CERITA DINI HARI
oleh: Joko Indrabath
SRIKANDI YANG TERMARGINALKAN
CERITA DINI HARI
oleh: Joko Indrabath
SRIKANDI YANG TERMARGINALKAN
ini soal hidup yang alurnya tidak tidak diketahui setiap orang. lalu sebagian orang dewasa menemukan formula dengan coba mengikuti alurnya, namun kita luput jua memerhatikan mereka yang tidak sanggup bernafas dengan tekanan derasnya penderitaan. Maka ada baiknya dengarkan ruang hati untuk bercerita tentang ruang hampa udara kebebasan berbahagia.
Banyak tempat yang bisa di temukan tentang adanya derita, di trotoar emper cina, dipinggir - pinggir sungai, atau ada diantara jelaga jalan raya. Tak sadar kadang sikap kita menyakitinya karena tidak mampu berderma dengan harta dan cinta kita.
Lalu aku pun mengadukan itu pada ibu. namun terlambat karena semuanya telah menjadi abu.
cinta telah membunuhku dengan menutup kalbu. mungkin itu kalbumu karena tdk mau tahu tentang arti pilu.
Tahukan mereka terlahir cantik dengan jemari yang lentik. namun kebodohan masa lalu yang kurang simpatik membuat dia berhenti pada satu titik.
Ya titik nadir dimana dia tak kuasa melawan kemiskinan. bukan hanya miskin harta melainkan miskin pula kemerdekaan untuk bagaimana hidup harus dijalankan.
kebingungan melanda hatinya kemana biduk dilabuhkan. Apakah harus dicomberan?
tentu saja ini melanggar sisi kemanusiaan
pagi ini aku berguman.
hemmm...apakah ini sri kandi yang termarjinalkan.
mengapa? karena banyak cibiran bersama wajahnya yang menawan
Cukup akhirnya hatiku dulu yang ku labuhkan
karena aku pun merasakan beban
lewat warisan ibuku dikuburan
Ya..Alllah maka mohon aku di ijinkan
untuk menjadi sambungan lidahnya dalam mengutarakan beban
kepada Manusia yang kini sedang diberi kenikmatan.
ini soal hidup yang alurnya tidak tidak diketahui setiap orang. lalu sebagian orang dewasa menemukan formula dengan coba mengikuti alurnya, namun kita luput jua memerhatikan mereka yang tidak sanggup bernafas dengan tekanan derasnya penderitaan. Maka ada baiknya dengarkan ruang hati untuk bercerita tentang ruang hampa udara kebebasan berbahagia.
Banyak tempat yang bisa di temukan tentang adanya derita, di trotoar emper cina, dipinggir - pinggir sungai, atau ada diantara jelaga jalan raya. Tak sadar kadang sikap kita menyakitinya karena tidak mampu berderma dengan harta dan cinta kita.
Lalu aku pun mengadukan itu pada ibu. namun terlambat karena semuanya telah menjadi abu.
cinta telah membunuhku dengan menutup kalbu. mungkin itu kalbumu karena tdk mau tahu tentang arti pilu.
Tahukan mereka terlahir cantik dengan jemari yang lentik. namun kebodohan masa lalu yang kurang simpatik membuat dia berhenti pada satu titik.
Ya titik nadir dimana dia tak kuasa melawan kemiskinan. bukan hanya miskin harta melainkan miskin pula kemerdekaan untuk bagaimana hidup harus dijalankan.
kebingungan melanda hatinya kemana biduk dilabuhkan. Apakah harus dicomberan?
tentu saja ini melanggar sisi kemanusiaan
pagi ini aku berguman.
hemmm...apakah ini sri kandi yang termarjinalkan.
mengapa? karena banyak cibiran bersama wajahnya yang menawan
Cukup akhirnya hatiku dulu yang ku labuhkan
karena aku pun merasakan beban
lewat warisan ibuku dikuburan
Ya..Alllah maka mohon aku di ijinkan
untuk menjadi sambungan lidahnya dalam mengutarakan beban
kepada Manusia yang kini sedang diberi kenikmatan.
0 komentar:
Posting Komentar