur dn wakilnya itu, ya tiada lain karena alasan  cinta.
Banyak hal yang akan menjadi unik dan menarik oleh karenanya menentukan pilihan pemimpin itu menrut saya adalah aktifitas alamiah. Secara alamiah sosok Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien memang mempunyai pesona luar biasa sebagai pemuda tampan Jawa barat, oleh karena itu jika kita bicara sesuatu yang alamiah tentunya akan kembali kepada hal awal tentang Cinta itu sendiri, sebab cinta itu  tidak dapat dianalisis secara ilmiah tetapi dapat hadir pada setiap individu secara alamiah.

Menyoal cinta dalam prespektif rasional pilkada jabar.
Pilkada jabar sebaiknya didasari pada pengertian cinta adalah Kekuatan yang mampu mengubah redup menjadi terang. Sosok gubernur dan wakilnya yang baru harus bisa menjawab harapan masayarakat jawa barat agar menemukan kehidupan yang terang dari kegelapan yang disebabkan oleh kemiskinan , kebodohan, dan birokrasi yang korup.
Cinta jangan diartikan sebagai kelemahan jika alunannya tak seirama, karena jika pemimpin dan rakayat yang dipimpin tidak satu hati maka apapun yang akan dilakukan hasilnya pasti  konflik berkepanjangan yang akan melahirkan kesengsaraan. Lebih baik Cinta dimaknai sebagai  ketenangan jika berbiaskan keimanan, karena iman akan mencegah segala bentuk kebatilan termasuk tindakan koupsi, kolusi, dan netoptisme dikalangan birakrasi pejabat pelayan public.
Cinta juga sebaiknya adalah kelembutan jika berpendarkan sinar kasih sayang, karena gubenur yang mempimpin jawab barat pasti akan menyanagi rakyatnya. Ia tidak akan menjadi pemimpin yang kejam untuk menyiksa rakyatnya dengan berbagai entuk manipulasi dan rekayasa demi kepentingan kelompoknya, akan tetapi banyak menaburkan kasih sayangnya untuk membawa rakyat jawa barat pada kesejahteraan melalui program pembangunan yang pro rakyat bukan pembangunan yang menguntungkan para spekulan ekonomi seperti para pengusaha dan petualng kapitalisme lainya.
Gubernur jawa barat hendaknya memaknai Cinta sebagai Pengorbanan jika teralirkan kesucian, karena menjadi pemimpin itu adalah tugas suci dan harus amanah, maka rela berkorban untuk rakyat melalui sumbangan berupa pemikiran, tenaga, dan material adalah keutamaan daripada rencana lain yang muaranya memperkuat ekonomi dirinya dan koleganya.jika hal ini terjadi maka makna Cinta menjadi Rintihan jika retakannya tak terpadukan, sebab rakyat merintih dan sedih karena telah menentukan pilihan pada calon gubernur yang salah bukan yang sholeh.
Cinta adalah tertawaan jika panahnya terbelokkan, hal ini bisa terjadi manakala kita terbelokan oleh pengaruh uang pada saat menjelang pemilihan. Padahal calon gubernur yang kita coblos itu sebenanya tidak didasarkan pada kemantapan hati untuk memilihnya, namun karena uang membutakan semuanya sehingga kita akan menjadi bahan olok-olok oleh masyarakat yang mencitai keluhuran budi dan semangat pesta demokrasi.
Pemenang dari calon yang sebenarnya tidak kompten akan membuat Cinta adalah tangisan jika belahannya tertinggalkan, sebab ketidak piawaian dan ketidak amanahannya akan membuat masayarakat jawa barat menagis selama 5 tahun kepemimpinan gubernur terpilih karena ditinggalkan oleh sang pemimpin yang tiak pro rakyat..
Pada akhirnya penulis berharap menentukan pilihan berdasarkan Cinta adalah irama jika melodinya terdendangkan sehingga masayarakat akan senantiasa menyanyikan lagu tentang kemakmuran dan kesejahteraan. Bukan Cinta yang menimbulkan dendam karena  terpancarkan kepalsuan dari janji-janji manis pada rakyat yang digembar-gemborkan saat kampanye digulirkan, sesungguhnya
Cinta
yang demikian adalah permainan jika terhiasi kebohongan. Mengapa ? karena cinta itu  adalah suatu yang alamiah sebab Cinta adalah Anugerah yang tak hilang tertelan masa, tak akan pudar oleh waktu, dan tak akan dapat ditolak oleh siapa pun termasuk oleh para calon pemilih gubernur jawa barat.  Maka tumbuh kembangkan  CINTA bagi para calon gubernur dan wakilnya agar pilihan itu jatuh pada mu.

Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar