KAJIAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT






KAJIAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT (KARS)
OLEH :
Joko Budi Santoso. M.A


Era globalisai menantang semua lini untuk dapat memberikan yang terbaik dalam performence organisasi. Rumah Sakit adalah organisasi yang memilili pola dan tujuan yang sangat jelas dan strategis. Hal ini karena Rumah Sakit merupakan institusi yang menangani kebutuhan primer manusia dibidang kesehatan. Untuk itu diperlukan cara pengelolan baik dengan mememperhatiakn semua foktor secara komperhenship. Hal ini dimaksudkan agar semua fungsi bisa memberikan pelayanan prima.
Pelayanan Prima akan dapat terukur bila Rumah Sakit dapat menampilkan administrasi pengelolaannya  secara baik, sebab sebaik apapun semua pekerjaan bila tidak ditunjang oleh administrasi yang baik maka pekerjaaannya akan menjadi buruk.
Untuk dapat menampilkan admistrasi yang baik diperlukan Kajian Administrasi Rumah Sakit (KARS). Langkah inilah yang menjadi awal kerja bagi Tim pengelola Rumah Sakit. guna dapat menyelesaian pembagunan 5 unit Rumah Sakit di wilayah ; Tegal, Brebes, Jatibarang, Slawi, Pemalang dan Bumiayu provinsi Jawa Tengah.
Kajian Administrasi Rumah Sakit (KARS) bertujuan untuk membentuk organsisai Rumah Sakit  dengan profil sebagai pemimpin, pengelola, peneliti, dan pendidik, serta konsultan, yang berkompetensi dalam bidang komunikasi, manajemen rumah sakit dan keterampilan bisnis, sistem perumahsakitan, kepemimpinan dan profesionalisme.
Administrasi Rumah Sakit perlu disiapkan dengan baik. Hal ini bergunan bagi pengembangan  semua sumber daya yang ada agar dapat memiliki kompetensinya secara optimal. Pengembangan itu diantaranya dapat dilakukan dalam  bidang communication, hospital management and business skill, knowledge of hospital system, leadership, dan profesionalism. Selain itu, Rumah Sakit yang dalam proses pembagunan ini juga diupayakan memiliki kemampuan sebagai berikut:
  1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuan administrasi/ manajemen rumah sakit dan/ atau praktek profesionalnya.
  2. Mampu mengelola organisasi dan manajemen rumah sakit secara efektif dan efisien.
  3. Mampu memecahkan masalah operasional, sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuan administrasi/ manajemen rumah sakit melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
  4. Mampu mengelola riset dan pengembangan keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di bidang administrasi/ manajemen rumah sakit, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.
Berdasarkan hal diatas maka diperlukan buku kendali untuk merekam semua peristiwa dalam kegiatan pengadaan rumah sakit ini. Fungsi buku ini adalah menajadi data guna melakukan control sehinga dapat membuat  evaluasi dan penyusunan program yang  strategis dalam mewujudkan pelayanan prima Rumah sakit.
Adapun Buku kendali yang dibuat berdasarkan bidang - bidang terentu diantaranya sebagai berikuit:
Bidang pengetahuan, Bahwa Rumah Sakit harus memiliki sumberdaya Manusia yang mempunyai kompetensi Sumber dana manuisa yang memperhatikan aspek; , kognitif, Afektif, dan Phsikomotor.
Bidang teknologi, Bahwa Rumah Sakit diupayakan  memiliki sumberdaya manusia yang tidak gagap teknologi, mereka harus memiliki keahlian mengoprasionalkan media rumah sakit berbasis iptek.
Bidang seni, Bahwa Rumah Sakit harus memiliki sumberdaya Manusia yang mampu berkesenian, maksudnya adalah mereka dapat menampilkan kearifan local memalui demensi seni budaya sehingga  dapat menimbulkan keindahan dalam komunitas organasasi. Keindahan inilah yang akan melahirkan animo cukup besar pada masyarakat pengguna jasa pelayanan Kesehatan rumah sakit.
Bidang keilmuan administrasi/ manajemen rumah sakit, Bahwa Rumah Sakit diupayakan  memiliki sumberdaya Manusia yang mampumembuat data perkembangan rumah sakit dalam bentuk pelaporan semua kegiatan  melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
Bidang  profesionalitas, Bahwa Rumah Sakit diupayakan  memiliki sumberdaya manusia yang profesional dibidang keahlian masing masing. Kondisi ini akan menjadi indicator utama pada kinerja organisasi.  Kopetensi dokter, tenaga medis, dan tenaga menjemen Rumah sakit menjadi ukuran pada tingkat keberhasilan melajankan  tugas pokok dan fungsi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan Rumah saki.
            Gambaran diatas merupakan tantangan yang mesti dijawab Tim Pengelola Rumah Sakit. Jawaban yang diberikan adalah RumahSakit berkemampuan megejawantakan segala tuntutan palanan Prima  itu. Hal ini wajib hukumnya agar rumah sakit tetap eksis dalam komunitas global. Rumah Sakit yang baik tentunya adalah rumah sakit yang mampu tampil sebagai pemenangan. Pemenag sejati dalam konten ini adalah diterimanya Rumah sakit yang baru sebagai pilihan utama masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatannya.




 
Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar