Siti Chabibah


UPAYA MENJADI IBU RUMAH TANGGA
YANG LEBIH BERKUALITAS DI LINGKUNGAN
DESA SUKAJATI MELALUI GERAKAN PKK
Oleh: 
Siti Chabibah

PENDAHULUAN
Perempuan mempunyai peran yang besar dalam kehidupan, baik dalam kehidupan keluarga, dan dalam kehidupan masyarakat dalam lingkup negara sampai lingkup desa. Peran seorang perempuan dalam keluarga adalah suatu peran yang penting dan sifatnya fardu ain, wajib ia lakoni. Sedangkan peran dalam masyarakat merupakan sebuah peran kolektif kaum perempuan, atau bersifat fardu kifayah. Kehidupan keluarga adalah inti dari kehidupan masyarakat dan negara, sebab dari keluarga bisa dilahirkan sumber daya manusia yang baik atau yang buruk bagi masyarakat dan negaranya. Peran ibu rumah tangga dalam keluarga maupun dalam masyarakat harus berjalan secara proporsional sehingga dapat memberikan hasil yang baik bagi keluarga dan masyarakatnya. Besar proporsi masing-masing peran tersebut adalah bersifat unik, sangat bergantung kepada karakteristik masing-masing keluarga. Menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik adalah yang dapat menjalankan kedua peran tersebut secara proporsional sesuai dengan karakteristik dan kondisi keluarganya masing-masing.
Kendala yang akan dihadapi bisa berasal dari lingkungan dalam keluarganya atau dari lingkungan luar keluarganya. Kendala dari dalam keluarga seperti jumlah anak yang terlampau banyak, kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik, terdapat kelainan kesehatan kepada anggota keluarga, dan lain sebagainya. Kendala dari luar keluarga seperti minimnya gerakan PKK di desanya, kurangnya fasilitas dari pemerintah, perekonomian desa secara umum lemah, pengaruh buruk dari pergaulan global yang sudah mentradisi di desa dan lain sebagainya. Berbagai kendala yang dihadapi akan dapat diatasi melalui semangat dan kemauan yang besar untuk dapat meningkatkan diri dan dengan memberdayakan secara maksimal berbagai potensi yang dimiliki keluarga, masyarakat maupun pemerintah desa walau potensi tersebut sekecil apapun. “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut mau merubah nasibnya sendiri”.[1]
Bagaimana kiat-kiat yang harus ditempuh agar upaya menjadi ibu rumah tangga yang lebih berkualitas di lingkungan Desa Sukajati melalui gerakan PKK dapat tercapai?
PEMBAHASAN
Dalam kehidupan berkeluarga seorang perempuan mempunyai multi peran yaitu: berperan sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya dan sebagai ibu rumah tangga. Kepada kedua orang tuanya, seperti semua yang harus orang lakukan, ia harus berbakti dan berbuat baik kepada keduanya, baik ketika mereka masih hidup maupun sudah tiada. Seorang anak berkewajiban mengasihi kedua orang tuanya, karena melalui mereka ia dapat lahir kedunia, dan dengan perhatian, pemberian serta bimbingan mereka ia dapat tumbuh menjadi dewasa dan berhasil seperti keberadaannya kini. Bahkan kita tidak diperbolehkan mengucapkan satu patah kata keluhanpun kepada keduanya.
Setelah keduanya meninggal dunia, seorang anak berkewajiban selalu berbuat baik dan mendoakan kedua orang tuanya. Amal kebajikan yang tiada putus-putusnya diantaranya adalah sebagai anak yang shaleh. Dengan menjadi seorang yang shaleh maka ia telah memberikan manfaat bagi kedua orang tuanya secara berkelanjutan tiada putusnya. Doa anak yang shaleh untuk kedua orang tuanya akan dikabulkan Allah swt. Rasulullah telah memberikan tuntunan berdoa kepada kedua orang tua kita, yang juga menunjukkan bagaimana kita harus membalas semua kebaikan kedua orang tua kita.
“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku sewaktu kecilku.”
Sebagai ibu rumah tangga dalam sebuah keluarga, seorang perempuan mempunyai kewajiban mendampingi suaminya, memelihara harta suaminya, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Di dalam keluarga inilah peran pokok seorang perempuan dalam kehidupannya. Keberhasilan seorang suami dan keberhasilan anak-anak ketika dewasa utamanya adalah karena peran seorang ibu rumah tangga yang dijalankan dengan baik. Oleh karena itu dengan keberhasilan seorang perempuan sebagai ibu rumah tangga pada hakikatnya ia telah berkontribusi positif kepada masyarakat dan negaranya. Berkenaan peran perempuan ini Rasulullah bersabda: “Seorang perempuan adalah tiang negeri, apabila baik kaum perempuannya maka baik pula negerinya, apabila buruk kaum perempuannya maka buruk pula negerinya.” 
Walaupun demikian dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh seorang perempuan, yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman hidupnya, di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, masih dapat dikembangkan peran dan potensinya bagi kepentingan masyarakat dan negaranya. Berbicara tentang masyarakat dan negara, dapat dimulai dari lingkungan yang lebih kecil dan terdekat, yaitu dalam lingkup desa atau kecamatan. Bagi para perempuan yang telah diberi potensi, kesempatan, dan kemudahan oleh Allah swt, ia dapat menyediakan waktu luangnya untuk ikut berperan aktif meningkatkan kualitas dan harkat kaum wanita di lingkungan terdekatnya dengan tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga bagi keluarganya.   
Kegiatan bermasyarakat para ibu rumah tangga pada perdesaan difasilitasi secara formal melalui kegiatan PKK tingkat desa atau kecamatan. Secara umum program pokok PKK tercantum dalam 10 program yaitu 1) Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, 2) Gotong Royong, 3) Pangan, 4) Sandang, 5) Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga, 6) Pendidikan dan Ketrampilan, 7) Kesehatan, 8) Pengembangan Kehidupan Berkoperasi 9) Kelestarian Lingkungan Hidup dan 10) Perencanaan Sehat.
Kesepuluh program PKK tersebut diatas apabila dapat dijalankan dengan lancar dan baik oleh para ibu rumah tangga di Desa Sukajati, akan dapat membentuk keluarga yang beragama, bermoral, berjiwa toleran, sehat, sejahtera, dan perduli baik kepada lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. Kesepuluh program PKK tersebut diatas apabila dapat dijalankan dengan lancar dan baik oleh para ibu rumah tangga di Desa Sukajati, maka akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan keberhasilan keluarga dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga tersebut. Keberhasilan gerakan PKK merupakan keberhasilan keluarga dan hakikatnya juga merupakan keberhasilan desa, keberhasilan kecamatan, keberhasilan kabupaten, keberhasilan propinsi dan pada akhirnya keberhasilan negara. 
Keberhasilan gerakan PKK bergantung kepada kemampuan pengurus PKK untuk menggerakkan, mengelola dan memberdayakan para anggota pada satu sisi dan pada sisi lain kemauan para anggota PKK untuk aktif dan mampu mengelola waktu secara baik. Tidak ketinggalan peran Pemerintah tingkat Desa dan Kecamatan untuk aktif dalam memotivasi, memberi penyuluhan dan memfasilitasi berbagai kegiatan PKK tersebut.
Ke sepuluh program pokok PKK tersebut harus dirinci dalam program-program kecil yang nyata dapat dijalankan. Tentu saja skala prioritas harus dibuat dalam menentukan kegiatan rinci dengan melihat potensi dan kendala yang dimiliki oleh masing-masing keluarga dan desanya secara umum.  Potensi dan kendala masing-masing keluarga hanya dapat diketahui secara persis oleh ibu rumah tangga yang bersangkutan. Dalam hal ini Pengurus PKK dapat memberikan konsultasi kepada masing-masing ibu rumah tangga para anggota PKK agar mengenali segenap potensi sehingga dapat memaksimalkannya, dan mengenali segenap kendalanya sehingga dapat meminimalka pengaruhnya.
Untuk mengenalkan program-program PKK harus diadakan penerangan dan penyuluhan kepada seluruh ibu-ibu warga desa agar kesemuanya dapat memahami untuk selanjutnya dapat termotivasi ikut menjalankan berbagai program PKK menyesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarganya. Tentu saja kegiatan penerangan dan penyuluhan ini agar efektif perlu dibagi dalam beberapa sesi dari beberapa kelompok. Hal ini akan memerlukan bantuan fasilitas dan dana dari pemerintah tingkat desa, kecamatan ataupun kabupaten.
Secara sepintas dan global dapat saya gambarkan kondisi Desa Sukajati, tempat saya tinggal sebagai berikut. Desa Sukajati merupakan bagian dari Kecamatan Haurgeulis, yang merupakan sebuah kota kecamatan yang sudah cukup tua, yang dapat dikenali dengan keberadaan alun-alun dan stasiun kereta api. Dalam perekonomian, Kecamatan Haurgeulis pada masa dahulu bersandar kepada sektor pertanian, yaitu sebagai penghasil padi dan sebagai penghasil sarang burung walet. Pada masa kini perekonomian Haurgeulis tidak hanya bersandar pada pertanian dengan dua komoditas tersebut, tetapi juga pada sektor perdagangan. Peningkatan pertumbuhan pada sektor perdagangan dapat dikenali dari semakin maraknya bermunculan berbagai indikator seperti berbagai macam toko yang menyediakan berbagai jenis komoditas mulai dari multi bahan pangan, gerai makanan, toko sandang, toko material bangunan, dealer kendaraan bermotor, sampai kepada perbankan.   
Sektor pertanian banyak melibatkan kaum perempuan, terutama sebagai buruh tani yang terlibat dalam proses tandur, bawon sampai kepada panen. Buruh tani merupakan tenaga kerja lapisan bawah yang dengan penghasilan terkecil. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Sukajati pada khususnya dan Kecamatan Haurgeulis dan Kabupaten Indramayu pada umumnya adalah buruh tani, karena itulah UMK Indramayu masih termasuk kecil, sebesar Rp 1.803.239,33,-, menempati urutan ke-17 dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.[2] Demikian juga prosentase penduduk miskin di Kabupaten Indramayu mencapai 14,29%, tertinggi ke-2 dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Sedangkan Kabupaten Indramayu merupakan penghasil padi sawah terbesar di seluruh Jawa Barat.[3] Dari kenyataan tersebut terlihat bahwa sektor pertanian sawah padi masih belum dapat memberikan kemakmuran yang merata pada rakyat di Indramayu. Berarti sektor pertanian masih dikuasai oleh para tengkulak, para tuan tanah, dan pemodal besar.
Sementara itu pertumbuhan sektor perdagangan yang cukup pesat secara umum bisa menjadi indikator terjadi pertumbuhan ekonomi. Namun bila dilihat lebih teliti, usaha berdagang yang dilakukan warga masyarakat disebabkan karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang dapat diraih, minimnya kreatifitas usaha atau merupakan sambilan karena toko atau warung memanfaatkan bagian dari rumah. Akibat peningkatan jumlah toko dan warung yang tidak terkendali dan tidak seimbang dengan peningkatan peredaran uang, maka dapat terjadi suatu kondisi siapa yang kuat akan jaya dan yang lemah akan semakin lemah bahkan bangkrut. Peningkatan perputaran uang bisa terjadi karena warga masyarakat bekerja di luar daerah Indramayu, terutama ke kota-kota besar atau bahkan ke luar negeri sebagai TKI. Padahal selain dampak positif dalam perekonomian masyarakat, hal tersebut bisa menjadi dampak negatif yaitu pembangunan di desa kurang mengalami kemajuan dan munculnya dampak negatif akibat pergaulan global yang negatif dan terjadinya peningkatan urbanisasi.
Kreatifitas warga masyarakat dalam sektor usaha masih dirasakan sangat lemah. Usaha ekonomi yang dilakukan seseorang dan terlihat maju akan langsung mendapat serbuan pengikut dalam jenis usaha yang persis sama dan dalam jumlah yang tidak terkendali. Akibatnya sudah dapat diduga ada yang mampu bertahan ada pula yang tidak.
Kreatifitas dalam diversifikasi usaha harus diciptakan. Peran gerakan PKK tingkat desa maupun kecamatan dalam menumbuhkan kreatifitas usaha ini akan sangat signifikan pengaruhnya. Program penerangan, penyuluhan dan pelatihan dapat diterapkan untuk menumbuhkan kreatifitas tersebut. Setelah munculnya kreatifitas usaha ini maka akan mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian keluarga dan perekonomian desa pada umumnya.
Berbagai contoh sektor kreatif yang dapat digeluti para ibu rumah tangga dengan tetap dapat menjalankan perannya dalam keluaga secara baik adalah pengembangan industri rumah tangga dalam bidang kerajinan, seperti menjahit, membordir, berbagai hiasan rumah, asesoris perempuan dan lain-lainnya. Industri rumah dalam bidang makanan, seperti pengolahan berbagai jenis panganan dari bahan baku mangga, pisang, beras ketan, singkong, ikan dan lain sebagainya. Bahan-bahan baku makanan tersebut banyak dihasilkan dan diberdayakan di seantero Kecamatan Haurgeulis dan Kabupaten Indramayu. Dan pengolahan pasca panen dari bahan baku tersebut akan dapat meningkatkan nilai komoditas itu secara cukup signifikan. Dalam kesenian, dapat dikembangkan seni rias wajah/penganten, seni dekorasi dan lain-lainnya mengingat tradisi melakukan hajatan cukup tinggi di Indramayu pada umumnya. Masih banyak lagi sektor kreatif yang dapat dikembangkan di Desa Sukajati khususnya dan Kecamatan Haurgeulis pada umumnya dengan memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Sektor kreatif inilah yang dapat ditumbuhkan melalui berbagai progam PKK, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan para ibu rumah tangga anggota PKK dan akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan desa. Sektor kreatif lain yang dapat dikembangkan oleh setiap rumah tangga adalah pemanfaatan halaman rumah untuk ditanami dengan tanaman yang produktif atau bernilai ekonomi, seperti berbagai tanaman obat, bumbu dapur, tanaman hias, sayur mayur dan buah-buahan. Upaya pemberdayaan halaman dengan penghijauan ini bisa dilakukan langsung di tanah atau pot. Selain mempunyai nilai ekonomi, pemberdayaan tanaman di halaman mudah perawatannya, juga ikut membantu terciptanya lingkungan yang hijau dan sehat. 
PENUTUP
Upaya menjadi ibu rumah tangga yang lebih berkualitas di lingkungan desa Sukajati melalui gerakan PKK dapat mencapai hasil yang maksimal apabila peran sebagai  sebagai ibu rumah tangga dan peran sebagai anggota masyarakat dapat diemban secara optimal dan proporsional dengan memperhatikan kondisi masing-masing keluarga.
Berbagai program kegiatan PKK yang dilaksanakan dan dikelola secara baik akan dapat meningkatkan kualitas para ibu rumah tangga anggota PKK dengan memaksimalkan segenap potensi yang dimiliki oleh masing-masing keluarga dan potensi yang dimiliki oleh lingkungan dan pemerintah Desa dan Kecamatan.
Untuk menggerakkan roda kegiatan PKK masih perlu ada stimulan dari Pemerintah tingkat Desa, Kecamatan atau bahkan Kabupaten dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan fasilitas, sehingga sampai berbagai program kegiatan PKK tersebut dapat berjalan dengan baik dan mandiri. Keberhasilan dan kesejahteraan para anggota PKK juga merupakan keberhasilan pemerintah yang terkait.
 

[1] Al-Quran 13: 11.
[2] betterwork.org/in-labourguide/wp-content/.../UMK-Jawa-Barat-West-Java-2017.pdf
[3] Lihat data-data di https://jabar.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/18
Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar