INVESTASI PENDERITAAN UNTUK SEBUAH KEMULIAAN

INVESTASI PENDERITAAN
UNTUK SEBUAH KEMULIAAN
Jika kita tengah di tekan oleh isu politik dan segala permasalahan
maka menjadi bintang memang perlu dilakukan, karena bintang akan bersinar sepanjang kegelapan malam,
cahaya sang bintang tentu akan dikenang sepanjang jaman karena cinta dan sayang terus berlanjut sepanjang malam
yakinkan tekanan itu adalah sumber energi baru yang akan melesatkan kita pada jenjang ketinggian. Kedudukan yang tinggi merupakan mimpi bagi setiap insani

Oleh :
JOKO INDRABATH

Hidup adalah persoalan
Banyak orang mengeluarkan kalimat retoris , “di mana ini ujungnya?” Maka jawabnyapun  terindikasi hanya basa basi. Logika pemikiran ini menurut saya hanya bisa diselesaikan dengan nilai-nilai moralis yang berani untuk menuangkan kebenaran haqiqi.
Parameter pemikiran diatas dapat kita uji dengan berbagai peristiwa yang dekat dalam setiap warna kehidupan masyarakat. Masalah cinta misalnya, seringkali tidak pernah sampai pada pelabuhan ukuran ideal dalam persolan asmara. Cinta sejati sering kali menyakitkan, hal ini dapqt terungkap melaui lagu dermayon yang berjudul cinta sejati, cuplikan dari syairnya yaitu; “ awit SMP Cuma demenan bae, sampe nurut ning wong tua kula di kawin tangga, bakar menyan wadae baskom due demenan ora kelakon.”  Maknanya adalah kisah sedih pada kontek bercinta yang tulus tapi tidak berujang di pelaminan.
Salah satu gambaran diatas mengindikasikan bahwa diperlukan kesantunan positif dalam menyikapi segala persoalan sepahit apapun, karena setiap dimensi kehidupan tentu akan mendatangkan persoalan. Hal ini memberikan pandangan pada hakekatnya hidup itu adalah persoalan. Kalau tidak ada persoalan berarti kita sudah masuk pada dimensi kematian.

Mencari Grand Teory Sebagai Solusi
Persoalan Kasih tak sampai seperti digambarkan pada lagu dermayon yang sedang hit itu merupakan contoh persolan yang sangat sederhana dan dekat dalam kehidupan kita. Diperlukan sikap dan penyelesaian dari kasus tersebut agar tidak berlarut-larut dalam penderiaan, cara yang baik menyelesaikan perosalan asamara itu jelas tidak seperti yang sebgaian besar orang inginkan, akan tetapi kita harus yakin pada sebuah grand teory yang bersumber pada dimensi langit bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.
Banyak respon yang datang dari orang lain sekitar persolan kita, misal mereka akan berkata; “sabar ya..” tapi itu sebagian besar hanyalah kata-kata retoris yang sejenak hanya menghibur kita. Ada lagu lain dalam versi jawa yang menjawab fenomena ini yakni: “di tabakno mrono-merene tiwas-tiwas dedawa larane, nanging tombo sejatine ora lio yo mung awake dewe.” Artinya adalah percuma diobati rasa sakit itu kesana-kemari karena akan menambah sakitnya, namun sejatinya yang dapat menyebuhkan semua luka itu adalah dirinya sendiri. Jadi gran teori itu harus kita temukan dalam pemikiran kita agar dapat menyelesaikan segala persoalan secara berdikari.
Doa Untuk Duka
Bapak Indramayu H. Yance yang selama dua priode memimpin Indramayu dengan visi Remaja yang dilanjutkan dua periode selajutnya oleh Sang Istri Hj. Ana Sopana namapaknya sedang mengalami hal yang sama yaitu persolan dalam ranah politik.  Menurut saya ini merupakan contoh lain dari paparan persolan kehidupan terdahulu, mengapa? Karena substansinya sama. Ingat lagu roker juga manusia, maka Yance juga manusia yang tidak luput dari persolan ketika dalam dimensi berkehidupan.
Banyak reaksi publik termasuk kita diantaranya seputar mermasalahan itu. Sebagai insan yang cerdas maka kita harus menemukan grand teori kehidupan menyoal kasus itu. Ingat pepatah semakin tinggi pohon menjulang semakin deras badai menerpa. Pepatah ini menujukan fakta bahwa sebegitu tinggi kedudukan Yance bagi wong dermayu, betapa tidak beliau merupakan bapak yang dapat merubah wajah dermayu dari keterpurukan menjadi terpuji karena prestasi.
Wajah dermayu yang sebelumnya identik dengan tawuran, miras dan prostitusi kini kesan itu menjadi sepi karena banyak pestasi dengan ditenggarai oleh kenaikan IPM dan peningkatan kulitas peayanan publik dari mulia pendidikan dan kesehatan serta masih banyak lagi contoh prestasi lainnya. Diakui atau tidak itu terjadi karena di bawah kepemimpinan pak Haji Iriyanto MS Safiudin alias pa Yanye.
Jadi menutut hemat saya kita harus mensikapi persolan politik ini dengan kematangan pribadi melalui pendekatan nilai-nilai moralis yang berani untuk menuangkan kebenaran haqiqi. Biarkan asas praduga tak bersalah itu bicara dan ditegakan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya, maka berikan penghormatan pada beliau untuk menyelesaikan maslahnya sendiri, sebgai penghormatan kita pada beliau cukup berikan doa agar segera diselesaikan beban dalam kehidupannya. Jadi berkan doa untuk duka akan lebih baik dari pada terus mereka-reka.
Ujian Itu Investasi Kemuliaan
Jika saat ini kita sedang berduka, maka jadikan itu adalah ujian. Pemikiran yang sehat memberikan asumsi bahwa ujian itu adalah langkah awal menuju kemuliaan. Bagi kita yang tengah dijuji soal pahitnya asmara maka biarkan potensi daya tahan kita yang merasakan  sakit akibat lukanya, hal yang dapat dilakukan adalah memaksa pola pemikiran kita untuk meyakini akan datangnya asmara baru yang lebih indah dan syahdu. Jika kita tengah di tekan oleh isu politik dan segala permaslahannya maka menjadi bintang memang perlu dilakukan karena akan bersinar sepanjang kegelapan malam, karena cahanya sang bintang tentu akan dikenang sepanjang jaman karena cinta dan sayang terus berlanjut sepanjang malam.
Mari berinvestasi bukan melulu pada materi, tapi kuatkan diri dari coba dan goda dalam hidup juga merupakan investasi imaterial yang akan mendatangkan kemuliaan. Kalau kita sedang galau karena di tekan yakinkan tekanan itu adalah sumber energi baru yang akan melesatkan kita pada jenjang ketinggian. Kedudukan yang tinggi merupakan mimpi bagi setiap insani, maka teruslah kuat dalam segala coba agar kita semakin tinggi dan mengerti sebaik apa solusi yang harus kita beri pada setiap persolan hidup yang kita jalani. Salam Hormat saya buat Ibu dan Bapak Bupati Indramayu yakinkan bahwa badai pasti berlalu. Jika masih ada  kalimat retoris , “di mana ini ujungnya?” maka jawablah hanya dengan nilai-nilai moralis yang berujung pada berani untuk menuangkan kebenaran haqiqi dari Allah Ya Robbi.



Share on Google Plus

About INDRABATH

Formula Hebat Membangun Karya Mulia.

0 komentar:

Posting Komentar